Rabu, Juli 6, 2022
BerandaBerita TerbaruTawas Pengganti Deodoran, Penghilang Bau Badan Alami

Tawas Pengganti Deodoran, Penghilang Bau Badan Alami

Beraktivitas seharian membuat manusia berkeringat dan menghasilkan bau badan. Untuk mengontrol produksi keringat, pertimbangkan tawas pengganti deodoran.

Penghilang bau badan alami satu ini merupakan pilihan yang lebih baik dibanding deodoran komersil.

Selain karena aktivitas fisik, manusia juga cenderung mengeluarkan keringat ketika cuaca panas. Proses berkeringat ini adalah mekanisme alami untuk membuat tubuh kembali sejuk.

Namun, gara-gara berkeringat seseorang menjadi kurang percaya diri karena bisa menimbulkan respon tidak nyaman oleh orang di sekitarnya.

Baca Juga: Rekomendasi Deodorant Anti Bau, Bisa Cerahkan Ketiak

Menggunakan deodoran komersil menjadi pilihan cepat untuk menetralisir bau. Pasalnya, deodoran memiliki kemasan yang praktis digunakan dan harga terjangkau.

Akan tetapi di balik kepraktisannya, deodoran komersil ternyata mengandung zat pengawet yang bisa menimbulkan alergi bagi sebagian orang.

Tawas Pengganti Deodoran Sebagai Alternatif

Untuk kamu yang sedang mencari alternatif penghilang bau badan alami dan tidak memicu reaksi alergi, maka beralihlah ke batu tawas.

Berikut ini adalah alasan kenapa kamu harus mulai menggunakan tawas sebagai perawatan tubuh.

Tidak Menyebabkan Iritasi

Batu tawas pengganti deodoran adalah kristal garam yang bersifat larut dalam air. Karena tawas berasal dari alam, maka penghilang bau badan alami ini bebas zat pengawet yang memicu iritasi.

Orang yang alergi terhadap bahan-bahan keras dalam produk kosmetik bisa menggunakan tawas.

Menurut Medical Health Guide, tawas yang saat ini beredar antara lain tawas kalium, tawas soda, tawas amonium, dan tawas aluminium.

Jenis tawas pengganti deodoran yang paling umum adalah tawas kalium. Biasanya dijual dalam bentuk serbuk atau batangan. Banyak orang percaya bahwa penggunaan bahan alami merupakan solusi paling aman.

Tidak Menyebabkan Ketiak Hitam

Deodoran komersil yang biasa kita temukan mengandung paraben dan triclosan. Kedua zat ini cukup efektif dalam mencegah bau badan, namun bisa menyebabkan ketiak hitam. Bagi sebagian orang, ketiak hitam terasa mengganggu penampilan.

Untuk mencerahkan ketiak, orang-orang harus membeli krim perawatan khusus area lipatan.

Baca Juga: Manfaat Air Cucian Beras untuk Kesehatan Rambut Lebih Berkilau

Akan tetapi dengan menggunakan tawas pengganti deodoran, warna ketiak tetap sama dan tidak akan menjadi gelap. Tidak perlu lagi membeli krim ekstra dan bisa tetap percaya diri.

Tidak Menghasilkan Sampah

Deodoran komersil memiliki kemasan botol kaca dan plastik yang harus didaur ulang. Namun kenyataannya, orang-orang membuang kemasan deodoran setelah habis terpakai.

Limbah kemasan bekas menjadi masalah serius karena mencemari lingkungan dengan menambah tumpukan sampah yang sulit terurai.

Untungnya, tawas pengganti deodoran dijual dengan kemasan yang lebih minim plastik. Bahkan semakin ke sini, banyak brand terkemuka tidak menggunakan plastik sama sekali dalam penjualan batu tawas. Kemasan yang umum digunakan adalah kertas eco-friendly dan kaleng isi ulang.

Cara Pemakaian Tawas

Karena tawas bersifat larut dalam air, maka kamu perlu membasahi permukaan benda ini terlebih dulu sebelum mengoleskannya.

Celupkan ke air atau semprot bagian ujungnya. Gunakan pada area lipatan seperti ketiak dan selangkangan.

Pemakaian tawas pengganti deodoran akan lebih efektif jika permukaan kulit dalam kondisi bersih dan kering. Oleh karena itu sebaiknya gunakan tawas setelah mandi atau menjelang tidur.

Tidak perlu khawatir pori-pori tersumbat karena tawas tidak mengandung antiperspirant, sehingga mudah dibersihkan.

Butuh Proses untuk Bekerja

Batu tawas tidak mengandung antiperspirant sehingga kamu tidak bisa melihat hasilnya di pemakaian pertama. Butuh waktu beberapa saat untuk biarkan tubuh beradaptasi dengan formula baru dari bahan alami satu ini.

Apalagi jika sebelumnya sudah terbiasa memakai deodoran konvensional, butuh kesabaran ekstra untuk menyesuaikan diri dengan batu tawas.

Selain itu, sebagian orang berpikir bahwa kandungan zat aktif pada batu tawas pengganti deodoran ini lebih rendah sehingga terdorong untuk mengoleskannya berkali-kali.

Baca Juga: Produk untuk Mencerahkan Lutut dan Ketiak, Mulai dari 40 Ribuan

Namun, menggunakan batu tawas secara berlebihan juga bisa memicu iritasi meski risiko ini jarang terjadi.

Oleskan 3-4 kali saja setelah selesai mandi, maka tawas bisa mencegah bau badan selama 12 jam ke depan.

Setelah selesai menggunakan, simpan batu tawas di tempat yang bersih dan kedap udara. Jika tawas yang kamu beli tidak disertai kemasan, tak ada salahnya membeli tempat penyimpanan khusus untuk mencegah kontaminasi bakteri. Tertarik untuk mulai menggunakan tawas pengganti deodoran? (R7/HR-Online/Editor-Ndu)