Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita TerbaruFalcon 9 Akan Tabrak Bulan Setelah 7 Tahun di Luar Angkasa

Falcon 9 Akan Tabrak Bulan Setelah 7 Tahun di Luar Angkasa

Falcon 9 akan tabrak bulan setelah 7 tahun di angkasa. Roket milik SpaceX ini pertama kali meluncur ke ruang angkasa pada Februari 2015 lalu.

Misi utama dari roket ini adalah untuk mengirim satelit pengamatan iklim. Satelit tersebut berjarak sejauh 1,5 juta kilometer dari Bumi.

Namun menurut kabar yang beredar, roket ini kehabisan bahan bakar. Itulah mengapa roket Falcon 9 tidak dapat kembali ke Bumi.

Baca Juga: Misi Armageddon Cina, Luncurkan Roket Pembelok Asteroid

Roket Falcon 9 Akan Tabrak Bulan

Seorang astronom dari Harvard University memperkirakan tabrakan yang terjadi antara roket Falcon 9 dan bulan. Perkiraan tabrakan adalah dengan kecepatan 9.288 kilometer per jam.

Roket Falcon 9 bertugas membawa salah satu misi yang merupakan bagian dari rencana eksplorasi ruang antariksa SpaceX dari Elon Musk. Elon Musk sendiri adalah sebuah perusahaan komersial terkenal.

Mereka bertujuan untuk membawa manusia hidup di planet lain. Roket Falcon 9 ditarik oleh gaya gravitasi yang berbeda dari Bumi, Matahari, dan bulan.

Hal itulah yang membuat jalur roket ini menjadi kacau dan mengakibatkan Falcon 9 akan menabrak bulan.

Prof McDowell dari Pusat Astrofisika Universitas Harvard Smithsonian mengatakan bahwa roket itu sudah mati dan hanya bergerak mengikuti hukum gravitasi.

“Dalam beberapa dekade terakhir, kemungkinan terdapat 50 objek besar yang jejaknya benar-benar hilang. Ini mungkin sudah terjadi beberapa kali sebelumnya tetapi tidak kami sadari. Ini akan menjadi kasus pertama yang terkonfirmasi” jelas Prof McDowell.

Kematian dari Falcon 9 teridentifikasi oleh seorang jurnalis bernama Eric Berger di situs luar angkasa Ars Technica. Selanjutnya hal itu juga Bill Gray, seorang analis data konfirmasi di blognya.

Baca Juga: Misi SpaceX Inspiration4, Wisata Antariksa Pertama Untuk Warga Sipil

Akibat Kehabisan Bahan Bakar

Seperti yang sudah disebutkan bahwa roket Falcon 9 akan tabrak bulan tersebut memiliki misi membawa satelit. Penempatan satelit tersebut tergolong cukup jauh dari Bumi.

Ternyata, roket Falcon 9 mengalami kehabisan bahan bakar. Saat ini lokasi dari roket terlalu jauh dari Bumi.

Bahan bakar yang tersedia tidak cukup untuk kembali ke Bumi. Energi roket ini juga terlalu lemah untuk keluar dari gravitasi Bumi dan Bulan.

Menurut ahli meteorologi, Eric Berger, roket Falcon 9 sudah mengikuti orbit yang agak kacau sejak Februari 2015.

Baca Juga: SpaceX Cargo Dragon NASA Berhasil Meluncur Dari Stasiun Antariksa

Dampak dan Waktu Tabrakan

Bill Gray memperkirakan bahwa roket Falcon 9 akan menabrak sisi terjauh bulan dengan speed 9.288 km/jam. Tabrakan tersebut diperkirakan terjadi pada 4 Maret 2022.

Gray telah memperkirakan bahwa roket silindris tersebut mendarat di satu tempat sekitar ekuator bulan. Tempat tersebut adalah sisi jauh bulan, sehingga kemungkinan sulit untuk mengamatinya.

Belum ada pernyataan resmi mengenai dampak yang timbul. Namun Prof McDowell mengatakan bahwa peristiwa tersebut kemungkinan membentuk sebuah kawah kecil di permukaan bulan.

Hal itu karena ada tangki logam kosong beratnya empat ton di roket Falcon 9 akan tabrak bulan. Hal itu sama dengan melempar batu berkecepatan 5.000 mil per jam. (R10/HR-Online)

- Advertisment -