Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita TerbaruInjakan Rem Mobil Terlalu Dalam, Pertanda Fungsinya Kurang Optimal

Injakan Rem Mobil Terlalu Dalam, Pertanda Fungsinya Kurang Optimal

Injakan rem mobil terlalu dalam sebaiknya jangan sepelekan. Sebab hal tersebut bisa menandakan jika komponen mengalami masalah. 

Rem mobil menjadi salah satu komponen yang cukup vital pada setiap kendaraan. Termasuk pada mobil. Tanpa adanya sistem pengereman akan mengakibatkan Anda kurang nyaman berkendara. 

Apalagi rem merupakan sistem keamanan dan keselamatan dalam berkendara. Anda perlu komponen yang satu ini untuk menurunkan kecepatan laju kendaraan. Bahkan juga membuat kendaraan berhenti sesuai yang Anda inginkan. 

Semua komponen mobil tentu memiliki cara perawatan yang tidak sama. Bahkan ada juga beberapa komponen yang memiliki masa pemakaian tertentu.

Karena itulah sebagai pemilik kendaraan rajin-rajinlah untuk melakukan service secara berkala. Seperti halnya dengan komponen yang cukup vital yaitu rem.

Sistem pengereman perlu Anda lakukan pengecekan hingga penggantian jika kondisinya sudah tidak optimal. Salah satu masalah yang bisa saja terjadi yaitu injakan rem mobil terlalu dalam. 

Sebenarnya banyak masalah yang bisa terjadi pada komponen satu ini. Jika pengereman terlalu dalam, risiko terjadinya kecelakaan akan cukup besar. Tanda yang satu ini juga bisa mengingatkan Anda untuk segera mengecek kondisi rem. 

Jika sudah terlalu dalam, ada baiknya untuk mengganti dengan komponen baru. Sehingga Anda akan tetap merasa nyaman dan aman selama berkendara.

Baca juga: Rem Mobil Matic Bunyi Krek Sebagai Tanda Timbulnya Sistem Bermasalah

Kondisi Injakan Rem Mobil Terlalu Dalam, Pertanda Apa?

Rem menjadi salah satu komponen mobil yang penting. Bahkan tanpa komponen tersebut, kendaraan tidak akan bisa berhenti sewaktu-waktu sesuai yang diinginkan pengemudi.

Namanya juga komponen kendaraan, tentu bisa saja terjadi masalah. Bahkan seiring penggunaannya yang terus-menerus justru membuat komponen kehilangan performa.

Dalam fungsi normal, tentu kondisi rem ketika Anda injak cukup dengan tekanan yang ringan saja. Akan tetapi, jika pengereman sudah Anda injak terlalu dalam menandakan performanya berkurang.

Sebab rem yang masih dalam kondisi bagus tidak membutuhkan injakan yang terlalu dalam. Laju mobil akan cepat terhenti tanpa harus melakukan pijakan terlalu dalam.

Akan tetapi jika pijakan sudah terlalu dalam itu bisa menandakan ada masalah pada sistem pengereman. Salah satunya akan timbul masalah rem blong.

Lantas pertanda apa jika kondisi ini Anda alami? Simak penjelasannya berikut ini. Ada beberapa hal penting yang bisa terjadi jika injakan rem sudah terlalu dalam.

Baca juga: Rem Cakram Motor Blong, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Udara Masuk Dalam Sistem Hidrolik

Salah satu pertanda injakan rem mobil terlalu dalam bisa karena ada udara masuk ke sistem hidrolik. Hal ini bisa terjadi jika mobil yang Anda gunakan masih menggunakan sistem rem hidrolik.

Udara yang masuk tersebut akan mengakibatkan sink pada rem. Ketika Anda melakukan pengereman dan terjadi penekanan, maka yang terkompres hanya udara saja. Tekanan yang terjadi tidak sampai kaliper dan rem.

Hal ini mengakibatkan sistem rem tidak berfungsi secara optimal. Ruang kosong dalam tabung akan mudah dimasuki udara jika mobil mengalami guncangan secara terus-menerus.

Master Silinder yang Rusak

Banyak hal yang bisa terjadi pada sistem rem mobil. Bahkan ketika injakan rem mobil terlalu dalam. Hal ini bisa menandakan master silinder sedang mengalami kerusakan.

Umumnya jika masalah ini terjadi, pedal rem akan terasa padat. Namun saat melakukan pengereman lebih dalam justru akan menekan ke bawah. Kondisi ini akan terasa ketika mobil sedang digunakan.

Agar komponen mobil bisa bekerja secara optimal, ada baiknya melakukan pengecekan secara rutin.

Seperti halnya mengecek injakan rem pada mobil. Jangan biarkan kondisinya rusak yang dapat menimbulkan kecelakaan.

Kampas Rem Sudah Mau Habis

Saat melakukan pengecekan pada komponen rem, perhatikan lapisannya. Jika sudah tidak tebal, performanya akan berkurang. Kampas rem yang baru biasanya akan bertahan hingga 3-4 bulan.

Namun semua tergantung dengan sering tidaknya kendaraan melakukan pengereman. Setelah menipis, Anda harus segera mengatasinya.

Caranya ganti dengan komponen baru. Kampas dan piringan rem saling bergesekan. Untuk itu, rem akan mudah habis seiring pemakaiannya.

Sebaiknya segera lakukan pengecekan ketika mengalami injakan rem mobil terlalu dalam. Hal ini juga bisa mengurangi risiko rem blong atau masalah lainnya. Berkendara pun akan terasa lebih aman. (R10/HR Online)

- Advertisment -