Rabu, Agustus 17, 2022
BerandaBerita PangandaranIzinkan HKP Digelar, Bupati Pangandaran: Asal Jangan Biasa-biasa Saja

Izinkan HKP Digelar, Bupati Pangandaran: Asal Jangan Biasa-biasa Saja

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengizinkan perayaan Hari Krida Pertanian (HKP) kembali digelar di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Jeje saat menghadiri pameran pertanian di Lapang Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (25/1/2022).

“HKP itu kan tempat diskusinya para petani, apalagi saat ini banyak program mulai dari pusat dan provinsi untuk peningkatan hasil produksi para petani milenial di kita. Silakan gagas kembali tentunya dengan inovasi dan kreativitas ya, jangan biasa-biasa saja,” kata Jeje.

Baca Juga: Insentif RT/RW di Pangandaran Butuh Rp 49 M, Anggaran Cuma Rp 13 M

Jeje meminta pelaksanaan HKP di Pangandaran lebih istimewa dari biasanya. Salah satunya Jeje mengusulkan diadakan diskusi dengan para ahli agar petani milenial bisa mengambil peluang pasar.

“Saya menerapkan strategi kebijakan agar potensi dari kunjungan sebanyak 4 juta wisatawan ke Pangandaran tersebut bisa dimanfaatkan peluangnya oleh para petani kita,” jelasnya.

Menurut Jeje, kebijakan dan strategi dalam pencapain pembangunan dengan meningkatkan produksi pertanian dan siapkan pemenuhan kebutuhan pasar. Hal itu sebagai upaya mengambil potensi dari 4 juta kunjungan wisatawan ke Pangandaran.

“Silakan para petani ambil peluang itu dengan baik, agar perekonomian kita meningkat dan maju,” kata Jeje. 

Jeje menambahkan, kebutuhan perhotelan dan rumah makan bisa dipasok dari hasil pertanian. Misalnya hasil sayur mayur, terong, cabe rawit dan lainnya agar tidak belanja dari luar wilayah Kabupaten Pangandaran.

“Kebijakan tersebut seperti membuat pengaturan pola tanam dan zonasi sentra hasil pertanian, juga ke depan kita siapkan kawasan jajanan tradisional dari hasil produksi pertanian tersebut,” ujarnya.

Jeje menambahkan, dengan kebijakan tersebut putaran ekonomi di Kabupaten Pangandaran akan meningkat dan para petani pun menikmati dampak dari kunjungan wisatawan.

“Ada wisatawan ada kebutuhan pasar, ini agar dimanfaatkan oleh para petani kita terutama petani milenial,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)