Jumat, Januari 28, 2022
BerandaBerita BanjarJelang Akhir Tahun, Target PAD Kota Banjar Baru Tercapai 60,92 Persen

Jelang Akhir Tahun, Target PAD Kota Banjar Baru Tercapai 60,92 Persen

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Banjar, Jawa Barat, menyebut jelang akhir tahun realisasi target pendapatan asli daerah (PAD) Kota Banjar, masih rendah. 

Realisasi target pendapatan asli daerah hingga tanggal 3 Desember baru tercapai sekitar 60,92 persen atau sebesar Rp 84.096.158.260,00 miliar.

Kepala BPPKAD Kota Banjar, Agus Eka Sumpana, melalui Kabid Pendapatan Fauzi Efendi, mengatakan, pada tahun ini untuk target pendapatan asli daerah (PAD) yaitu sebesar Rp 138.053.491.482,00 miliar.

Dari target PAD tersebut berdasarkan data laporan yang ada, jumlah pendapatan yang sudah masuk per 3 Desember ini yaitu sekitar 60,92 persen. Ini berarti PAD Kota Banjar baru terealisasi sebesar Rp 84.096.158.260,00 miliar.

Pendapatan tersebut, lanjut Fauzi, bersumber dari 19 instansi atau OPD yang selama ini menjadi penyumbang atau penghasil pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Banjar.

“Realisasi pendapatan yang sudah masuk baru sekitar 60,92 persen. Jadi masih ada sekitar 39,08 persen lagi yang belum terealisasi,” kata Fauzi kepada HR Online, Jumat (3/12/21).

Alasan Target PAD Kota Banjar Masih Rendah

Lanjutnya, masih rendahnya realisasi target pendapatan tersebut karena pendapatan dari BLUD RSU Banjar baru masuk sekitar 51,52 persen. Pendapatan dari BLUD RSU Banjar baru masuk sebesar Rp.51.522.954.724,00 miliar.

Sedangkan pendapatan dari BLUD RSU Banjar selama ini menjadi instansi dengan target pendapatan terbesar. 

Adapun target pendapatan dari BLUD RSU Banjar pada tahun ini yaitu sebesar Rp 100.000.000.000,00 miliar.

Baca Juga: Kuota Penerima Bantuan Rutilahu di Kota Banjar Bertambah 400 Unit

Namun begitu, kata Fauzi, secara teknis untuk capaian realisasi target pendapatan pajak dan retribusi dari instansi lain penghasil PAD rata-rata sudah memenuhi target pendapatan.

“PAD dari BLUD itu cukup tinggi jadi mempengaruhi jumlah persentase. Tapi kalau pendapatan dari instansi penghasil PAD yang lain rata-rata sudah memenuhi target,” ujarnya.

Lebih lanjut Fauzi menambahkan, untuk meningkatkan PAD rencananya pemerintah akan menambah pendapatan dari sektor parkir, pariwisata dan tera ulang.

Akan tetapi, untuk peningkatan PAD pada sektor parkir tersebut masih terkendala Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) dari pemilik lahan.

“Untuk peningkatan pendapatan sektor parkir itu sudah ada Perda-nya. Cuma masih terkendala dengan IPPT. Jadi belum bisa terealisasi,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -