Jumat, Mei 20, 2022
BerandaBerita TerbaruGangguan Sistem Pencernaan Akibat Kebiasaan Buruk, Segera Dihindari!

Gangguan Sistem Pencernaan Akibat Kebiasaan Buruk, Segera Dihindari!

Gangguan sistem pencernaan akibat kebiasaan buruk yang tanpa Anda sadari ini harus segera dihindari jika tidak ingin efeknya semakin buruk. Karena pencernaan merupakan salah satu sistem tubuh yang cukup kompleks.

Triliunan bakteri yang terdapat dalam sistem pencernaan membantu tubuh dalam memproses makanan, serta mempertahankan kesehatan dan sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.

Oleh karena itu, makanan dan juga gaya hidup dapat menentukan kesehatan pada sistem pencernaan setiap manusia.

Banyak aspek dalam kehidupan modern saat ini yang bisa merusak mikrobioma pencernaan atau usus, seperti stres yang tinggi, kurang waktu tidur, dan konsumsi makanan olahan.

Semua itu dapat memengaruhi pada sistem tubuh lainnya, seperti hormon, jantung, otak, kulit, serta berkembangnya sejumlah penyakit kronis.

Bahkan kebiasaan sehari-hari itu kerap menjadi salah satu pemicu yang dapat membahayakan kesehatan pencernaan.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat membahayakan pencernaan.

Gangguan Sistem Pencernaan Akibat 12 Kebiasaan Buruk

Sering Konsumsi Makanan Berlemak

Baca Juga : Manfaat Jus Buah Sayur, Redakan Sakit Perut dan Gangguan Pencernaan

Menurut penelitian World Journal of Gastroenterology, sering mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan tinggi lemak trans dan lemak jenuh dapat menurunkan flora pencernaan atau usus dan memengaruhi terhadap komposisi flora pencernaan.

Hal tersebut bisa memicu tidak seimbangnya mikrobiota usus serta menyebabkan munculnya penyakit gastrointestinal.

Sering Konsumsi Minuman Bersoda

Gangguan sistem pencernaan juga dapat terjadi akibat seringnya mengonsumsi minuman yang mengandung soda.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Eropa dengan melibatkan 451 ribu lebih orang dewasa selama 16 tahun menemukan bahwa, mereka yang rutin setiap hari mengonsumsi minuman manis memiliki risiko 59 persen terkena penyakit pencernaan.

Tidak hanya itu, penelitian Journal of American Medical Association menyimpulkan bahwa, konsumsi minuman bersoda sebanyak dua porsi setiap hari dapat meningkatkan risiko kematian hingga 17 persen.

Konsumsi Antibiotik Berlebihan

Gangguan sistem pencernaan juga bisa terjadi akibat mengonsumsi obat antibiotik secara berlebihan. Antibiotik merupakan obat untuk infeksi yang disebabkan bakteri.

Obat tersebut dapat mengatasi infeksi dengan mengurangi atau bahkan membunuh pertumbuhan bakteri. Mengonsumsi jenis obat ini harus sesuai anjuran dari dokter.

Seringnya menggunakan antibiotik tidak hanya mengakibatkan resistensi antibiotik, tapi juga bisa menghancurkan bakteri baik yang ada dalam pencernaan.

Baca Juga : Manfaat Daun Lobak untuk Pencernaan hingga Cegah Kanker

Kurang Serat

Kekurangan serat juga dapat menjadi penyebab terjadinya gangguan sistem pencernaan. Karena serat sebagai karbohidrat kompleks yang sangat penting bagi pencernaan.

Karbohidrat kompleks berupa kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan utuh, dan sayuran butuh waktu yang lebih lama lagi untuk bisa dicerna oleh tubuh. Serta dapat disimpan dan digunakan tubuh sebagai energi.

Hal ini tentu sangat penting buat pencernaan dan juga kesehatan secara menyeluruh. Efek kurang mengonsumsi serat dapat menyebabkan masalah pada pencernaan, salah satunya sembelit.

Makan saat Larut Malam

Canadian Journal of Diabetes menerbitkan sebuah studi yang melibatkan 800 lebih orang dewasa dengan diabetes tipe dua menyimpulkan, makan saat larut malam 2 jam sebelum tidur sedikitnya tiga kali dalam seminggu erat kaitannya dengan penyakit GERD (gastroesophageal reflux).

Selain itu, makan ketika sudah larut malam dapat meningkatkan risiko heartburn dan refluks asam. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan gangguan sistem pencernaan.

Dehidrasi

Air merupakan nutrisi yang sangat penting buat kesehatan. Saluran pencernaan mampu memecah makanan karena kebutuhan air dalam tubuh tercukupi. Oleh karena itulah tubuh bisa dengan mudah menyerap nutrisi.

Orang yang mengalami dehidrasi atau kurang minum air rentan memiliki metabolisme lambat sehingga akan memengaruhi seluruh fungsi tubuh.

Baca Juga : Jenis Penyakit pada Sistem Pencernaan dari Diare, Maag, Hingga GERD

Kurang Gerak

Tubuh yang kurang bergerak menjadi salah satu gaya hidup tidak sehat. Hal ini pun bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan.

Oleh sebab itu, tubuh yang kurang gerak dapat meningkatkan risiko mengalami ketidakseimbangan mikrobiota pencernaan dan obesitas.

Sebaliknya, gaya hidup yang aktif membuat semua bagian dalam tubuh bergerak sehingga metabolisme tubuh pun akan meningkat.

Stres

Stres dalam jangka pendek maupun panjang juga dapat memengaruhi sistem pencernaan. Berbagai masalah gangguan pencernaan akan muncul, seperti diare atau sembelit.

Posisi Duduk Membungkuk

Banyak efek buruk yang akan terjadi jika posisi duduk kerap membungkuk, salah satunya menyebabkan persendian yang ada dalam tubuh tidak sejajar.

Kondisi tersebut mengakibatkan punggung dan leher akan terasa nyeri. Bahkan kebiasaan buruk itu bisa juga berdampak negatif terhadap sistem pencernaan.

Seseorang yang semakin sering membungkuk ke depan mengakibatkan organ internal tubuhnya semakin mendapatkan tekanan. Begitu juga pada saluran pencernaan.

Kondisi penyempitan perut seperti ini dapat menjadi penyebab gejala gangguan pada sistem pencernaan, juga refluks asam.

Posisi Tidur yang Salah

Tidur dengan posisi tengkurap adalah kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi pencernaan. Posisi tidur tengkurap juga bisa memicu naiknya asam lambung serta menyebabkan heartburn.

Seseorang yang memiliki masalah dengan asam lambung sebaiknya tidur miring atau terlentang. Ketika tidur berbaring terlentang maka seluruh tubuh akan sejajar dalam posisi yang netral.

Dengan begitu asam dari dalam perut tidak akan keluar. Posisi tidur menyamping juga bisa mencegah munculnya gejala heartburn.

Kurang Tidur

Waktu tidur yang kurang dapat memengaruhi kesehatan sistem pencernaan. Kebiasaan ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit radang usus, GERD, dispepsia fungsional, dan sindrom iritasi pada usus besar.

Merokok

Merokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan sistem pencernaan, seperti penyakit GERD, mulas, tukak lambung, serta sejumlah penyakit hati lainnya.

Oleh sebab itu, hindari semua kebiasaan buruk tersebut agar kesehatan pencernaan Anda tetap terjaga. (R3/HR-Online/Editor-Eva)

- Advertisment -