Selasa, Mei 24, 2022
BerandaBerita TasikmalayaPilrek Unsil Makin Panas, Ini Sikap Pemkot Tasikmalaya

Pilrek Unsil Makin Panas, Ini Sikap Pemkot Tasikmalaya

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Pemilihan Rektor Universitas Siliwangi (Pilrek Unsil) Tasikmalaya, Jawa Barat, makin panas. Bahkan sampai hari ini setidaknya ada sembilan yang maju ikut dalam bursa calon rektor Unsil.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan, pun menanggapi beberapa orang yang maju dalam bursa calon Rektor Unsil tersebut.

Menurutnya, Pemkot Tasikmalaya menyerahkan sepenuhnya Pilrek kepada mekanisme di internal Unsil.

Selain menyerahkan ke internal, Pemkot Tasikmalaya juga menyerahkan kepada mekanisme kebijakan dari pusat.

“Karena Unsil merupakan universitas negeri, jadi tidak terlepas dari kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Ivan Dicksan, usai menghadiri Acara AMS di Gedung Juang, Sabtu (18/12/2021).

Ia yakin bahwa calon yang ikut dalam pemilihan Rektor Universitas Siliwangi adalah yang terbaik.

Baca Juga : Guru Besar Unpad Daftar Calon Rektor Unsil Tasikmalaya

Meski begitu, Sekda Pemkot Tasikmalaya berharap, para calon yang maju dalam Pilrek Unsil bisa memajukan kampus, dan juga bisa memajukan Kota Tasikmalaya.

Seperti, katanya, bisa memunculkan progam-progam studi baru, yang bisa juga mendukung terhadap potensi Kota Tasikmalaya.

“Kalau kita sih berharap yang terbaik buat Unsil. Agar bisa lebih mengembangkan Unsil kedepan,” harapnya. 

Sementara munculnya nama Prof Muradi, Guru besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (UNPAD), dalam bursa Pilrek Unsil, ia mengaku senang.

Sebab selain kenal, Prof Muradi juga adalah satu alumni UNPAD dengan Sekda Pemkot Tasikmalaya ini.

“Senang aja kalau ada adik angkatan yang mencalonkan diri jadi rektor Unsil,” ucapnya.

Namun terkait dengan dukungan, apakah ia mendukung Prof Muradi dalam Pilrek Unsil tersebut? Hal tersebut tergantung posisinya.

Sebab menurutnya, beda antara pendapatnya secara pribadi dan sebagai Sekda Pemkot Tasikmalaya.

“Saya tidak mau subjektif. Karena kalau di Pemkot harus netral, jadi silahkan ke mekanisme. Tapi secara pribadi, bahwa beliau (Prof Muradi) kebetulan satu almamater,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor-Adi)

- Advertisment -