Rabu, Januari 26, 2022
BerandaBerita TerbaruTipe Rem Cakram Kendaraan, Berikut Cara Kerja dan Perbedaannya

Tipe Rem Cakram Kendaraan, Berikut Cara Kerja dan Perbedaannya

Tipe rem cakram kendaraan baik motor atau mobil terdiri dari beberapa jenis. Sebagian besar kendaraan yang ada saat ini telah memanfaatkan rem cakram sebagai perangkat standar untuk rem depan.

Dalam beberapa waktu terakhir, semakin banyak kendaraan bermotor yang menggunakan disc brake untuk roda bagian belakang. Sehingga disebut dengan rem cakram empat roda.

Secara teknik, rem cakram menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan dengan rem tromol. Kelebihan tersebut antara lain memiliki kemampuan melepas panas yang lebih cepat.

Kelebihan lainnya adalah memiliki friksi yang lebih baik serta gejala brake fade minim. Sedangkan jika kita lihat secara teknis, rem cakram memiliki konstruksi disc brake yang dapat dibagi menjadi jenis solid atau yang disebut dengan solid disc brake.

Lalu jenis ventilasi atau ventilated disc brake. Untuk rotor rem jenis ventilasi terbagi lagi menjadi dua jenis yakni cross drilled atau berlubang, serta jenis slotted atau beralur. Tentu saja penting untuk mengenal jenis-jenisnya secara lebih detail.

Mengenal Berbagai Jenis Tipe Rem Cakram

Rem cakram tergolong pengereman dalam suatu kendaraan yang tersusun dari piringan berbahan logam. Piringan logam ini akan dijepit oleh adanya kampas rem atau yang disebut dengan istilah brake pad.

Selanjutnya piringan tersebut akan didorong sebuah torak yang berada dalam sebuah silinder roda. Untuk dapat menjepit piringan logam tersebut, kampas rem memerlukan tenaga yang cukup kuat.

Baca Juga : Efek Peredam Kap Mesin, Mampu Menjaga Suhu Komponen Kendaraan

Karena piringan ini pun sangat kuat. Oleh sebab itu, rem cakram memperoleh kelengkapan sistem hidrolik. Sistem tersebut terdiri dari master silinder, silinder roda sebagai tempat oli, serta I reservoir.

Dengan kata lain, rem cakram merupakan sistem pengereman yang menggunakan cara dijepit. Ini bertujuan untuk mengurangi serta menghentikan putaran sebuah piringan yang berada pada roda kendaraan.

Sistem rem cakram ini lebih sederhana serta responsif apabila kita bandingkan dengan jenis rem lainnya. Pasalnya, rem cakram mempunyai penampang rem yang lebih kecil, akan tetapi mempunyai daya gesek sangat kuat.

Daya tersebut membuat piringan saling menekan gaya gesekan sehingga proses pengereman lebih efektif.

Ada beberapa jenis atau tipe rem cakram yang berbeda-beda dan terdapat dalam sebuah kendaraan. Hal ini karena pada kendaraan berukuran kecil dengan kendaraan berukuran besar mempunyai momen yang berbeda.

Artinya dalam masing-masing kendaraan mempunyai daya pengereman yang berbeda. Sehingga rem cakram yang kendaraan tersebut gunakan pun mempunyai desain berbeda pula.

Tipe rem cakram terdiri dari beberapa jenis, yakni berdasarkan mekanismenya, kaliper, serta dengan jumlah pistonnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ulasan berikut ini.

Baca Juga : Fungsi CDI Motor pada Sistem Pengapian Lengkap dengan Komponennya

Rem Cakram Hidrolis

Ini merupakan salah satu tipe rem cakram yang berdasarkan dari mekanisme kerja. Rem cakram hidrolis adalah sistem pengereman yang menggunakan adanya fluida sebagai pemindah tenaga dari tuas ke caliper rem.

Cara kerja dari rem cakram satu ini adalah dengan memanfaatkan hukum pascal. Kelebihan rem hidrolis sangat efisien dalam memindahkan tenaga.

Dengan demikian, daya yang kita gunakan pada tuas rem dapat terkirim sepenuhnya ke caliper rem tanpa adanya kerugian tenaga. Sehingga daya pengereman juga akan lebih baik. Tidak heran jika hampir semua jenis mobil dan motor menggunakan rem cakram hidrolis.

Beberapa kelebihan lain yang terdapat pada tipe rem cakram hidrolik adalah memiliki tampilan desain komponen yang cenderung menciptakan pengaturan arah serta speed mudah.

Selain itu, efisiensi dalam aspek pertimbangan fleksibilitas gerakan mekanik memenuhi setiap elemen penting tiap desain.

Jarak antar komponen dalam rem cakram hidrolik memiliki sifat kompresi yang cukup minim. Ruang jarak tersebut meskipun berdekatan tak akan menghasilkan gesekan.

Apabila terdapat fasilitas reversible pada rem hidrolik, maka Anda dapat mengontrol serta mengatur jumlah tenaga rem yang Anda perlukan.

Baca Juga : Cara Mengatasi Selang Bensin Tersumbat pada Kendaraan

Rem Cakram Mekanisme

Tipe rem cakram berikutnya berdasarkan cara kerjanya adalah rem cakram mekanis. Ini merupakan sistem pengereman yang manfaatkan kawat kabel untuk hubungkan energi yang berasal dari tuas rem ke kaliper rem.

Tipe ini tersemat pada sepeda memiliki desain yang lebih simple serta lebih hemat ruang. Sedangkan untuk kendaraan bermotor, tipe mekanis tidak direkomendasikan dengan alasan karena memiliki daya pengereman yang jauh lebih kecil.

Dengan demikian, tipe rem cakram mekanis kurang aman apabila digunakan pada kendaraan dengan kecepatan yang tinggi.

Cara kerja tipe rem cakram mekanik adalah pada saat pengemudi menginjak pedal rem, maka layaknya tuas, ujung pedal rem yang lain akan menarik sebuah kawat kabel.

Kawat ini akan terhubung ke brake lever yang terletak pada aktuator rem. Brake lever yang menggerakkan sepatu rem pada rem tromol atau tusa yang menggerakkan piston rem cakram supaya dapat menjepit piringan.

Pada saat kawat tertarik, maka kawat akan menarik brake lever sehingga sistem rem akan aktif serta kendaraan pun dapat berhenti.

Saat pengemudi melepaskan injakan pada rem, maka akan terdapat return spring yang tersemat pada aktuator rem.

Baca Juga : Penyebab Knalpot Mobil Ngebul, Masalah Terjadi pada Komponen Mesin

Komponen ini sama-sama mengembalikan posisi pedal rem ke atas, maka brake lever akan kembali terbebas serta sistem rem dapat release.

Tipe Rem Cakram Floating Caliper

Ini merupakan tipe rem cakram yang berdasarkan dengan caliper. Sesuai dengan namanya, floating caliper memiliki kaliper rem yang mengambang.

Mengapa mengambang? Hal ini karena caliper rem memiliki posisi yang dapat bergerak ke kanan dan ke kiri sesuai dengan tekanan yang ada pada pedal rem.

Selain itu, konstruksi floating caliper hanya terdapat satu piston pada salah satu sisi dengan saluran hidrolis yang juga hanya satu saja.

Akan tetapi, posisi pin caliper tidak dibautkan ke bracket kaliper. Dengan demikian, kaliper bebas bergerak ke kanan dan ke kiri.

Ketika pedal rem memperoleh tekanan, maka piston akan mendorong kampas rem. Maka pada saat yang sama, tekanan pada piston juga akan mendorong caliper ke arah dalam.

Ini karena sifat kaliper bebas bergerak ke kanan dan ke kiri sehingga dua kampas rem tetap dapat menjepit piringan.

Untuk lebih jelasnya, langkah kerja dari tipe rem cakram floating caliper ini adalah pada saat rem kita tekan, maka akan mendesak piston pada master silinder yang selanjutnya diteruskan ke kaliper.

Proses penekanan hidrolik pada kaliper akan mendesak piston A yang kemudian mendesak piringan.

Pada saat yang bersamaan, penekanan hidrolik ini akan mendesak segi pada B serta mengakibatkan kaliper mengarah ke kanan hingga ke-2 pada rem menjepit cakram, lalu terjadi style pengereman.

Keunggulan cakram floating antara lain memiliki ukuran diameter cakram floating yang lebih besar, sehingga pengereman pun menjadi lebih pakem.

Selain itu, diameter yang besar juga dapat mempercepat pelepasan panas akibat gesekan kanvas rem dengan permukaan cakram.

Dengan pelepasan cakram yang baik, maka kita dapat mencegah terjadinya rem macet. Sistem floating juga dapat mencegah terjadinya cakram melengkung karena panas.

Tipe Fixed Caliper

Tipe rem cakram berdasarkan caliper lainnya adalah fixed caliper, yaitu rem cakram dengan kaliper tetap atau fixed. Bernama kaliper tetap karena memiliki alasan tertentu.

Pada saat bekerja, posisi kaliper tidak berubah meski sedang melakukan pengereman atau tidak. Konstruksi pada rem cakram satu ini adalah terdapat dua buah piston yang bergerak saling berlawanan.

Masing-masing piston mempunyai saluran hidrolis yang terhubung ke nipple inlet hydraulic. Maka pada saat rem kita tekan, kedua piston ini akan bergerak menjepit.

Gerakan jepitan inilah yang akan menekan dua kampas rem supaya menjepit piringan rem.

Hal yang membedakan antara floating caliper dengan fixed caliper antara lain, tipe rem cakram fixed caliper mempunyai desain lebih rumit apabila kita bandingkan desain floating caliper yang memiliki desain lebih sederhana.

Dari ukuran, fixed caliper cenderung lebih besar apabila kita bandingkan dengan ukuran floating caliper. Sedangkan kekuatan pengereman fixed caliper lebih besar dari kekuatan floating caliper.

Dari segi keawetan, floating caliper lebih awet karena mempunyai sedikit gesekan antar komponen daripada fixed caliper.

Dalam penggunaannya, fixed caliper tersemat pada mobil berukuran besar. Sementara untuk tipe rem cakram floating caliper terdapat pada mobil dengan ukuran yang lebih kecil.

Apabila kita saksikan dari konstruksinya, rem cakram tipe fixed caliper ini mempunyai konstruksi yang lebih solid. Dengan konstruksi ini, maka proses hilangkan panas karena saat proses pengereman akan bisa lebih.

Tipe Single Piston

Apabila kita lihat dari segi namanya, single piston merupakan salah satu tipe rem cakram yang berdasarkan dengan jumlah pistonnya. Pad tipe ini, hanya terdapat satu piston pada salah satu sisi caliper.

Dengan demikian, ini tidak hanya memperkecil ukuran kaliper, akan tetapi juga memperkecil luas penampang penekanan kampas rem. Daya pengereman pun menjadi kurang merata.

Akan tetapi, untuk mobil dengan diameter velg berukuran kecil atau R15 ke bawah, tipe rem cakram single piston merupakan pilihan yang tepat.

Pasalnya, dalam jenis mobil tersebut memiliki lebar kampas rem yang tidak terlalu luas. Lalu juga memiliki bobot yang lebih ringan sehingga tidak memerlukan daya pengereman sangat tinggi.

Tipe Double Piston/ Piston Ganda

Tipe rem cakram yang berdasarkan dengan jumlah piston lainnya adalah double piston. Perlu untuk Anda ketahui, sesuai dengan namanya, tipe ini mempunyai dua buah piston pada satu sisi caliper.

Tipe yang satu ini paling banyak pecinta otomotif gunakan pada jenis mobil dengan diameter velg besar yakni R17 ke atas.

Hal ini karena lebar kampas yang tersemat dalam rem tersebut lebih luas, maka perlu penekanan lebih luas pula dari piston rem.

Jenis rem cakram satu ini akan memberikan hasil daya pengereman lebih kuat. Namun hal tersebut akan turut memperbesar ukuran kaliper rem.

Tipe ini juga cukup banyak pecinta otomotif gunakan pada SUV. Adapun alasannya karena memang dapat menggantikan tipe fixed caliper yang kurang awet. Tak hanya itu, melainkan juga mempunyai desain lebih rumit.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa tipe rem cakram yang biasa kita gunakan pada kendaraan.

Tentunya beberapa rem cakram tersebut mempunyai kelebihan serta dan penggunaan masing-masing pada berbagai jenis kendaraan yang menerapkannya. (R10/HR-Online/Editor-Eva)

- Advertisment -