Selasa, Mei 24, 2022
BerandaBerita PangandaranAnak PAUD dan Ortu di Pangandaran Sibuk Padamkan Kobaran Api

Anak PAUD dan Ortu di Pangandaran Sibuk Padamkan Kobaran Api

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Anak PAUD dan orang tua (ortu) serta guru di Pangandaran, Jawa Barat, sibuk padamkan kobaran api. Mereka bergantian berusaha jinakkan si jago merah.

Ternyata, apa yang mereka lakukan hanyalah kegiatan edukasi kebakaran yang dilakukan oleh Damkar BPBD Kabupaten Pangandaran, di Sekolah PAUD Kelompok Bermain Al-Barokah Bojongjati Pangandaran, Selasa (21/12/2021).

Kegiatan wahana edukasi kebakaran bagi anak-anak dan guru tersebut merupakan bagian dari materi pembelajaran sekolah. Jadi nantinya, anak-anak dan guru dapat mengetahui tentang pemadam kebakaran dan bahaya akibat bermain api.  

Pantauan HR Online, anggota Damkar BPBD Pangandaran memberikan materi pengenalan alat-alat pemadam kebakaran.

Plt. Kabid Damkar dan Penyelamatan, Arif Wijaya S mengatakan, selain mengenalkan alat damkar, mereka juga praktek tata cara padamkan kobaran api. Latihan tersebut menggunakan alat pemadam sederhana dan tabung Apar.

“Anak-anak, orang tua dan guru kita beri pemahaman cara-cara padamkan api dengan alat sederhana. Agar ketika di lingkungannya terjadi kebakaran, tidak panik, tetap tenang dan bisa memadamkan api,” katanya kepada HR Online, Selasa (21/12/2021).

Lebih lanjut Arif menjelaskan, melibatkan anak-Anak PAUD dengan guru serta orang tuanya, agar mengenalkan secara dini terkait alat-alat pemadam kebakaran yang sederhana. Selain itu juga praktek padamkan kobaran api.

Bukan hanya itu, pihaknya juga menyampaikan materi sambil nonton bareng film kartun animasi kebakaran.

“Bukan hanya belajar mengetahui tentang pemadam kebakaran, namun anak-anak juga kita beri pemahaman tentang bahaya akibat bermain api,” jelas Arif.

Sedangkan untuk guru-guru serta ortu siswa yang hadir, Arif juga menyampaikan agar mereka bisa memahami dan mengaplikasikan di lingkungan tempat tinggalnya. 

Sehingga jika terjadi kebakaran, maka mereka bisa mencegah dan menanggulanginya.

“Alhamdulillah mereka sangat antusias sekali, baik anak anak, guru-guru maupun orang tua siswa yang hadir mengikuti kegiatan tersebut,” pungkasnya. (Madlani/R5/HR-Online/Editor-Adi)

- Advertisment -