Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita TasikmalayaDua Desa di Tasikmalaya Terisolasi, Relawan Swadaya Bangun Jembatan

Dua Desa di Tasikmalaya Terisolasi, Relawan Swadaya Bangun Jembatan

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Dua desa di Tasikmalaya, Jawa Barat, selama puluhan tahun terisolasi akibat tidak adanya fasilitas jembatan penghubung. Desa yang terisolasi itu adalah Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, dan Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah.

Namun, dalam waktu dekat ini keinginan masyarakat Bojongsari, Kecamatan Culamega, dan Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya untuk memiliki jembatan gantung akan segera terwujud.

Sehingga masyarakat dua desa di Tasikmalaya tersebut tidak harus repot-repot lagi menyebrangi sungai ketika akan bepergian.

Menurut Kades Bojongsari, Guntur Ivan Kurnawan, jembatan gantung Bongas-Citalahab bisa membuka isolasi Desa Bojongsari dan Desa Nagrog.

“Sudah puluhan tahun masyarakat Bongas dan Citalahab tidak bisa saling berhubungan lantaran terkendala oleh Sungai Cipatujah. Untuk bisa saling berkunjung, masyarakat kedua desa tersebut terpaksa harus turun ke sungai. Jika airnya deras tentu sangat berisiko,” terangnya.

Baca Juga : Semua Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Rawan Bencana

Jika pembangunan jembatan gantung sudah rampung, lanjut Ivan, maka masyarakat bisa menggunakan motor supaya lebih cepat. Begitu pula aktivitas anak sekolah.

Sehingga tidak harus berputar ke kampung lain yang jaraknya cukup jauh. Dengan begitu maka perekonomian masyarakat pun akan meningkat.

Pihaknya pun sangat apresiasi terhadap relawan VRI (Vertical Rescue Indonesia), BPBD dan Tagana Kabupaten Tasikmalaya yang telah membantu mewujudkan pembangunan jembatan gantung penghubung kampung Bongas dan Citalahab.

“Saking gembiranya, masyarakat dari kedua tersebut ikut gotong-royong membangun jembatan gantung,” kata Ivan.

Sementara itu, Ketua Prawita Genppari Tasikmalaya, Rizal, yang juga sebagai fasilitator relawan mengatakan, biaya pembangunan jembatan gantung penghubung dua desa di Tasikmalaya yang terisolasi itu, pihaknya dapatkan dari dana swadaya para relawan.

Pihaknya pn bersyukur, berkat semangat relawan serta kerjasama BPBD, akhirnya bisa membantu masyarakat Citalahab dan Bongas untuk mewujudkan membangun jembatan gantung.

Rizal berharap jembatan gantung ini bisa mempercepat akses lalu-lintas, transportasi, serta komunikasi masyarakat supaya tidak lagi terisolasi. (R3/HR-Online/Editor-Eva)

- Advertisment -