Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita TerbaruKeteladanan Zaid Bin Tsabit, Sosok Pemberani dan Bertanggung Jawab

Keteladanan Zaid Bin Tsabit, Sosok Pemberani dan Bertanggung Jawab

Membahas tentang keteladanan Zaid bin Tsabit, berarti mengajak kita untuk kembali ke kehidupan masa dahulu. Lebih tepatnya, tahun kedua Hijriyah.

Ketika itu Kota Madinah sedang sibuk mempersiapkan segala hal untuk menghadapi perang Badar. Saat Rasulullah melakukan pemeriksaan terakhir, para tentara muslimin yang pertama dibentuk.

Mendengar nama Zaid bin Tsabit, terlintas di kepala kita adalah anak-anak. Memang, kehebatan anak-anak di sekitar Rasulullah SAW sangat patut untuk kita teladani.

Salah satunya adalah Zaid bin Tsabit. Ia merupakan anak keturunan Bani Khazraj. Kisahnya sangat menginspirasi. Bahkan sering pula dikenal sebagai penerjemah Muhammad SAW.

Salah satu hal yang menyebabkan Zaid terkenal di kalangan muslim adalah kecerdasannya yang sangat luar biasa.

Saat Zaid berusia 11 tahun, ia sudah menghafalkan beberapa surah Al-Qur’an. Mendengar hal tersebut, mengundang perhatian Nabi Muhammad SAW.

baca juga: Keteladanan Nabi Zulkifli, Raja yang Luar Biasa Sabar

Ketahui Keteladanan Zaid Bin Tsabit dalam Islam

Keistimewaannya membuat Rasulullah memanggil Zaid. Rasul mempunyai niat baik untuk mengetes kemampuan Zaid tersebut.

Ternyata Rasul sendiri juga sangat mengagumi kecerdasan anak tersebut. Lantas menyuruhnya untuk mempelajari bahasa Ibrani.

Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi anak tersebut. Kejadian tersebut memang berkat kecerdasan yang ia miliki.

Namun keteladanan Zaid bin Tsabit juga membuahkan hasil, menyebabkan dirinya diangkat menjadi sekretaris Rasulullah SAW.

Apabila Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu, langsung memanggil Zaid. Rasulullah lantas membacakan apa yang sudah didapatkan.

Kemudian Zaid juga segera menuliskannya. Ia juga sosok bagi umat muslim bertanya tentang Al-Qur’an. Akan tetapi, urutannya sesudah Rasul.

baca juga: Keteladanan Zubair bin Awwam, Berani dan Rela Berkorban Demi Islam

Pemberani

Bukan hanya kecerdasan yang menjadi keteladanan Zaid bin Tsabit. Sebab, meskipun anak-anak, ia adalah sosok yang pemberani.

Hal ini bisa terbukti dengan keberaniannya bergabung dalam pasukan muslim. Ia membantu Nabi SAW saat perang Uhud dan Badar.

Akan tetapi, karena umurnya masih kecil, Rasulullah melarangnya. Hingga pada akhirnya, ia mengikuti perang Khandaq.

Jika kita melihat kehidupan sekarang ini, apakah ada sosok anak kecil yang berani ikut perang? Tentu saja tidak.

Jangankan anak kecil, orang dewasa saja bisa takut mengikuti perang. Sebab apa? Takut mati, apalagi harus terkena alat perang.

Ketahuilah, saat perang melawan nabi palsu, Musailamah Al-Kadzab, banyak penghafal Al-Qur’an yang gugur.

Hal ini juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi khalifah Abu Bakar. Bahkan hal inilah yang menyebabkan Abu Bakar menyuruh Zaid untuk mengumpulkan semua mushaf dan membukukannya.

baca juga: Keteladanan Nabi Daud Menginspirasi Kehidupan Umat Manusia

Amanah dan Bertanggung Jawab

Bisa mendapatkan amanah yang besar tersebut, tentunya menjadi keteladanan Zaid bin Tsabit. Dalam kehidupan sekarang ini, Abu Bakar adalah salah satu pemilik jabatan tertinggi di kalangan pemerintah. Bisa saja wakil presiden atau bahkan presiden sekalipun.

Jika kita logika, orang biasa yang mampu mendapatkan amanah besar dari seorang presiden itu bukankah suatu kebanggaan tersendiri?

Kendati demikian, tidak menyebabkan Zaid sombong terhadap apa yang sudah ia dapatkan. Justru menyebabkannya memegang amanah tersebut dengan baik serta rasa tanggung jawab yang besar.

Dengan rasa sabar dan ikhlas, Zaid menyusun ayat-ayat Al-Qur’an hingga terbagi berdasarkan masing-masing surat.

Sampai-sampai ia mengatakan, “Demi Allah apabila kalian menyuruhku untuk memindahkan bukit dari tempatnya, maka hal itu akan aku lakukan jika memang perintah untukku”.

Pantang Menyerah

Dalam keteladanan Zaid bin Tsabit ini, membukukan Al-Qur’an itu bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Sebab, dahulu ayat-ayat Al-Qur’an itu dihafalkan oleh banyak orang.

Sehingga bisa juga kita katakan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an itu tercecer. Ada yang tertulis di daun lontar, pelepah kurma, batu, dan ada pula yang jadi hafalan orang-orang.

Karena Zaid memegang teguh amanah dari khalifah Abu Bakar, dengan semangatnya ia mengumpulkan semua ayat Al-Qur’an secara teliti.

Zaid bin Tsabit juga tidak pantang menyerah, sehingga dapat sukses menjalankan amanah yang diberikan oleh Abu Bakar.

Hal tersebut tentunya juga menjadi salah satu keteladanan Zaid bin Tsabit. Memiliki rasa tanggung jawab besar terhadap apa yang sudah khalifah Abu Bakar amanahkan. Tetap semangat dan terus berusaha untuk membukukan Al-Qur’an meskipun harus mengumpulkan dari tempat yang berbeda-beda. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -