Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita TerbaruFenomena Solstis Terjadi 21 Desember Hari Ini, Apa Saja Maknanya?

Fenomena Solstis Terjadi 21 Desember Hari Ini, Apa Saja Maknanya?

Hari ini tanggal 21 Desember 2021 media social TikTok dihebohkan dengan fenomena solstis. Namun banyak yang tidak mengerti dengan fenomena ini.

Sebenarnya solstis adalah kondisi matahari berada pada titik paling selatan ekuator langit. Jadi, fenomena yang terjadi pada 21 Desember ini menjadi hari terpanjang bagi belahan bumi selatan karena berlangsungnya pertengahan musim panas.

Sebelumnya banyak pembahasan tentang apa yang akan terjadi pada tanggal 21 Desember ini. Tentunya hal ini memicu banyak kekhawatiran.

Baca Juga: Spesies Eumillipes Persephone, Yuk Berkenalan Lebih Jauh

Makna Fenomena Solstis

Ketika solstis terjadi, maka pada bagian bumi selatan siang hari akan terjadi lebih lama dibandingkan malam hari.

Karena pada saat itu, matahari akan condong ke belahan bumi selatan, maka saat terbit dan terbenam matahari akan mengarah ke selatan.

Sedangkan untuk belahan bumi utara, panjang siang akan lebih pendek daripada waktu saat malam hari.

Meskipun begitu, fenomena ini tidak berbahaya dan hanya fenomena astronomi biasa. Untuk lebih jelasnya, berikut makna fenomena yang disebut dengan solstis ini.

Baca Juga: Peluncuran Teleskop James Webb, Konfirmasi Kembali Alami Penundaan

Titik Balik Matahari

Menurut penelitian oleh Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mengatakan bahwa fenomena ini tidak berbahaya. Karena sebenarnya solstis hanyalah fenomena titik balik dari selatan matahari.

Posisi ini menjadikan matahari lebih condong ke belahan bumi selatan sehingga mengakibatkan matahari terbit dan terbenam agak condong ke arah selatan.

Jika kita amati melalui luar angkasa, posisi belahan bumi selatan ini terlihat seperti mendekat ke arah matahari.

Dengan fenomena ini, akibat yang akan terjadi pada bagian belahan bumi utara adalah mengalami malam lebih panjang.

Bahkan saat solstis terjadi, matahari tidak akan terbit di kutub utara. Matahari juga tidak akan pernah terbenam di bagian selatan saat solstis.

Meskipun begitu, fenomena ini tidak akan mempengaruhi aktivitas seismic, vulkanologis, serta oseanografi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Karena sebenarnya fenomena ini adalah fenomena astronomis biasa. Sehingga tidak berbahaya seperti yang banyak orang katakan di media social.

Baca Juga: Robot Mars Ascent Vehicle, Siapkan Penelitian Batuan dan Tanah Mars

Fenomena Biasa

Fenomena solstis ini merupakan proses yang terjadi dan kita kenal sebagai titik balik matahari saja. Terjadinya solstis pada puncaknya akan terjadi tanggal 21 Desember 2021 pada pukul 22.59 WIB malam nanti.

Pada saat itu, belahan bumi selatan dan utara akan mendapati matahari yang terbit dari arah timur tenggara lalu tenggelam dari arah barat daya.

Terutama pada daerah yang berlintang tinggi di bagian selatan akan mendapati matahari terbit dari arah selatan tenggara serta terbenam dari selatan barat daya.

Awalnya banyak warganet merasa khawatir tentang apa yang akan terjadi pada tanggal 21 Desember ini. Namun LAPAN sudah menjelaskan fenomena ini tidak berbahaya dan tak mempengaruhi aktivitas apapun. (R10/HR-Online)

- Advertisment -