Sabtu, Januari 28, 2023
BerandaBerita TerbaruProses Terjadinya Tornado, Si Angin Ribut yang Merugikan

Proses Terjadinya Tornado, Si Angin Ribut yang Merugikan

Proses terjadinya tornado perlu kamu ketahui. Peristiwa alam yang berasal dari tekanan angin ini bisa menjadi sangat membahayakan. Bagaimana sebenarnya proses terjadi angin ribut ini?

Tahapan Proses Terjadinya Tornado

Di Indonesia mungkin tidak terlalu familiar dengan peristiwa tornado. Padahal tornado atau puting beliung merupakan peristiwa yang hampir sama.

Peristiwa tornado akan terlihat sangat menyeramkan karena berupa sebuah corong raksasa yang seperti siap menelan apa saja di hadapannya.

Tornado paling sering terjadi di negara dengan 4 musim karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Di Amerika Serikat, waktu paling sering terjadi tornado adalah saat musim panas atau semi.

Baca Juga: Pengertian Rasi Bintang, Fungsi, Jenis, Beserta Sejarahnya

Proses terjadinya angin tornado ini adalah adanya awan yang menjulang tinggi. Awan tersebut berwarna gelap dan hembusan udara dingin yang cepat.

Tornado tidak serta-merta menjadi angin besar yang menghancurkan. Tornado atau puting beliung terjadi karena suhu udara panas, pengah, dan radiasi matahari.

Karena ada hal-hal tersebut membuat timbulnya awan hitam yang mengepung dengan tekanan udara di dalamnya. Tekanan udara tersebut terus naik dan turun dengan kecepatan yang tinggi.

Adapun proses terjadinya tornado melalui tiga tahap tumbuh awan cumulonimbus, yaitu:

Tahap Tumbuh

Dalam tahap sedang terjadi arus udara yang naik di dalam awan. Arus udara tersebut terjadi dengan sangat kuat.

Pada tahap atau fase pertama ini belum terjadi hujan. Hal itu karena arus udara yang bergerak naik masih menahan titik air dan kristal es.

Tahap Dewasa

Fase ini artinya titik-titik air yang tertahan oleh udara sudah dapat naik menuju puncak awan cumulonimbus. Tahap inilah penyebab terjadinya hujan karena adanya gesekan antara arus udara di dalam awan.

Dalam tahap ini jugalah massa udara turun sehingga memiliki suhu yang lebih dingin dari lingkungan sekitarnya. Saat udara naik turun dengan tidak pasti, maka akan menimbulkan arus geser yang membentuk pusaran.

Baca Juga: Proses Terjadinya Salju, Syarat, dan Karakteristiknya

Seiring berjalannya waktu, arus udara tersebut akan semakin cepat dan membentuk sebuah siklon yang menghancurkan. Siklon tersebutlah yang merupakan proses terjadinya tornado atau puting beliung

Tahap Punah

Pada fase terakhir ini sudah tidak ada lagi massa udara yang naik. Namun, massa udara tersebut akan meluas menyebar ke seluruh awan dan berhenti. Saat itulah pertumbuhan awan akan berakhir.

Kecepatan Angin Tornado

Selama proses terjadinya angin tornado, tentu berbahaya karena memiliki kecepatan yang luar biasa. Hal itulah yang membuat para korbannya tidak memiliki cukup waktu untuk melarikan diri.

Tornado terbesar yang pernah terjadi memiliki kecepatan angin lebih dari 300 mil atau 483 km/jam. Kecepatan tornado dapat diukur dengan Fujita Scale atau Enhanced Fujita Scale.

Tornado EFO atau FO dapat menghancurkan pohon-pohon dan tidak sampai meruntuhkan bangunan. Tetapi, pada kategori terkuat EF5 atau F5, kekuatan tornado dapat menghancurkan gedung-gedung.

Bagian Tubuh Tornado

  1. Mata, terletak di inti angin tornado dengan diameter rata-rata 20 hingga 40 mil. Bagian ini memiliki angin yang tenang dan tekanan udara rendah.
  2. Dinding mata, merupakan area di sekitar mata. Diameternya berkisar antara 5 hingga 30 mil. Pada bagian ini terdapat angin yang paling kuat dan merusak.
  3. Pita hujan atau rain bands, merupakan sekumpulan awan yang padat berbentuk spiral dan membungkus dinding mata. Lebar rata-rata bagian ini antara 50 hingga 300 mil.

Dampak Angin Tornado

Proses terjadinya tornado yang mengerikan itu tentunya memiliki dampak. Dampak buruk dari terjadinya tornado adalah rusaknya lahan dan rumah-rumah, mengambil korban jiwa, dan merusak ekosistem.

Tornado dapat merusak ekosistem karena memiliki kecepatan yang kuat dan menelan apa saja di hadapannya. Oleh karena itu, angin tornado seringkali menjadi mimpi buruk untuk masyarakat.

Meskipun menyeramkan dan merusak, tetapi tornado juga memiliki dampak positif untuk manfaat arkeologis.

Angin tornado yang kencang dapat memberikan keuntungan untuk para arkeolog sehingga bisa menggali sisa-sisa pesawat yang jatuh.

Baca Juga: Jenis Bunyi Berdasarkan Frekuensi Ada 3, Berikut Ini Penjelasannya

Tepatnya adalah di lokasi pasang surut lumpur, puing-puing, dan pasir karena akan hanyut terbawa angin. Selain itu, dampak positif tornado juga untuk meredakan panas dan kekeringan.

Biasanya proses terjadinya tornado memunculkan hujan sehingga membuat suhu meningkat dan memberikan debit air. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)