Senin, Mei 16, 2022
BerandaBerita TerbaruBintang Terkecil di Alam Semesta, Ada yang Seukuran Planet dan Bulan!

Bintang Terkecil di Alam Semesta, Ada yang Seukuran Planet dan Bulan!

Bintang terkecil di alam semesta yang pernah ditemukan sangat beragam. Ada berjuta bintang di alam semesta ini.

Setiap galaksi memiliki bintangnya sendiri. Terdiri dari berbagai jenis, maka bintang juga memiliki ukuran yang beragam. Inilah beberapa jenis bintang yang berukuran paling kecil.

Ketahui 3 Bintang Terkecil di Alam Semesta

Jika Anda melihat bintang dengan mata telanjang, maka ukurannya pasti sangat kecil. Anda bahkan hanya dapat melihat cahayanya saja.

Hal itu karena jarak Bumi dengan bintang sangat jauh. Pada dasarnya, bintang adalah salah satu benda luar angkasa yang besar.

Baca Juga: Bintang Tercantik di Alam Semesta Dengan Cahaya Paling Terang

Bulan, satelit alami Bumi bahkan jauh lebih kecil dari bintang. Meski begitu, bulan dapat terlihat lebih jelas dan besar dari Bumi karena jaraknya memang tidak sejauh bintang.

Jika berbicara bintang terbesar, maka tidak akan ada habisnya. Saatnya Anda mengetahui beberapa bintang terkecil. Bahkan, ada yang ukurannya mirip dengan bulan.

Proxima Centauri

Proxima Centauri termasuk ke dalam bintang katai merah yang terletak sejauh 4,2 tahun cahaya dari Bumi. Memiliki nama Centauri karena bintang ini berada di dalam rasi bintang Centaurus.

Robert Inner, seorang Direktur dari Observatorium Centauri adalah orang pertama yang menemukan Proxima Centauri pada tahun 1915.

Proxima adalah bintang yang paling dekat dengan Matahari. Karena jaraknya yang dekat, sudut bintang ini terukur hanya sekitar 1/7 dari Matahari atau sekitar 200.000 km.

Namun begitu, massa jenis bintang terkecil di alam semesta ini mencapai 40 kali Matahari. Proxima adalah bintang suar yang memiliki kecerahan tinggi akibat dari adanya aktivitas magnetik.

Baca Juga: Inti Bumi Mendingin Lebih Cepat, Berdampak pada Kehidupan?

Adanya percampuran elemen pada inti Proxima Centauri lewat konveksi serta tingkat produksi membuat bintang ini tetap berada di deret utama dalam empat triliun tahun kedepan.

ZTF J1901+1458

Bintang selanjutnya ini termasuk ke dalam jenis katai putih. ZTF J1901+1458 adalah bintang terkecil di dalam klasifikasi kartai putih juga paling masif.

Pada dasarnya, semua bintang akan menjadi katai putih pada saat akhir hidupnya. Bintang yang masuk ke dalam katai putih menjadi objek terpadat di alam semesta setelah black hole dan bintang neutron.

ZTF J1901+1458 dapat Anda sebut sebagai bintang mati. Meski sudah mati, bintang ini masih memiliki kadar magnet yang tinggi. Bahkan 1 miliar kali lebih besar dari Matahari.

Bintang katai putih terkecil ini berjarak relatif dekat dengan Bumi, yakni 130 juta tahun cahaya. Diameter yang bintang ini miliki hanya sekitar 2.670 mil. Mirip dengan bulan yang berdiameter 2.174 mil.

Menjadi salah satu bintang terkecil di alam semesta, ZTF J1901+1458 berputar dalam kecepatan penuh dengan hanya membutuhkan waktu 7 menit. Sedangkan Matahari membutuhkan 27 hari untuk menyelesaikan satu putaran.

Menurut teori para peneliti, bintang yang memiliki massa besar akan berevolusi menjadi bintang neutron, termasuk ZTF J1901+1458.

EBLM J0555-57Ab

Terakhir ada EBLM J0555-57Ab. Bintang ini tercatat menjadi bintang terkecil yang pernah ilmuwan temukan dalam sejarah hingga saat ini.

EBLM J0555-57Ab termasuk ke dalam sistem bintang EBLM J0555-57. Ini merupakan sebuah sistem pada bintang tiga. Sistem bintang tersebut berada di konstelasi Pictor.

Baca Juga: Pengertian Bintang Kejora, Cahaya Keperakan yang Stabil dari Venus

Astronom dari Universitas Cambridge adalah orang pertama yang menemukan bintang ini. Saat itu ia sedang dalam pencarian planet ekstrasurya baru di sekitar EBLM J0555-57AA.

Siapa sangka, meski bukan menemukan planet, namun mereka berhasil bertemu dengan bintang terkecil di alam semesta.

Saat itu, sekumpulan astronom menggunakan data eksperimen bernama WASP. Kemudian mereka melihat peredupan yang konsisten dari bintang induk EBLM J0555-57AA.

Setelah melakukan penelitian lanjutan dan mengukur massa objeknya, para astronom menemukan benda tersebut memiliki massa terlalu besar untuk menjadi planet.

Karena itulah, mereka akhirnya menggolongkan benda ini menjadi bintang kerdil yang paling kecil, bahkan hingga saat ini.

Bintang ini mengorbit bintang utamanya dalam jangka waktu 7,8 hari. Radius bintang EBLM J0555-57Ab juga sebanding dengan Saturnus, yakni sekitar 120.000 km.

Sebelum para astronom menemukan EBLM J0555-57Ab, tahta bintang terkecil di alam semesta berada di tangan bintang Trappist-1. Bintang ultradingin Trappist-1 yang terletak di dalam konstelasi Aquarius tersebut memiliki massa sekitar 0,089 massa Matahari. (R10/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -