Rabu, Januari 26, 2022
BerandaBerita TerbaruUrutan Lapisan Matahari, Dari Lapisan Terluar Hingga Inti

Urutan Lapisan Matahari, Dari Lapisan Terluar Hingga Inti

Urutan lapisan Matahari pada dasarnya terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni lapisan luar dan dalam. Lapisan terluar terdiri dari korona, kromosfer, dan fotosfer. Sedangkan untuk lapisan dalam meliputi inti, zona radiatif, dan zona konveksi.

Lapisan terluar Matahari dimulai sekitar 1.300 mil di atas fotosfer. Suhunya kurang lebih 900.000 derajat Fahrenheit. Sementara itu, inti merupakan lapisan terdalam dari Matahari. 

Inilah Urutan Lapisan Matahari 

Sama seperti Bumi atau benda langit lainnya, Matahari juga terbagi menjadi beberapa lapisan berbeda. Namun perbedaannya dengan Bumi, lapisan Matahari tidak padat. Karena sebagian besar terbentuk dari helium, hidrogen, dan tidak mempunyai batas luar yang jelas. 

Baca Juga: Pengertian Tata Surya, Bagaimana Proses Pembentukannya?

Korona Matahari

Urutan lapisan Matahari terluar adalah korona. Korona Matahari akan terlihat ketika terjadi gerhana Matahari total. 

Kemudian korona akan muncul sebagai gumpalan gas terionisasi yang mengalir ke luar angkasa.

Melansir laman Space, suhu korona bisa mencapai 3,5 juta derajat Fahrenheit. Ketika gas mendingin, mereka akan menjadi angin Matahari.

Meskipun lebih jauh dari inti Matahari, korona 300 kali lebih panas dari lapisan fotosfer. Hal tersebut masih menjadi misteri jangka panjang para ilmuwan. 

Diantara korona dan kromosfer terdapat daerah transisi yang merupakan lapisan sempit (60 mil / 100 mil). Di daerah ini suhu akan naik secara tiba-tiba. Mulai dari 14.000 hingga 900.000 derajat Fahrenheit.

Kromosfer Matahari

Kromosfer merupakan lapisan berikutnya yang memancarkan cahaya kemerahan ketika hidrogen terbakar. Lingkar merah tersebut akan terlihat ketika terjadi gerhana Matahari total.

Biasanya, cahaya yang berasal dari kromosfer terlalu lemah untuk kita lihat. Peran kromosfer ini menghantarkan panas dari bagian dalam Matahari ke lapisan terluar. 

Junwei Zhao, seorang ilmuwan surya di Stanford University di Stanford, California, dalam studinya menuliskan jika gelombang dapat berkontribusi pada energi atmosfer. 

Baca Juga: Objek Mirip Manusia Salju di Luar Angkasa Tertangkap Teleskop  Hubble

Fotosfer Matahari

Urutan lapisan matahari berikutnya adalah fotosfer. Lapisan ini merupakan lapisan terdalam yang dapat kita amati secara langsung. Untuk mencapai Bumi, sinar Matahari kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 8 menit. 

Pada bagian bawah fotosfer, suhu mencapai 11.000 derajat Fahrenheit. Sementara itu, suhu di bagian atas kurang lebih 7.460 derajat Fahrenheit. 

Fotosfer secara signifikan lebih dingin daripada di bagian inti. Menurut NASA, suhu tersebut mencapai sekitar 27 juta derajat Fahrenheit. 

Lalu untuk ketebalan fotosfer Matahari relatif lebih tipis, yakni sekitar 300 mil (500 kilometer). Perbandingan dengan radius Matahari kurang lebih 435.000 mil. 

Tanda-tanda fotosfer meliputi bintik matahari dingin, berbuih butiran dari plasma, lebih gelap, serta muncul saat medan magnet Matahari istirahat melalui permukaan. 

Bintik Matahari terlihat bergerak menembus piringan. Fenomena tersebut membuat para astronom menyimpulkan bahwa Matahari ternyata berputar pada porosnya. 

Pasalnya, Matahari merupakan bola gas tanpa bentuk padat. Kemudian daerah yang berlainan akan berotasi dengan kecepatan berbeda-beda. 

Perlu Anda ketahui, daerah khatulistiwa Matahari berotasi sekitar 24 hari. Sementara itu, di daerah kutub akan memerlukan waktu kurang lebih 30 hari untuk melakukan satu putaran penuh. 

Sumber semburan Matahari berasal dari fotosfer. Lalu lidah api akan membentang hingga ratusan ribu mil di atas permukaan Matahari. 

Flare Matahari ini akan menciptakan semburan sinar-X , radiasi ultraviolet, radiasi elektromagnetik, dan gelombang radio. 

Zona Konvektif Matahari

Urutan lapisan Matahari selanjutnya adalah zona konvektif yang merupakan lapisan terluar interior Matahari. Kepadatannya yang rendah mampu mengubah energi cahaya menjadi panas. 

Baca Juga: Objek Katai Cokelat Misterius, Jadi Penemuan Studi Langka dan Berharga

Selanjutnya sel konveksi berupa pola gelembung raksasa terbentuk ketika energi naik, dingin, turun, dan memanas kembali. 

Zona Radiasi Matahari

Secara bertahap, kepadatan, tekanan, dan suhu di zona ini menurun. Pada urutan lapisan Matahari ini, energi telah berubah dalam bentuk radiasi elektromagnetik. 

Kemudian foton membawa energi yang berubah menjadi cahaya. Mereka bergerak keluar menuju permukaan. 

Inti Matahari

Urutan lapisan Matahari terdalam berupa lapisan inti. Awal mula daya, energi, dan panas Matahari diproduksi di sini. Dengan kata lain, lapisan inti merupakan jantung Matahari. 

Tekanan dan suhu level tertinggi terletak di dalam inti. Faktanya, suhu tersebut mencapai hingga 27 juta derajat Fahrenheit. 

Atom bergerak cepat dan terhimpit erat, sehingga hancur. Akan tetapi, atom yang hancur akan bergabung lantas membentuk atom lebih kompleks serta berat. 

Fusi nuklir merupakan sumber kehidupan semua bintang. Terbentuk dari hidrogen yang menyatu menjadi helium. Ketika atom bergabung, mereka akan melepas energi. Akhirnya pun menjadi cahaya serta panas. 

Urutan lapisan Matahari pada fusi nuklir ini terus mendorong hingga ke luar permukaan. Lalu tercipta gravitasi yang spektakuler berkat ukuran Matahari luar biasa besar. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -