Minggu, Mei 29, 2022
BerandaBerita TerbaruAhli Waris Sababiyah Dalam Islam, Ketahui Pengertian dan Sebabnya!

Ahli Waris Sababiyah Dalam Islam, Ketahui Pengertian dan Sebabnya!

Ahli waris sababiyah dalam Islam termasuk salah satu ketentuan penting. Hukum waris menduduki tempat yang tertinggi dan penting dalam hukum Islam.

Ayat-ayat yang mengatur mengenai ahli waris ini terdapat dalam Al-Qur’an. Terlihat dengan jelas dan terperinci.

Hal ini mempunyai tujuan supaya dapat dimengerti. Sebab, perlu Anda ketahui bahwasanya masalah warisan itu pasti akan dialami oleh setiap orang.

Dalam hal warisan ini juga, bukanlah termasuk hal yang mudah. Sebab terdapat syarat dan ketentuan tertentu yang harus kita perhatikan.

Perlu Anda ketahui juga bahwasanya dalam pembagian warisan itu terdapat ketentuan-ketentuan pasti. Adanya ketentuan ini juga akan sangat mudah menimbulkan sengketa di antara ahli waris.

Apabila setelah terjadinya peristiwa kematian seseorang, tentunya akan menimbulkan pertanyaan bagaimana harta peninggalannya. Harus diperlakukan seperti apa, akan diserahkan kepada siapa saja, dan bagaimana caranya.

Baca juga: Pembagian Ahli Waris dan Syarat Ketentuan Menurut Ajaran Islam

Apa Itu Ahli Waris Sababiyah dalam Islam

Keistimewaan mengenai ketentuan bagian ahli waris dalam hukum Islam juga untuk bagian ahli waris sering tidak tetap. Lebih tepatnya berubah-ubah menurut keadaan ahli waris itu sendiri.

Dengan demikian, kita perlu memperhatikan sepenuhnya. Dengan tujuan supaya tidak terjadi kekeliruan dalam membagi harta warisan.

Namun sebelum kita membahas ahli waris sababiyah dalam hukum waris Islam, perlu kita ketahui sebenarnya ahli waris itu apa.

Sebab tidak banyak orang yang mengetahui apa pengertian ahli waris yang sebenarnya. Perlu Anda ketahui bahwasanya ahli waris itu merupakan orang yang berhak mewaris.

Hal-hal tersebut terjadi karena adanya hubungan kekerabatan, nasab, atau hubungan perkawinan dengan pewaris.

Ahli waris juga mempunyai beberapa syarat dan ketentuan. Hendaknya ia yang beragama Islam serta tidak terhalang karena hukum guna menjadi ahli harta waris.

Secara bahasa, ahli waris sendiri mempunyai arti keluarga. Namun tidak secara otomatis ia bisa mewarisi harta peninggalan si pewaris.

Disebabkan adanya kedekatan hubungan kekeluargaan dapat mempengaruhi kedudukan serta hak-haknya guna mendapatkan warisan.

Perlu Anda ingat juga, alasannya terkadang yang dekat menghalangi yang jauh. Kemudian ada juga yang dekat, tetapi tidak bisa kita kategorikan sebagai ahli waris.

baca juga: Mendoan Khas Banyumas Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pengertian Sababiyah

Untuk ahli waris sababiyah sendiri merupakan ahli waris yang mempunyai hubungan kewarisannya, dapat timbul karena adanya sebab-sebab khusus atau tertentu. Misalnya saja adalah sebab perkawinan (suami atau istri).

Dalam konteks ini, mereka dapat menerima bagian warisan apabila perkawinan antara suami dan istri tersebut telah sah. Baik itu menurut ketentuan hukum agama atau negara dengan adanya bukti yang yuridis.

Kemudian sebab yang kedua disebut sebagai ahli waris sababiyah adalah memerdekakan hamba sahaya.

Hubungan kewarisan ini akan timbul karena terdapat sebab, yakni sudah memerdekakan hamba sahaya.

Tidak sampai di sini saja, melainkan juga terdapat bukti yang sah menurut hukum. Selanjutnya adalah karena adanya perjanjian tolong-menolong.

Jadi, pada intinya dalam pembagian ahli waris sababiyah itu yang menerima warisan ada istri, suami, laki-laki, maupun perempuan yang memerdekakan hamba sahaya. Lalu mereka yang sudah termasuk dalam sebuah perjanjian tolong-menolong.

baca juga: Sejarah Hindu Budha, Warisannya Berupa Sistem Kasta

Dalil Al-Qur’an

Seperti apa yang sudah terungkap bahwa ahli waris sababiyah mengacu dalil-dalil yang terdapat dalam Al-Qur’an. Untuk dalil yang ini, terdapat dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 12.

Mengenai kecerdasan akan dalil ahli waris ini, Anda bisa membuka Al-Qur’an yang mengacu pada ayat serta surat tersebut.

Adanya pembagian atau macam-macam ahli waris ini, memberikan kita kemudahan dalam menentukan pembagian warisan. Terlebih lagi adanya dalil yang terdapat dalam Al-Qur’an.

Karena dengan adanya dalil tersebut sebagai landasan mengapa kita bisa menjadi atau melibatkan seseorang supaya bisa menjadi ahli waris sababiyah.

Nasabiyah

Bukan hanya ahli waris sababiyah saja, melainkan ada juga ahli waris nasabiyah. Ini adalah ahli waris yang berasal dari pertalian kekerabatan kepada Al-mawaris berdasarkan adanya hubungan darah.

Secara umumnya, nasabiyah ini bisa kita katakan seluruhnya ada 21. 13 adalah kelompok laki-laki dan 8 ialah kelompok perempuan.

Untuk kelompok perempuan, ada anak perempuan, cucu perempuan dari anak laki-laki, dan seterusnya sampai bawah. Seperti cicit perempuan yang berasal dari laki-laki dan seterusnya.

Kemudian ibu, nenek dari ibu, nenek dari ayah, saudara perempuan sekandung, perempuan sebapak, dan saudara perempuan seibu saja.

Sedangkan dari kelompok laki-laki adalah anak laki-laki, cucu laki-laki dari anak laki-laki, sampai generasi selanjutnya.

Ada juga ayah, kakek dari jalur ayah, saudara laki-laki sekandung, saudara laki-laki satu ayah dan satu ibu saja.

Kemudian ada juga anak laki-laki yang berasal dari saudara laki-laki kandung dan anak laki-laki yang berasal dari saudara yang seayah.

Saudara laki-laki bapak yang seibu bapak kandung, saudara laki-laki sebapak, saudara laki-laki paman yang seayah, lalu saudara laki-laki paman yang kandung.

Dengan mengetahui ahli waris sababiyah dan nasabiyah ini, semoga mempermudah kita dalam melakukan pembagian warisan. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -