Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita PangandaranDTPH Provinsi Jabar akan Uji Coba Program IP 400 di Pangandaran

DTPH Provinsi Jabar akan Uji Coba Program IP 400 di Pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Jawa Barat, mulai mensosialisasikan Program Indeks Pertanaman atau IP 400.

Rencananya, DTPH akan menjalankan program tersebut di Kabupaten Pangandaran pada tahun 2022 ini.

Hal tersebut diungkapkan Kepala DTPH Provinsi Jabar, Dadan Hidayat, saat berkunjung ke Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Rabu (26/1/2022).

Dadan mengungkapkan, bahwa Program IP 400 tersebut bisa membantu peningkatan produksi petani.

“Sebab, program tersebut bisa tanam dan panen padi sebanyak 4 kali, yang biasanya hanya 3 kali dalam satu tahun,” ungkapnya.

Sementara untuk mendukung program IP 400, pihaknya berencana pada tahun 2022 menyiapkan lahan hamparan seluas 1000 hektare untuk para petani milenia Pangandaran.

“Sehingga nantinya bagaimana kita bisa menanam padi dalam satu tahun bisa 4 kali tanam dan 4 kali panen,” kata Dadan.

Namun, saat ini pihaknya sedang menunggu calon petani yang akan ikut program tersebut, termasuk juga pengadaan lokasinya.

“Semoga secepatnya ada laporan,” ucapnya.

Menurut Dadan, ternyata potensi lahan di Pangandaran ini luar biasa. Karena lahan pertanian hampir sekitar 4.140 hektare. 

Oleh karena itu, pihaknya akan mencoba Program IP 400 ini untuk 1000 hektare terlebih dulu.

Dadan menjelaskan, program ini dalam rangka upaya Pemprov Jabar untuk membantu meningkatkan produksi khususnya padi. 

“Karena faktanya penduduk Jawa Barat makin lama makin banyak. Maka, ini upaya kita membantu daerah,” jelasnya.

Ia berharap, dengan adanya program Indeks Pertanaman 400 ini bisa mensejahterakan masyarakat petani milenia Pangandaran.

Dadan juga mengapresiasi petani Desa Ciganjeng, Kabupaten Pangandaran, dalam upaya mitigasi terhadap perubahan iklim.

“Terlebih saat banjir mereka (petani) menanam padinya dengan rakit, yang lebih dikenal padi apungnya. Ini luar biasa,” pungkasnya. (Madlani/R5/HR-Online/Editor-Adi)