Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita TerbaruTidur Menghadap Kiblat, Salah Satu Sunnah Rasulullah SAW

Tidur Menghadap Kiblat, Salah Satu Sunnah Rasulullah SAW

Tidur menghadap kiblat, apakah merupakan anjuran dalam agama Islam? Sudah pernahkah Anda tidur menghadap kiblat?

Seperti yang sudah kita ketahui bahwasanya ajaran Islam itu mempunyai berbagai amalan yang baik untuk kesehatan kita. Selain itu, juga untuk memperkuat keimanan.

Salah satunya adalah perihal istirahat saat malam hari. Perlu Anda ketahui, mengenai hal ini Rasulullah SAW memiliki cara tidur tersendiri yang patut untuk kita tiru.

Mengapa demikian? Sebab cara tersebut merupakan langkah tepat untuk memperoleh istirahat tubuh yang sesungguhnya.

Pola tidur Nabi Muhammad SAW sangatlah menginspirasi. Saking menginspirasinya, banyak ilmuwan terkemuka yang membuktikannya secara ilmiah.

Tidak bisa untuk kita pungkiri bahwasanya para pakar kesehatan juga mengakui hal tersebut sangatlah baik untuk kita terapkan dalam kehidupan.

baca juga: Pola Tidur Rasulullah Menginspirasi untuk Kesehatan Tubuh dan Pahala

Anjuran Tidur Menghadap Kiblat, Bagaimana Menurut Islam?

Apakah tidur menghadap kiblat merupakan salah satu anjuran dari Rasulullah SAW? Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan tersebut, tidak ada salahnya apabila kita menyimak penjelasan berikut ini.

Kiblat sendiri merupakan arah yang dituju oleh umat Islam pada sebagian konteks ibadah. Salah satunya adalah saat salat.

Arah tersebut juga menjadi arah Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. Bagi umat muslim, bangunan tersebut merupakan bangunan suci. Nabi Ibrahim dan Ismail yang sudah membangunnya.

Berdasarkan buku tanya jawab Islam tim dakwah Pesantren 2015, tidur dengan menghadap kiblat merupakan salah satu bagian dari amalan sunnah Rasulullah yang perlu untuk kita kerjakan.

Dalam hadis riwayat Abu Ya’la menjelaskan, Rasulullah SAW memberi perintah kepada istrinya Aisyah guna mempersiapkan tempat tidurnya. Tempat tidur pun sudah Aisyah siapkan, kemudian Nabi Muhammad SAW menghadap kiblat. Rasul juga menjadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal.

Mengacu pada hadis tersebut, Nabi Muhammad SAW tidur menghadap kiblat. Sebagai umat dari Nabi Muhammad, sudah seharusnya kita mengikuti anjuran tersebut karena merupakan sunnah.

Saat kita melakukan sunnah-sunnah tersebut, bukan hanya tidur saja yang akan kita dapatkan, melainkan juga pahala, keberkahan, serta perlindungan dari Allah SWT.

Rasulullah menganjurkan kepada kita saat tidur menghadap ke kiblat tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya dari segi medis, tidur hadap kiblat atau memiringkan tubuh ke kanan bisa mengurangi beban jantung serta menyehatkan sistem pernapasan.

Bukan hanya itu saja, akan tetapi posisi miring ke kanan juga memberi manfaat pada lambung untuk istirahat. Hal itu juga yang menyebabkan tubuh menyerap nutrisi lebih maksimal.

Namun cara yang dilakukan Rasulullah SAW bukan hanya itu. Untuk mendapatkan perlindungan dari Allah SWT juga pahala dan tidur yang bernilai ibadah, tidak ada salahnya apabila kita meniru beberapa cara tidur dari Nabi SAW.

baca juga: Hukum Tidur Setelah Subuh, Berikut Penjelasan Beserta Alasannya

Wudhu Sebelum Tidur

Selain tidur menghadap ke kiblat dan kanan, sebelum Rasulullah hendak tidur juga wudhu terlebih dahulu. Meskipun hendak tidur, Rasul selalu mengajarkan supaya kita dalam keadaan suci.

Selain itu, tujuan dari berwudhu tersebut adalah menghindarkan kita dari mimpi-mimpi yang buruk. Setelah wudhu, Rasul juga membaca doa sebelum tidur.

Ditambah dengan bacaan Surat Al-Ikhlas, An-Nas, dan Al-Falaq sebanyak 3 kali. Selain surat pendek tersebut, Rasul juga membaca ayat kursi.

Tujuannya adalah supaya Allah tetap memberikan penjagaan, perlindungan sepanjang malam, serta menghindarkan dari marabahaya. Dengan demikian, kita tak hanya bisa dapatkan kualitas tidur yang baik, melainkan juga merasa aman dan nyaman.

baca juga: Wanita Harus Biasakan Melakukan Ini Sebelum Tidur Malam

Tidur Selepas Isya

Bukan hanya itu saja tata cara tidur dari uswatun hasanah kita, melainkan Rasul juga selalu tidur lebih awal. Bagaimana dengan kehidupan sekarang ini?

Mungkin sekarang ini banyak sekali yang begadang, entah apapun itu tujuannya. Akan tetapi, selagi hal tersebut tidak memberi manfaat, maka itu lebih baik kita hindari saja.

Pasalnya jika kita tidur lebih awal, untuk menunaikan ibadah salat tahajud pun juga akan lebih mudah. Sebelum tidur, biasanya Nabi Muhammad juga memilih untuk memadamkan lampu terlebih dahulu.

Nah, untuk mendapatkan pahala sekaligus mewujudkan atas apa yang sudah kita usahakan dan doakan, maka dekati Allah dan sunah-sunah Rasul. Termasuk mengikuti tata cara tidur Nabi dengan menghadap kiblat. (Muhafid/R6/HR-Online/Editor Muhafid)