Kamis, Januari 20, 2022
BerandaBerita BanjarTinggal Pos Ronda, Seorang Lansia di Kota Banjar Dievakuasi

Tinggal Pos Ronda, Seorang Lansia di Kota Banjar Dievakuasi

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Kelurahan Banjar evakuasi seorang lansia asal Desa Cibeureum yang sudah seminggu tinggal di pos ronda di lingkungan Cibulan, Rabu (17/11/2021).

Pemerintah mengevakuasi lansia yang bernama Wiwin itu ke rumah persinggahan sementara (RPS) Dinsos Kota Banjar.

Lurah Banjar, Budi Kuswandani, mengatakan, awalnya Wiwin itu merupakan warga lingkungan Parunglesang yang menempati sebuah rumah bersama almarhum suaminya.

Karena rumahnya dijual, sehingga mereka pindah ke Cibeureum dan menempati rumah yang mana posisinya tumpang karang.

Lantaran pemilik tanah akan menjual tanah itu, sehingga lansia tersebut berpindah-pindah tempat.

“Di Cibeureum sekitar 4 tahun, bahkan KTP-nya juga di sana,” katanya.

Pasca tidak memiliki tempat tinggal yang tetap, lanjutnya, Wiwin beberapa bulan terakhir menempati sejumlah tempat kos di Banjar.

Namun, karena beberapa bulan telat membayar kos itu, akhirnya ia tidak boleh lagi menempatinya.

Setelah itu, ia pun pindah ke kontrakan anaknya yang laki-laki di Parunglesang.

baca juga: Takut Rumah Ambruk, Bagio Warga Kota Banjar Tak Bisa Tidur Nyenyak

Sebelum Tinggal di Pos Ronda

Sebelumnya, sambung Budi, Wiwin pernah tinggal juga di kontrakan anaknya yang perempuan.

Lokasinya pun juga tidak jauh dari anaknya yang laki-laki. Tetapi setelah ibunya ikut ke kontrakan anaknya itu, anak perempuannya justru menyusul.

“Anaknya yang perempuan punya kontrakan sendiri, tapi dia memiliki gangguan kejiwaan. Karena merasa tidak enak, tetangga kontrakan merasa keberatan dan Ibu Wiwin pun terpaksa menempati pos ronda sampai sekitar tiga minggu,” jelasnya.

Setelah pihaknya mendapat informasi adanya warga yang tinggal di pos ronda tersebut, akhirnya kelurahan pun membawa Wiwin ke RPS agar lebih aman.

Selain itu, kelurahan juga melakukan koordinasi ke Dinsos agar anak Wiwin yang perempuan bisa mendapatkan pengobatan di RSUD Banjar.

“Anaknya yang laki-laki sebenarnya mau merawat, cuma Bu Wiwin-nya merasa tidak enak, makanya memilih di pos ronda,” pungkasnya. (Muhlisin/R6/HR-Online/Editor Muhafid)

- Advertisment -