Rabu, Januari 26, 2022
BerandaBerita TerbaruPerbedaan Satelit Alami dan Buatan, Pahami Fungsinya di Tata Surya

Perbedaan Satelit Alami dan Buatan, Pahami Fungsinya di Tata Surya

Perbedaan satelit alami dan buatan wajib kamu ketahui. Satelit merupakan benda angkasa yang mendatangkan banyak manfaat untuk manusia di bumi.

Ada dua jenis satelit dalam sistem tata surya yang penting kita ketahui. Lalu apa yang membedakannya?

Inilah Perbedaan Satelit Alami dan Buatan

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata satelit. Satelit sering muncul dalam buku pelajaran IPA di sekolahan.

Di media TV maupun internet pun kata satelit seringkali muncul ketika membahas topik luar angkasa. Lalu, apa satelit itu?

Satelit merupakan sebuah benda luar angkasa yang mengorbit benda lainnya. Waktu mengorbitnya berbeda pada setiap satelit.

Baca Juga: Proses Terbentuknya Awan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

Semakin kecil benda yang dirotasikan, maka akan semakin cepat juga waktu yang satelit butuhkan. Bumi memiliki satelit yang mengorbit secara mengelompok menjadi dua, yaitu alami dan buatan.

Dua satelit ini pada dasarnya memiliki fungsi yang sama. Satu-satunya yang membedakan adalah pembuatan satelit tersebut.

Satelit Alami

Satelit alami merupakan benda luar angkasa yang bukan buatan manusia. Artinya, perbedaan satelit alami dan buatan ini sudah ada jauh sebelum peradaban manusia dimulai.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka planet yang mengelilingi bintang atau pusat galaksi termasuk satelit alami.

Kita mengetahui delapan planet yang ada di dalam sistem tata surya, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Baca Juga: Pengertian Revolusi Bumi dan Pengaruhnya Terhadap Fenomena Alam

Planet-planet tersebut merupakan satelit yang mengelilingi matahari. Tetapi, tidak semua planet memiliki satelit yang mengorbitnya, contohnya Merkurius dan Venus. Selain itu, setiap planet memiliki satelit alaminya.

  • Bumi, memiliki bulan (Luna).
  • Mars, satelit alaminya yaitu Phobos dan Deimos.
  • Jupiter, memiliki beberapa satelit yaitu Io, Europa, Ganymede, Callisto, Metis, Adrastea, Thebe, dan lainnya.
  • Saturnus, satelit alami Atlas, Mimas, Janus, Titan, dan lain-lain.
  • Uranus, yaitu Ariel, Titania, Cordelia, Bianca.
  • Neptunus, memiliki Triton, Thalassa, Glatea, dan masih banyak lagi.

Secara umum perbedaan satelit alami dan buatan ada di ukurannya. Satelit buatan berukuran jauh lebih kecil dari planet yang mereka kelilingi.

Baca Juga: Perbedaan Tropis dan Subtropis Lengkap Dengan Daerah Persebarannya

Satelit Buatan

Jika satelit alami sudah terbentuk secara alami dalam sistem tata surya, maka berbeda dengan satelit buatan. Satelit buatan merupakan benda luar angkasa yang dibuat khusus oleh manusia.

Sejarah mencatat satelit buatan pertama yang meluncur merupakan buatan Rusia bernama Sputnik 1. Satelit Sputnik 1 meluncur untuk pertama kalinya pada 4 Oktober 1957.

Fungsi Satelit Alami dan Buatan

Perbedaan keduanya juga ada di fungsinya. Satelit buatan biasanya memiliki fungsi untuk kepentingan telekomunikasi manusia saja.

Sedangkan satelit alami ada untuk melindungi benda yang mereka orbit.

Mereka melindunginya agar pusat orbit tidak terhantam oleh benda luar angkasa lainnya, seperti asteroid, komet, dan lain sebagainya,

Berikut ulasan lengkap mengenai fungsi satelit alami dan buatan.

Satelit Alami

  • Satelit alami memiliki fungsi sebagai penarik benda langit berukuran kecil di sekitarnya, sehingga tidak terjadi tabrakan di pusat orbit satelit.
  • Untuk memantulkan sinar dari bintang di sekitarnya. Hal tersebut membuat planet memiliki cahaya meskipun di malam hari.
  • Satelit alami bumi, yaitu bulan dapat menjadi penyebab pasang surut air laut, sehingga memudahkan nelayan untuk mencari ikan.

Satelit Buatan

Fungsi satelit buatan berkaitan langsung dengan jenisnya.

  • Navigasi : satelit yang berfungsi untuk memberi informasi posisi pesawat terbang atau pesawat.
  • Meteorologi : untuk memprediksi atau meramal cuaca di bumi.
  • Komunikasi : memiliki fungsi untuk komunikasi. Contoh penerapannya ada di telepon dan televisi.
  • Penelitian : memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan penelitian tata surya.
  • Geodesi : untuk membantu pemetaan wilayah di bumi.
  • Survey sumber daya alam : untuk memetakan persebaran seluruh sumber daya alam yang ada di bumi. Contohnya seperti lokasi persebaran tambang, pertanian, hingga perikanan.
  • Militer : untuk kebutuhan di bidang kemiliteran suatu negara.

Indonesia sudah berhasil meluncurkan satu satelit buatan ke ruang angkasa bernama satelit Palapa. Satelit Palapa memiliki kegunaan atau kepentingan di komunikasi, televisi, dan radio.

Tak hanya Indonesia, beberapa negara tetangga menyewa satelit Palapa untuk kepentingan yang sama.

Jadi, dapat kamu simpulkan perbedaan satelit alami dan buatan terletak di cara pembuatan dan fungsinya. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -