Minggu, Mei 22, 2022
BerandaBerita TerbaruKisah Teladan Siti Masyitoh yang Mampu Mempertahankan Imannya

Kisah Teladan Siti Masyitoh yang Mampu Mempertahankan Imannya

Kisah teladan Siti Masyitoh semasa hidup pada zaman Firaun penting diketahui. Posisi seseorang semasa hidup, sebenarnya tidak menentukan kualitas di sisi Allah SWT.

Seseorang yang tampak hina di pandangan kebanyakan orang, juga tidak lantas menjadi hina di mata Allah. Begitupun orang yang terlihat mulia, belum tentu mulia di sisi Allah.

Hal itu karena Allah lebih mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Seperti pada kisah teladan seorang wanita mulia bernama Siti Masyitoh yang menjaga iman dalam hatinya.

Sosok perempuan ini menjadi teladan bagi semua orang. Ia bersabar dan berpegang teguh kepada kebenaran.

Bahkan memilih untuk berkorban demi agama yang ia anut. Ia harus menghadapi bahaya yang akan merenggut nyawanya dan keluarganya.

baca juga: Kisah Teladan Imam Syafi’i, Semangat Tholabul ‘Ilmi Hormat pada Guru

Ketahui Kisah Teladan Siti Masyitoh

Siti Masyitoh hidup pada zaman kekuasaan Firaun. Ia hidup dengan raja kejam yang menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Ia bekerja dalam istana menjadi pengasuh putri Firaun. Siti Masyitoh bekerja sebagai perias putri Firaun. Namun ada kisah sepele yang memberikan dampak besar. 

Suatu saat ia sedang menyisiri dengan lembut rambut putri Firaun. Namun tanpa sengaja ia menjatuhkan sisirnya.

Saat hendak mengambilnya, dengan spontan mengucapkan basmalah. Hal itu karena sudah menjadi kebiasaan mengucapkan kata tersebut. Sang putri tampak heran mendengar perkataan Masyitoh tersebut.

Tanpa mengkhawatirkan konsekuensi yang mungkin terjadi, ia menjawab dengan tegas bahwa Allah merupakan Rabbnya.

Allah adalah Tuhan yang telah menciptakannya. Oleh karena itu, menyembahnya tanpa menyekutukannya.

baca juga: Kisah Ratu Siti Aminah Pemimpin Banten dan Anaknya yang Tamak

Sang putri segera melapor kejadian tersebut kepada Firaun. Pada saat itu, Firaun merupakan seseorang yang gila kehormatan.

Raja Firaun yang baru saja selesai mendengar kisah dari sang putri, kemudian memanggil Masyitoh untuk meminta keterangannya.

Ia ingin mendengarkan langsung mengenai kebenaran semua hal dari cerita putrinya. Masyitoh pun membenarkan hal tersebut. Pada kisah teladan ini, Siti Masyitoh tidak gentar sama sekali.

Meskipun dapat membayangkan siksaan pedih yang mungkin didapatkan. Hal itu karena kemungkinan Firaun menganggapnya sebagai suatu bentuk pelecehan.

Benar saja, Firaun menyeret Masyitoh bersama anak-anaknya menuju khalayak yang sudah berkerumun. Masyitoh bersama anak-anaknya berhadapan dengan api unggun yang menyala.

Bahkan memanaskan sebuah kuali besar dengan minyak mendidih. Ia memaksa Masyitoh agar mengubah keyakinannya pada Allah SWT.

Lalu menjadi tunduk kepada Firaun. Apabila tidak ia lakukan, maka kuali panas tersebut yang akan merenggut nyawanya bersama anak-anaknya.

baca juga: Kisah Kedermawanan Utsman bin Affan Menjadi Teladan Bagi Kehidupan

Tidak Gentar

Dalam kisah teladan Siti Masyitoh, ia tetap pada pendiriannya dan mempertahankan imannya. Kemudian Firaun meminta algojonya untuk dorong seorang anaknya dalam kuali.

Sehingga sang anak syahid dalam keridaan Allah SWT. Setelah itu, Firaun tetap memaksa lagi, namun Siti Masyitoh terus bertahan.

Sehingga seorang anak laki-lakinya masuk ke dalam kuali mendidih tersebut. Akhirnya yang tersisa hanyalah ia bersama anaknya paling kecil dalam gendongannya.

Firaun masih saja memaksa untuk hal serupa. Pada saat itu, Masyitoh telah mencapai puncak kesedihannya.

Hal itu karena melihat dengan mata kepalanya sendiri kematian anak-anaknya. Masyitoh hanya bisa pasrah kepada Allah. Secara tiba-tiba Allah memberinya semangat.

Anak yang paling kecil tersebut tiba-tiba berbicara. Kalimat pertama yang terucap dari lisan anaknya sungguh menakjubkan. Ia meminta sang bunda untuk melompat, karena yang dituju adalah surga.

Akhirnya Masyitoh memilih tetap masuk ke dalam kuali tersebut bersama anaknya. Namun ternyata, begitu minyak panas menggerus raga orang-orang istiqomah, tercium wangi harum dari dalam kuali tersebut.

Kisah teladan Siti Masyitoh ini terlihat dalam mempertahankan agamanya. Kini Allah telah membuktikan untuk seluruh hamba-Nya yang istiqamah.

Saat Masyitoh dan anak-anaknya masuk satu per satu ke kuali mendidih, Allah ternyata terlebih dahulu mencabut nyawanya. Sehingga tidak merasakan panasnya minyak mendidih tersebut.

Tersisa hanyalah tulang Siti Masyitoh bersama anak-anaknya. Ia dikubur pada suatu tempat sampai mengeluarkan wangi yang tercium harum. Sehingga syahidlah Masyitoh bersama anak-anaknya dan akan menjadi penghuni surga.

Kisah teladan Siti Masyitoh sebagai perempuan yang dapat memegang teguh kebenaran dan imannya. Sehingga aroma wangi tercium sebagai penghormatan pada Masyitoh. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -