Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita TerbaruTata Nama Senyawa Kimia, Berikut Ini Penjelasannya untuk Anda

Tata Nama Senyawa Kimia, Berikut Ini Penjelasannya untuk Anda

Tata nama senyawa kimia (chemical nomenklatur) ternyata seringkali kita persinggungan dengan suatu senyawa pada setiap harinya.

Perlu Anda ketahui bahwasannya dalam bidang kimia sendiri senyawa itu merupakan zat yang berasal dari kombinasi antara dua atau lebih unsur kimia yang berbeda. Sehingga, atom yang berasal dari unsur-unsur tersebut berkaitan dengan ikatan kimia, namun juga sulit untuk kita putuskan.

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa dalam pengelompokannya, senyawa itu terbagi atas beberapa unsur. Berdasarkan unsur terbentuknya tersebut, senyawa terbagi menjadi dua, yakni ada organik dan anorganik. Disamping itu, tata nama senyawa tersebut juga terbagi menjadi dua.

Ada tata nama trivial atau yang biasa kita kenal dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian yang kedua adalah International Union of Pure Applied Chemistry atau senyawa yang tersusun berdasarkan aturan IUPAC.

Mungkin beberapa orang sudah mendapatkan pengetahuan tentang tatanan nama dari senyawa kimia ini, akan tetapi bukan tidak mungkin juga jika masih terdapat orang yang belum mengetahui tentang hal ini. Khusus lagi mereka yang mengambil jurusan sosial atau bahasa Indonesia.

Baca Juga: Perbedaan Unsur dan Senyawa dari Berbagai Sisi Termasuk Sifatnya

Mengenal Tata Nama Senyawa Kimia

Sebelum kita lanjut ke pembahasan mengenai tata nama senyawa kimia, tidak ada salahnya apabila kita ketahui terlebih dahulu simak pengertiannya.

Bagi Anda yang belum mengetahui apa pengertian dari chemical nomenklatur atau tata nama senyawa kimia, itu merupakan serangkaian aturan pemberian nama senyawa kimia yang tersusun secara sistematis berdasarkan aturan IUPAC.

Penggunaan aturan ini juga mempunyai peranan yang sangat penting pada dunia akademik. Tujuannya adalah supaya terdapat standarisasi dalam pemberian nama senyawa kimia tersebut.

Lalu tidak terjadi kesalahan ketika kita melakukan reaksi kimia maupun untuk menentukan struktur dari senyawa tersebut. Berdasarkan jenis senyawanya chemical nomenklatur itu terbagi menjadi tata nama senyawa non logam, biner, asam, ion-ion poliatom, beserta hidrat.

Senyawa Biner

Untuk tata nama senyawa kimia yang pertama adalah senyawa biner. Senyawa ini merupakan senyawa yang terbentuk dari dua unsur, unsur logam dan non logam.

Umumnya, unsur logam itu dalam senyawa biner merupakan kation atau ion positif. Hal ini pastinya berbanding terbalik dengan unsur non logam, karena merupakan ion negatif atau anion.

Sedangkan tata nama dari senyawa biner mempunyai urutan sebagai berikut. Pertama adalah unsur kation yang letaknya berada di depan, lalu anion belakang.

Kedua, kation nantinya akan ada dari nama yang berasal dari unsur tersebut. Sebagai contohnya adalah Na+ (sebagai Natrium), Li+ (Litium). Hal yang demikian itu juga berlaku bagi anion.

Perbedaannya, nama unsur tersebut memiliki tambahan akhiran yakni-Ida. Contohnya, CI adalah asam klorida dan O2 merupakan oksigen.

Apabila terdapat angka dengan jumlah atom unsurnya menggunakan angka Romawi. Contoh: Cu2+ (tembaga), sedangkan Pb4 merupakan timbal (IV).

Sebagai perumpamaannya adalah FeC13 adalah besi (III) klorida, NO2 adalah natrium dikoksida, dan CaS merupakan kalsium sulfida.

Baca Juga: Senyawa Turunan Alkana Dengan Berbagai Gugus Fungsi yang Berbeda

Non Logam

Kemudian, tata nama senyawa kimia non logam. Perlu Anda ketahui bahwa penamaan dari senyawa ini mempunyai awalan jumlah angka atom serta angka Yunani.

Untuk angka Yunani yang digunakan adalah 1 = Mono, 2 = di, 3 = Tri, 4=Tetra, 5=Penta, 6=Heksa, 7=Hepta, 8=Okta, 9=Nona, sedangkan 10=Deka. Sebagai perumpamaannya adalah senyawa N2O5 yang merupakan dinitrogen pentaoksida.

Ion-Ion Poliatom

Selanjutnya adalah tata nama senyawa kimia ion-ion poliatom. Senyawa ini merupakan senyawa yang tersusun 2 ion atau lebih dengan ikatan.

Sedangkan untuk tatanan nama dari senyawa yang satu ini juga sama dengan tatanan senyawa sebelumnya. Hanya saja, terdapat hal pembeda yakni keberadaan atom oksigen.

Atom oksigen dengan senyawa yang kita berikan sedikit imbuhan akhir-it, contohnya adalah NO2 -Nitrit, sedangkan Nitrat adalah NO3.

Hidrat

Senyawa hidrat adalah senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengikat air yang berada di dalamnya. Untuk penamaan senyawa kimia yang satu ini berdasarkan jumlah molekul air yang sudah ia ikat. CaCL2.2H20 adalah nama dari kalsium klorida dihidrat.

Senyawa Asam

Tata nama senyawa kimia ini mempunyai pengertian senyawa yang mempunyai kandungan hidrogen. Sedangkan mengenai penamaan dari asam senyawa ini adalah mempunyai awalan dengan kata asam kemudian anionnya. Perumpamaannya adalah HCL-asam klorida, H2SO4-asam sulfat, juga HF-asam fluorida.

Nah, pahami penjelasan mengenai tata nama senyawa kimia. Harapannya adalah dengan adanya penjelasan tersebut membantu Anda untuk menambah wawasan, ilmu pengetahuan, serta mempermudah dalam melakukan pembelajaran. (R10/HR Online)