Minggu, Januari 23, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariSejak Pandemi Covid-19, Jumlah RTM di Kutawaringin Ciamis Meningkat

Sejak Pandemi Covid-19, Jumlah RTM di Kutawaringin Ciamis Meningkat

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejak pandemi virus Covid-19, jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) di Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami lonjakan yang signifikan.

Hal itu dikatakan Kepala Desa Kutawaringin, Kartim, saat berlangsungnya reses anggota DPRD Kabupaten Ciamis, di aula Kantor Desa Kutawaringin, Kamis (9/12/2021).

“Sejak adanya virus covid-19, jumlah RTM di Desa Kutawaringin mengalami lonjakan yang sangat tinggi. Dari jumlah awal sekitar 311 jiwa, kini naik menjadi 503 jiwa,” kata Kartim.

Adapun jumlah tersebut, sambung Kartim, merujuk dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Ia menuturkan, jumlah penduduk Desa Kutawaringin sebanyak 2.227 jiwa, dari 1.007 Kepala Keluarga (KK), tercatat ada 503 keluarga masuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin.

Sehingga menurutnya, perlu adanya upaya serius dalam  penanganan untuk menurunkan jumlah angka kemiskinan.

“Dari jumlah itu, warga miskin di desa kami naik sangat drastis,” tuturnya.

Ia mengkalkulasikan bahwa warga miskin sejak pandemi Covid-19 ini mencapai 50 persen dari jumlah KK.

“Hal ini kemungkinan besarnya akibat dampak dari Covid-19, yang mana banyak warga kami kehilangan mata pencaharian (pekerjaan),” imbuhnya.

Solusi Mengatasi Jumlah RTM di Kutawaringin Ciamis yang Meningkat

Sementara untuk menurunkan jumlah kemiskinan ini, Kartim meminta kepada pemerintah harus ikut andil secara serius.

Salah satunya adalah membuka lapangan kerja, serta membangun sarana infrastruktur sebagai penunjang ekonomi masyarakat.

Terlebih, menurutnya, Kutawaringin ini salah satu desa di Ciamis yang berbatasan dengan wilayah Kota Banjar.

“Sehingga perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Desa Kutawaringin mempunyai luas wilayah kurang lebih 800 hektare. Dimana, 400 hektare adalah lahan perkebunan PTPN VIII Batulawang.

Sedangkan 400 hektar lagi merupakan lahan perkebunan rakyat, perumahan dan pesawahan.

“Sementara untuk mayoritas pekerjaan masyarakatnya sebagai buruh tani dan buruh perkebunan,” katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Prihatin

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Ciamis, Novi Zaenudin, sebagai wakil rakyat ia mengaku prihatin dengan adanya jumlah peningkatan RTM di Desa Kutawaringin.

Menurutnya, Desa Kutawaringin ini merupakan salah satu wajah Kabupaten Ciamis yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pemkab Ciamis.

Sebab, desa tersebut berbatasan langsung dengan Kota Banjar, tepatnya dengan Dusun Karangsari, Desa Batulawang, Kota Banjar.

“Sehingga perlu adanya sebuah perhatian yang serius dari pemerintah,” katanya.

Oleh karena itu, alasan Novi memilih Desa Kutawaringin untuk lokasi reses. Hal tersebut, karena ia ingin langsung mendengarkan aspirasi masyarakatnya.

Ternyata, dari aspirasi warga Desa Kutawaringin, persoalan utama dalam meningkatkan ekonomi masyarakat adalah ada pada titik pembangunan infrastruktur.

Selain itu, ia juga melihat prospek pertanian Desa Kutawaringin ini perlu adanya perhatian. “Karena satu-satunya lahan ekonomi masyarakat Desa Kutawaringin merupakan pertanian,” ucapnya.

Akan tetapi, lanjutnya, ternyata kondisinya lahan sawahnya tadah hujan, dan sebagiannya lagi merupakan rawa.

“Hal ini nanti akan kita pikirkan dan kawal bersama-sama, agar semua yang menjadi kendala di masyarakat bisa teratasi,” pungkasnya. (Suherman/R5/HR-Online/Editor-Adi)

- Advertisment -