Selasa, Februari 7, 2023
BerandaBerita BanjarUMKM Gula Semut di Kota Banjar Dikirim Hingga Banten

UMKM Gula Semut di Kota Banjar Dikirim Hingga Banten

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Warga Lingkungan Parung Lesang, RT 04, RW 10, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat Ari Sundari (48) mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) gula semut. 

Gula semut adalah bahan baku olahan dari gula aren, yang berbentuk butiran atau pasir seperti semut. Penggunaannya adalah untuk bahan baku kue, pemanis kopi, dan lainnya.

Menurutnya, bahan gula semut yaitu gula aren kawung yang diolah lagi secara khusus. “Gula yang digunakan adalah gula aren,” papar laki-laki yang sudah menggeluti usaha ini selama 7 tahun terakhir kepada HR Online, Kamis (9/12/2021).

“Gula semut ini kami kirim ke Tangerang dan Depok, untuk bahan pembuatan kue dongkal atau awug beras,” ungkapnya.

Baca Juga: Dua Mantan Sekda Dipanggil KPK Terkait Kasus Korupsi di Kota Banjar

Ia mengungkapkan hasil olahannya ini langsung ditampung oleh dua produsen kue dongkal yaitu di Kota Tangerang, Banten dan Kota Depok, Jawa Barat.

“Saya hanya memproduksi untuk dua produsen kue dongkal saja, kapasitas pengiriman 1-2 kuintal, tergantung permintaan,” katanya. 

Lebih lanjut Ari mengatakan, karena pengerjaan masih manual, ia belum berusaha ekspansi ke kota lain, tapi jika ada permintaan ia akan berusaha memenuhi. 

“Terbatas juga SDM-nya, saya dibantu istri dan dua orang anak saya yang sudah lulus SMK. Pengolahannya kan manual, proses untuk 1 kuintal itu bisa 9 jam,” katanya. 

Ari yang dibantu Andrian (25) anak sulungnya, Adityan (25) adik kembar Andrian, serta istrinya Erlin Herlina (45) dalam sehari memproduksi 100-150 kilogram gula semut. 

Ia pun menjelaskan dalam seminggu, dapat memproduksi kurang lebih 500 kilogram gula semut. Harga per kilogram Rp 25 ribu tergantung fluktuasi harga gula di pasaran. 

Proses Pembuatan Gula Semut Produk UMKM Kota Banjar

Ari menjelaskan proses pembuatan gula semut pertama, bahan dari gula aren dicairkan dengan air komposisi tertentu, lalu masak hingga mendidih. 

“Setelah mendidih, cairan gula disaring dari kotoran,” jelas Andrian.

Selanjutnya cairan gula dimasak kembali hingga kekentalan yang diinginkan.

“Setelah mengental, gula didinginkan dalam wadah sampai setengah mengeras. Kemudian disaring dalam saringan khusus hingga halus,” jelasnya. 

“Setelah dingin baru dikemas dan siap kirim pada pemesan,” pungkasnya. (Aan/R7/HR-Online/Editor-Ndu)