Kamis, Juli 7, 2022
BerandaBerita TerbaruKeteladanan Nabi Zulkifli, Raja yang Luar Biasa Sabar

Keteladanan Nabi Zulkifli, Raja yang Luar Biasa Sabar

Keteladanan Nabi Zulkifli patut kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dia sangat sabar dan tidak mudah mengeluh ketika Allah SWT memberikan banyak ujian. 

Ketika masalah datang menghampiri, Nabi Zulkifli senantiasa memilih untuk mendekatkan diri dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Sifat-sifat Nabi Zulkifli ini sangat terpuji dan wajib kita teladani. 

baca juga: Keteladanan Zubair bin Awwam, Berani dan Rela Berkorban Demi Islam

Belajar dari Keteladanan Nabi Zulkifli

Nabi Zulkifli as adalah anak dari Nabi Ayub dan merupakan cucu dari Nabi Ibrahim. Dia diangkat menjadi nabi setelah Nabi Ayub. Kemudian menjadi nabi yang mempunyai sifat sabar luar biasa.

Semasa hidupnya, dia diutus Allah menyebarkan Islam pada kaum Amoria di Damaskus, Suriah. Berikut keteladanan Nabi Zulkifli yang wajib Anda ketahui!

baca juga: Keteladanan Nabi Adam As, Ada Beberapa Hikmah Dibalik Segalanya

Tidak Pernah Berbohong dan Selalu Menepati Janji

Nabi Zulkifli menjadi satu-satunya anak Nabi Ayub yang selamat dari musibah runtuhnya rumah sang ayahanda. Diketahui kejadian tersebut menewaskan seluruh saudaranya kecuali dirinya. 

Nabi Zulkifli tumbuh menjadi anak yang penyabar. Hal tersebut merupakan jawaban dari sebuah doa atas namanya sewaktu kecil. 

Saat masih kecil, Nabi Zulkifli bernama Barsyadan yang memiliki arti orang yang sabar. 

Sejak kecil, penduduk setempat menyayangi dan senang dengan Nabi Zulkifli. Keteladanan Nabi Zulkifli sejak kecil tercermin dari sifatnya yang jujur.

Dia tidak pernah berbohong dan selalu menepati janji atas apa yang menjadi ucapannya. 

baca juga: Keteladanan Nabi Sulaiman, Pemimpin Besar yang Adil dan Bijak

Manusia yang Taat Beribadah

Sebelum diangkat menjadi seorang nabi, Nabi Zulkifli sudah taat dan rajin beribadah. Dalam kesehariannya, dia selalu mengerjakan ibadah sholat sebanyak 100 kali setiap harinya. 

Keteladanan Nabi Zulkifli senantiasa taat beribadah ini wajib kita ikuti.

Dalam firman Allah SWT menyebutkan tentang ketaatan beribadah. Quran Surat Al-Anbiya ayat 86:

Sebelum menjadi raja, Nabi Zulkifli telah menjadi manusia yang rajin beribadah. Seperti kisah ayahnya, Nabi Zulkifli kerap menerima godaan dari iblis.

Bahkan selama menjadi raja, iblis sering menggodanya. Iblis menemui Nabi Zulkifli  dengan berbagai wujud, salah satunya adalah menjelma sebagai rakyat jelata. 

Pada waktu itu iblis mengirimkan golongan syaitan untuk menggoda. Meski pengawal mengatakan jika raja tengah beristirahat namun setan berwujud laki-laki rakyat jelata tetap memaksa. 

Mengetahui hal tersebut, Nabi Zulkifli meminta tamunya menunggu di ruang pengadilan istana. Sesampainya di ruang tersebut tamu tidak ada.

Kejadian itu berulang hingga beberapa kali. Alhasil setan menyerah karena tidak berhasil membuat Nabi Zulkifli marah dan ingkar atas janjinya.

Berpendirian Teguh dan Sabar

Nabi Zulkifli menjadi seorang raja yang sabar dan berpendirian teguh. Berkat sifat-sifat tersebut dia selalu bijak dalam menghadapi berbagai persoalan. 

Kemudian, keteladanan Nabi Zulkifli lainnya adalah tidak terburu-buru saat mengambil keputusan. Bahkan selalu melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang.

Sebelum menjadi seorang raja, Nabi Zulkifli ikut melaksanakan sebuah sayembara. 

Persyaratan sayembara untuk menjadi seorang raja adalah harus menjalankan ibadah puasa saat siang hari dan sholat malam. Hal tersebut harus dilakukan selama menjadi raja hingga wafat.

Informasi mengenai sayembara cepat menyebar ke seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat pun berdatangan ke kerajaan untuk menemui sang raja, mulai dari pemuka suku, rakyat biasa, dan tidak ketinggalan Nabi Zulkifli turut hadir.

Maka berkumpulah mereka di alun-alun kerajaan dan menunggu sang raja datang. Kemudian tepuk tangan terdengar riuh ketika sang raja datang. 

Sang raja mengatakan terkait persyaratan, kemudian tiba-tiba saja Nabi Zulkifli mengangkat tangan dan menyanggupinya. 

Karena menyanggupi sayembara tersebut, dia terpilih menjadi raja. Persyaratan dari raja tidak menyulitkan Nabi Zulkifli, pasalnya dia memang sudah menjadi manusia yang taat beribadah.

Nabi Zulkifli memimpin negeri Syam dengan sangat baik dan bijak. Kemudian dia selalu mementingkan urusan rakyat daripada kepentingan pribadi atau keluarganya.

Janji untuk puasa di siang hari dan beribadah di malam hari selalu dipegang teguh. Dalam kondisi seperti apapun selalu bersabar dan menahan amarah.

Keteladanan Nabi Zulkifli sangat teguh dan sabar melaksanakan amanah sebagai raja hingga akhir hayatnya. Sifat Nabi Zulkifli tersebut membuatnya menjadi seorang raja yang termasyhur.

Kita dapat meneladani sifat tersebut, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan harapan dapat mencapai tujuan hidup bahagia dunia dan akhirat. (Muhafid/R6/HR-Online)