Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita TerbaruContoh Hadas dan Najis dalam Ajaran Islam yang Menjadi Hal Penting

Contoh Hadas dan Najis dalam Ajaran Islam yang Menjadi Hal Penting

Contoh hadas dan najis dalam ajaran Islam nyatanya masih menjadi salah satu pembahasan yang penting. Hal yang melatarbelakangi pembahasan ini adalah sebagian dari saudara muslim kita masih bingung dalam membedakannya. Mana yang merupakan contoh dari najis dan mana hadas.

Padahal keduanya bisa dikatakan sebagai hal yang dapat menyebabkan batalnya wudhu kita. Sedangkan wudhu merupakan salah satu syarat yang harus terpenuhi ketika kita akan beribadah kepada Allah.

Mungkin hal yang demikian ini berkaitan dengan salat. Di samping itu juga, terdapat banyak amalan yang harus didahului dengan berwudhu terlebih dahulu. Misalnya saja adalah ketika mau tidur, membaca Al-Qur’an, dan yang lainnya.

Istilah hadas dan najis dalam ajaran Islam sering kita jumpai pada pembahasan thoharoh atau bersuci. Walaupun demikian, seperti apa yang sudah dijelaskan bahwa masih terdapat banyak orang yang belum mengetahui perbedaan hadas dan najis.

Padahal keduanya merupakan hal-hal penting yang dapat memberi pengaruh terhadap apa yang kita lakukan.

baca juga: Benda-Benda yang Termasuk Najis dan Cara Mensucikannya

Inilah Contoh Hadas dan Najis dalam Islam

Supaya kita bisa mengetahui apa saja hal yang menyebabkan kita paham akan kedua istilah tersebut, salah satunya adalah dengan memperdalam ilmu-ilmu agama Islam.

Seperti yang sudah kita ketahui juga, Islam merupakan agama sempurna. Jadi, hal-hal yang menurut kita kecil saja Islam mempunyai aturan.

Pastinya setiap aturan yang diberikan kepada kita bukan tanpa tujuan. Allah ingin memberikan kita kesuksesan dalam melakukan hal tersebut, keberkahan, serta pahala yang mengalir.

Untuk itu, memperdalam agama Islam dengan niat mengharap rida Allah merupakan tholabul ilmi. Sedangkan mengetahui contoh hadas dan najis termasuk menuntut ilmu.

Agar contoh-contoh tersebut kita pahami, penting menyimak apa sebenarnya arti hadas dan najis. Untuk najis sendiri merupakan suatu kotoran yang bisa dilihat secara kasat mata.

Sedangkan hadas adalah segala sesuatu yang tidak suci, baik secara maknawi atau tidak kelihatan mata. Dari pengertian tersebut, seolah kita sudah mempunyai sedikit gambaran untuk menemukan contoh hadas dan najis.

Perlu Anda ketahui, kedua istilah tersebut juga mempunyai jenis tersendiri. Adanya jenis-jenis tersebut akan mempermudah dalam mengklasifikasi contoh hadas dan najis.

baca juga: Cara Membersihkan Najis Mughaladzah Berdasarkan Ajaran Agama Islam

Hadas Besar

Pertama, ada hadas besar. Hal-hal yang dapat menyebabkan kita terkena hadas besar adalah hubungan suami istri, keluar sperma, menstruasi, melahirkan, mimpi basah, dan lainnya.

Jenis ini bisa kita bersihkan dengan cara mandi janabah atau sering kali kita sebut mandi wajib. Untuk bagaimana cara melakukan mandi janabah tersebut, mudah saja. Namun terdapat beberapa hal yang harus kita perhatikan dan tak boleh kita sepelekan.

baca juga: Cara Membersihkan Najis Dalam Islam yang Menjadi Penghalang Ibadah

Hadas Kecil

Selanjutnya, pembagian hadas itu ada hadas kecil juga. Contoh hadas dan najis ini sendiri adalah segala hal yang keluar dari qubul maupun dubur. Seperti buang air besar ataupun buang air kecil.

Perlu Anda ketahui, orang yang tidur, pingsan, ataupun hilang kesadaran tergolong sebagai hadas kecil. Untuk menyucikannya adalah dengan cara berwudhu atau bisa juga tayamum.

Mughaladzah

Najis mughaladzah atau najis berat biasanya sucinya dengan cara membasuh pada bagian yang terkena najis menggunakan air sebanyak 7 kali.

Salah satunya, bercampur dengan tanah atau debu. Sedangkan untuk contoh hadas dan najis ini adalah babi atau anjing.

Mutawasitah

Contoh dari hadas dan najis ini bisa kita temui pada air kencing, darah, nanah, bangkai, minuman keras, dan sejenisnya.

Kategori najis sedang ini mempunyai cara menyucikan dengan menghilangkan barang najisnya. Kemudian kita juga bisa menyiram pada area najis tersebut menggunakan air sampai bersih.

Mukhaffafah

Ini merupakan najis ringan. Contoh  ini kita temui pada air kencing bayi laki-laki yang masih minum air susu ibu. Lebih tepatnya, bayi tersebut masih berusia 2 tahun.

Seperti yang sudah menjadi aturan dalam kehidupan umat Islam, seorang ibu wajib menyusui anaknya selama 2 tahun.

Najis ringan ini sucinya dengan cara menyiram area ataupun lokasi yang terkena najis saja. Dalam hal ini, air harus kita siram dalam jumlah yang banyak. Sehingga dapat menyebabkan seluruh area ataupun lokasi yang terkena najis tersiram.

Mengenai perbedaan hadas dan najis bisa kita lihat dari pengertiannya. Selain itu, juga bisa kita lihat dari sisi implikasi hukum fiqih dalam Islam.

Karena dalam hukum fiqih terbagi menjadi 5. Dari segi niat, media untuk bersuci, area hadas juga najis, urutan pencucian, serta penggantinya.

Dengan mengetahui hal-hal tersebut, akan mempermudah kita untuk mengklasifikasikan mana yang merupakan contoh hadas dan najis. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -