Selasa, Mei 24, 2022
BerandaBerita TerbaruPeristiwa di Gua Hira yang Dialami Rasulullah, Menjadi Tanda Kenabian

Peristiwa di Gua Hira yang Dialami Rasulullah, Menjadi Tanda Kenabian

Peristiwa di Gua Hira merupakan salah satu hal yang penting untuk kita ketahui. Mungkin nama gua tersebut sudah tidak asing lagi bagi kita. Gua tersebut merupakan tempat terbaik bagi Nabi Muhammad SAW. Selain menjadi tempat terbaik, tempat ini juga termasuk tempat yang bersejarah bagi umat Islam.

Karena menempati gua tersebut, sekarang ini kita bisa berada di zaman yang terang benderang. Sebab, Nabi Muhammad SAW mampu melawan zaman kebodohan, dengan dan atas Ridho dari Allah SWT. Hal ini juga bukan hal yang sepele. Terdapat banyak perjuangan yang harus Nabi Muhammad lakukan untuk kita umatnya sampai pada zaman sekarang ini.

Dalam menyebarkan agama Islam, Nabi Muhammad tidak pernah menyerah. Beliau percaya bahwa semuanya itu Allah yang sudah mengatur dan Allah juga yang akan menolongnya. Meskipun dicaci, dimaki, disiksa, bahkan diludahi sekalipun, Nabi Muhammad SAW itu tetap sabar dan tabah.

baca juga: Peristiwa di Bulan Dzulqa’dah dalam Islam yang Penting dan Bermanfaat

Peristiwa Di Gua Hira yang Penting

Sudah tahukah kita sebenarnya peristiwa apa saja yang terjadi di Gua Hira itu sendiri? Mengapa bisa dikatakan sebagai tempat bersejarah dan tempat yang penting untuk terus kita ingat? Padahal seharusnya, hal yang demikian itu sudah menjadi pengetahuan yang umum untuk kita.

Namun, tidak mengapa apabila belum mengetahui peristiwa di gua hira. Pada intinya, untuk mengetahui akan hal ini, kita harus sering membaca, serta gemar menuntut ilmu.

Karena dengan demikian itu, ilmu pengetahuan kita tentang hal-hal yang berkaitan dengan Islam dan pengetahuan lainnya akan bertambah. Namun jangan lupa juga untuk mengamalkannya, supaya apa yang kita dapatkan tersebut juga bermanfaat.

baca juga: Peristiwa Besar Islam di Bulan Ramadhan, Patut Untuk Diketahui

Tentang Tempat Bersejarah

Perlu Anda ketahui, bahwasanya Gua Hira itu terletak di puncak Jabal Nur. Lebih tepatnya berada di wilayah hijaz, Saudi Arabia Dedek sekitar 6 km dari sebelah timur Kota Mekah Al Mukaromah. Jabal Nur merupakan tempat yang terdiri dari bebatuan hitam dan tajam.

Tingginya juga mencapai 200 meter dengan mempunyai Puncak berbentuk cembung. Sedangkan gua hira sendiri terletak 40 meter di bawah pucuk jabal nur.

Gua Hira mempunyai tinggi mencapai 1 meter. Lebarnya kurang lebih 50 cm dengan panjang 2 M. Tempat ini juga bisa dikatakan sempit. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kondisi ketika shalat hanya bisa dilakukan oleh satu orang saja di dalam gua.

Meskipun sempit, akan tetapi Rasulullah suka menyendiri dan bermunajat kepada Allah ditempat ini. Ketika berada di tempat ini, Rasulullah selalu memikirkan bagaimana keadaan penduduk Mekah yang sudah melupakan apa yang Nabi Ibrahim As ajarkan.

baca juga: Peristiwa Gempa Bumi Terdahsyat Sepanjang Sejarah Dunia

Nabi Muhammad Menerima Wahyu

Salah satu peristiwa di Gua Hira adalah menjadi tempat sekaligus saksi turunnya wahyu pertama dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Di tempat ini juga, nabi Muhammad menerima perintah untuk membaca atau Iqra.

Tepat sekali, ketika usia Nabi Muhammad menginjak 40 tahun, beliau lebih suka mengasingkan diri untuk pergi ke gua Hira. Beliau juga sangat sering melakukan hal ini bahkan menginap berhari-hari dalam gua tersebut. Nabi Muhammad berada di tempat itu kurang lebih 10 malam bahkan terkadang bisa sampai 1 bulan.

Saat menyendiri tersebut, Rasulullah juga merasakan kedamaian serta kenyamanan hidup. Ketika memang harus kembali ke rumah, Rasulullah itu hanya menyambangi istrinya saja serta mengambil bekal untuk kembali ke gua Hira.

Muhammad terus melakukan ritual menyendiri serta terus mendekatkan diri kepada Allah. Sampai turunnya wahyu dari Allah dengan perantara malaikat Jibril.

Peristiwa di Gua Hira inilah yang menyebabkan Nabi Muhammad SAW ketakutan. Sebab pada saat itu Nabi Muhammad tidak bisa membaca, sedangkan Malaikat Jibril membisikkan 3 kali kata Iqra.

17 Ramadhan

Kapan peristiwa di Gua Hira tersebut terjadi? Peristiwa tersebut terjadi pada malam 17 Ramadhan. Pada saat itu, nabi Muhammad menerima wahyu berupa surat Al-Alaq ayat 1 sampai dengan 5. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa dalam surat tersebut terdapat perintah membaca.

Sehingga, Malaikat Jibril pun menyampaikan wahyu tersebut dengan melafadzkan Iqra sebanyak 3 kali. Namun, Rasulullah SAW yang diajari justru malah bingung, gemetaran serta takut.

Kendati demikian, Nabi Muhammad tetap memahami sebenarnya Apa maksud dari turunnya wahyu tersebut sehingga pada akhirnya, Nabi Muhammad itu paham.

Nabi Muhammad Menceritakan Kepada Istri dan Kerabat

Setelah Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa di Gua Hira tersebut, beliau menceritakan kepada istrinya. Rasulullah berkata kepada Khadijah, ” wahai Khadijah, Tahukah Engkau bahwa tadi aku sangat takut dan gemetaran?”. Kemudian, Rasulullah menceritakan apa yang sudah sebenarnya beliau alami. Hingga selanjutnya berkata, ” Sesungguhnya aku khawatir terhadap diriku sendiri “.

Kalimat terakhir ini diucapkan Nabi Muhammad karena beliau takut adanya gangguan dari jin. Akan tetapi, Khadijah justru mengatakan tidak. Siti Khadijah juga menyuruh Nabi Muhammad untuk bergembira. Karena Allah tidak akan membuat kecewa manusia pilihan tersebut.

Setelah Rasulullah SAW mengalami peristiwa di Gua Hira tersebut, kemudian berinteraksi dengan ayat-ayat Allah. Itulah pertanda bahwa beliau akan menjadi rasul yang membawa Islam lebih baik dan sebagai Uswatun Hasanah kita.

Jadi, Nabi Muhammad mengasingkan diri ke gua Hira itu bukan tanpa tujuan. Karena apa yang beliau lakukan itu membuahkan hasil yang tidak diterima manusia lain. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -