Selasa, Mei 17, 2022
BerandaBerita TerbaruAsteroid Terbesar di Alam Semesta yang Pernah Ditemukan

Asteroid Terbesar di Alam Semesta yang Pernah Ditemukan

Asteroid terbesar di alam semesta membuat objek di sekitarnya menjadi kerdil. Bahkan besarnya melebihi dari matahari.

Ada banyak benda di alam semesta ini. Di Tata Surya, kita mengenal seperti bulan, matahari, dan lainnya.

Tidak hanya itu, ada juga asteroid. Ini merupakan benda yang ada di luar angkasa. Asteroid juga terdiri dari berbagai ukuran. Berikut ini asteroid terbesar yang pernah ditemukan.

Inilah Asteroid Terbesar di Alam Semesta

Alam semesta kita ini sangat luas. Bahkan, hingga saat ini masih banyak hal yang belum bisa terpecahkan.

Umumnya, kita mengenal planet, bintang, dan bulan. Namun, ada benda-benda lainnya yang menghuni alam semesta kita.

Asteroid atau yang juga memiliki nama planet minor adalah sebuah benda yang berukuran lebih atau sama dengan planet. Umumnya, asteroid yang lebih besar memiliki nama meteorid.

Baca Juga: Bintang Tercantik di Alam Semesta Dengan Cahaya Paling Terang

Hingga kini, ilmuwan sudah menemukan setidaknya 600.000 asteroid. Jumlah tersebut juga akan semakin bertambah.

Meski terkenal dengan ukurannya mini, namun para ilmuwan luar angkasa menemukan beberapa asteroid yang memiliki ukuran raksasa. Berikut daftarnya.

5000 Quaoar

Asteroid yang pertama bernama 5000 Quaoar. Meski masuk ke dalam jenis asteroid, namun ada beberapa ahli yang menentangnya.

Hal tersebut karena 5000 Quaoar berada di sekitar area eksternal Tata Surya. Keberadaan dari asteroid raksasa ini sangat jauh dari berbagai benda lainnya.

Bahkan ada yang mendefinisikan asteroid raksasa ini sebagai penentang trans neptunian, yaitu sebuah benda langit dengan orbit terletak di luar Neptunus.

Daerah misterius asteroid terbesar di alam semesta ini bernama Sabuk Kuiper yang 20 hingga 200 kali lebih besar dari sabuk surya asteroid utama.

5000 Quaoar memiliki ukuran 1.110 kilometer dengan massanya yang 0,00336 massa Bumi.

Baca Juga: Inti Bumi Mendingin Lebih Cepat, Berdampak pada Kehidupan?

Objek trans neptunian ini bahkan memiliki satelit yang mengorbit. Satelit tersebut bernama Weywot, 70 kali lebih kecil dari asteroid 5000 Quaoar dengan diameter 74 kilometer.

Pallas

Keberadaan asteroid Pallas pertama kali teridentifikasi pada 28 Maret 1802 oleh Heinrich Wilhelm Olbers. Asteroid ini memiliki diameter 512-545 km.

Pallas, meski besar sedikit kurang masif dengan massa sebesar 7% dari seluruh sabuk utama.

Hal tersebut membuat daerah sabuk Pallas dan dua lainnya mendominasi dalam perangkat ini, yaitu 51%.

Beberapa ahli berpendapat bahwa asteroid Pallas lebih cocok masuk ke dalam jenis embrio planet atau proto planet.

Bahkan, mereka dapat memastikan bahwa di masa depan, permukaan asteroid ini akan terbentuk oleh keseimbangan hidrostatik.

Karena itulah, asteroid ini masih menjadi bahan evaluasi para peneliti, apakah tetap akan menjadi asteroid atau planet kerdil.

Vesta

Asteroid masif selanjutnya adalah Vesta. Vesta menjadi asteroid terbesar di alam semesta dengan diameter rata-ratanya mencapai 530 kilometer.

Perkiraan massa asteroid ini adalah 12% dari seluruh sabuk. Sama seperti Pallas, batu masif kosmik ini berhasil teridentifikasi oleh astronom asal Jerman, Heinrich Wilhelm, Olbers pada 29 Maret 1807.

Baca Juga: Bentuk Orbit Komet, Bola Salju Kotor di Luar Angkasa

Bentuk dari asteroid ini cukup unik, yaitu spheroid oblate stabil yang terkompresi oleh gravitasi atau tubuh planet. Selain itu, asteroid Vesta juga merupakan yang paling terang di langit.

Cahaya yang Vesta keluarkan mencapai 6,5 magnitudo. Bahkan dalam posisi yang tertentu, cahayanya bisa mencapai 5,4 dan membuatnya bisa terlihat dengan mata telanjang.

Semakin rendah magnitudo sebuah benda luar angkasa, maka akan kian terang di langit.

Ceres

Terakhir ada Ceres. Asteroid ini memegang predikat terbesar di alam semesta. Asteroid Ceres terletak di sabuk utama Tata Surya atau Ceres.

Diameter asteroid ini juga bervariasi, mulai dari 900 hingga 1.000 km. Massa dari asteroid Ceres sama dengan 32% dari total massa seluruh sabuk.

Asteroid terbesar di alam semesta, Ceres memiliki wilayah distrik kosmik di antara orbit Mars dan Jupiter. Usia dari asteroid ini sangat lama dengan perkiraan 4,57 miliar tahun.

Ceres berbeda dengan asteroid raksasa lainnya. Asteroid satu ini tidak bergabung satu sama lain untuk membentuk planet terestrial di dalam sistem Jupiter.

Sebaliknya, Ceres akan terbentuk utuh dengan bentuk yang sangat mirip sebuah planet. Di dalam Ceres terdapat inti batubara yang tertutup oleh mantel dingin.

Asteroid Ceres juga mengandung banyak air tawar. Setiap seratus kilometer asteroid ini, terdapat 200 juta kilometer kubik air.

Tentunya hal itu membuat jumlah total air tawar di Ceres jauh lebih banyak daripada di Bumi.

Sayangnya, meski ukurannya besar, asteroid terbesar di alam semesta satu ini tidak dapat terlihat dengan mata telanjang dari Bumi. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -