Rabu, Januari 26, 2022
BerandaBerita BanjarNasi Kuning Perempatan Djarum, Alternatif Kuliner Malam di Kota Banjar

Nasi Kuning Perempatan Djarum, Alternatif Kuliner Malam di Kota Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Nasi kuning perempatan Djarum menjadi menu alternatif kuliner malam di Kota Banjar, Jawa Barat. Tepatnya di halaman sebuah bengkel motor yang ada di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Pedagang nasi kuning perempatan Djarum, Sri mengatakan, ia mulai menggeluti usaha kuliner tersebut sejak pertengahan 2016. Tak hanya nasi kuning, ia juga menyediakan aneka gorengan, seperti gorengan tempe, bala-bala, tahu isi, dan pisang goreng.

“Saya mengontrak di sini,” kata Sri kepada HR Online, Sabtu (04/12/2021) malam, sambil tetap melayani pelanggan yang sudah antri.

Selama ini memang nasi kuningnya selalu laris manis. Setiap malam Sri bersama sang suami, Yudi, dan dibantu oleh dua orang pegawainya mulai berjualan dari pukul 22.00 WIB sampai sekitar pukul 06.00 WIB.

Setiap malam pelanggannya selalu berdatangan. Ada yang dimakan di tempat, tapi tak sedikit pula yang dibawa pulang.

Sri mengungkapkan, para pelanggannya terdiri dari para pekerja yang pulang malam hari, pelajar dan mahasiswa yang nongkrong sambil menikmati nasi kuning bersama teman-temannya.

“Bukanya dari jam 10 malam, kadang sampai jam 6, ya sampai habis lah, nggak tentu. Tapi rata-rata jam 6 pagi sudah habis,” tutur perempuan paruh baya itu.

Baca Juga : Bubur Kacang Khas Madura di Kota Banjar Laris Manis

Mengenai harga, lanjut Sri, untuk satu porsi nasi kuning lengkap dengan satu gorengan tempe, telur dadar iris tipis, abon sapi, tempe orek kering, sambal dan kerupuk harganya hanya Rp 7.000 saja.

Nasi kuning selalu tersaji dalam keadaan hangat, karena Sri sengaja menyimpannya dalam penghangat nasi. Hal itulah yang menjadi daya tarik pengunjung untuk menikmati nasi kuning saat malam hari.

Selain itu, keramahan dari pedagang juga menjadi salah satu hal penting untuk menarik pembeli. Ketika melayani para pembeli, Sri terkadang berbincang dengan mereka.

Sri juga mengungkapkan, dalam sehari bisa menghabiskan 27-40 kilogram beras untuk nasi kuning.

Bahkan kalau malam Minggu ia menyediakan lebih, berbeda dengan hari-hari biasa. Setiap harinya ia bisa menjual sebanyak 250-300 porsi nasi kuning.

“Saya menghitung dari jumlah kertas nasi yang habis saja. Satu pak 250 lembar, kadang 300 lembar,” ungkapnya.

Baca Juga : Ada Soto Khas Purwakarta di Kuliner Bulak Sampih Kota Banjar

Gorengan Panas Pelengkap Nasi Kuning Perempatan Djarum

Selain nasi kuning, warung gerobak inipun menyajikan gorengan tempe, bala-bala (bakwan), tahu isi, serta pisang goreng.

Yudi, sang pemilik yang tugasnya menggoreng, mengatakan, dari mulai buka pukul 22.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB, ia bisa membuat gorengan tempe sebanyak 700 potong.

Bala-bala dan tahu isi pun tak kalah dari tempe, ratusan potong selalu habis terjual. “Sekitar 700 potong lah, dari 70 papan tempe,” kata Yudi, sambil membolak-balik gorengan dalam wajan.

Pengunjung Akui Nasi Kuning Djarum Kota Banjar Enak dan Murah

Sementara itu, terlihat sejumlah pelanggan tengah menikmati kuliner malam nasi kuning perempatan Djarum. Mereka mengakui kelezatan nasi kuning buatan Sri ini. Apalagi dengan harga yang sangat terjangkau.

“Nasi kuning di sini rasanya enak dan harganya murah. Top pokoknya,” ungkap Tamara, salah satu pengunjung yang masih statusnya masih pelajar SMA.

Ia juga mengatakan, penyajian nasi kuning perempatan Djarum ini cukup lengkap. Ada satu potong gorengan, tempe orek kering, telur dadar iris tipis, abon sapi, sambal, serta kerupuk putih.

Selain itu, pengunjung boleh memilih salah satu gorengan kesukaannya, misal gorengan tempe, bala-bala atau bakwan, dan tahu isi. (Aan/R3/HR-Online/Editor-Eva)

- Advertisment -