Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita BanjarJelang Nataru, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Banjar Naik

Jelang Nataru, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Banjar Naik

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Banjar, Jawa Barat, mulai merangkak naik.

Adapun kebutuhan pokok sehari-hari yang mulai bergerak naik, seperti sayur dan aneka macam cabai.

Bahkan, harga untuk cabai rawit merah untuk tingkat eceran naik tinggi. Para pedagang pasar Banjar menjual cabai rawit merah hingga mendekati Rp 70 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang aneka sayuran di pasar Banjar, Nana (30) mengatakan, sudah hampir satu minggu ini harga sejumlah bahan pokok jenis cabai dan sayuran mulai naik.

Terutama untuk cabai rawit merah naiknya cukup signifikan. Jenis cabai ini naik Rp 10 ribu dari sebelumnya Rp 50 ribu per kilogram. Bahkan, sekarang merangkak naik menjadi Rp 65 ribu per kilogramnya.

Kemudian untuk harga cabai merah jumbo atau lokal, juga ikut pedas harganya menjadi Rp 70 per kilogram. Lalu, cabai merah keriting Rp 40 ribu, dan cabai hijau keriting Rp 25 ribu per kilogram.

“Sekarang cabai rawit merah lagi tinggi. Tiga hari yang lalu itu masih Rp 50 ribu,” kata Nana kepada HR Online, Senin (6/11/2021).

“Sekarang satu ons saya jual Rp 7 ribu, kalau satu kilo Rp 65 ribu. Naiknya sekitar 15 ribuan,” imbuhnya.

Harga Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Kota Banjar Ikut Naik

Selain cabai, harga kebutuhan pokok seperti sayur terong, bawang daun dan bawang merah, kentang dan telur ayam ras, juga ikut merangkak naik. 

Nana menyebutkan, untuk harga terong ungu Rp 10 ribu, bawang daun Rp 17 ribu dan bawang merah Rp 20 ribu per kilogram.

Termasuk harga minyak goreng curah juga masih tinggi, yaitu Rp 19 ribu per kilogram.

“Harga sejumlah bahan pokok hampir semuanya naik. Terong aja biasanya Rp 5 ribu, sekarang jadi Rp 10 ribu,” jelasnya.

Naiknya sejumlah kebutuhan pokok tersebut, menurutnya karena dipicu oleh faktor cuaca yang saat ini memasuki musim penghujan. Sehingga, mempengaruhi stok dan kualitas barang.

Namun begitu, kata Nana, untuk kondisi pasar sendiri saat ini belum begitu stabil, karena jika melihat dari hasil omzet penjualan hampir rata-rata menurun.

“Kalau pasar mah ramai, cuma yang belanja itu nggak begitu banyak. Biasanya saya jual cabai rawit itu sampai siang habis 10 kilo. Tapi sekarang 5 kilo aja udah berat,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Wawan, mengaku keberatan atas naiknya harga sejumlah bahan pokok tersebut.

Namun demikian, ia tetap memilih berbelanja. Karena menurutnya hal itu sudah menjadi bagian dari kebutuhan, agar aktivitas memasak di rumah tidak terganggu.

“Tadi saya beli satu ons cabai rawit harganya Rp 7 ribu. Dibilang mahal ya mau gimana, buat kebutuhan masak di rumah,” singkatnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor-Adi)

- Advertisment -