Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita TerbaruKandungan Surat Al-Kafirun, Ajakan Hidup Bertoleransi

Kandungan Surat Al-Kafirun, Ajakan Hidup Bertoleransi

Kandungan surat Al-Kafirun menekankan tentang toleransi antar umat beragama. Hal tersebut terkait dengan pengerjaan ibadah berdasarkan ketentuan masing-masing agama tanpa mencampuradukkan antara urusan keduanya. 

Surat ini turun di Mekkah setelah surat Al-Ma’un dan merupakan surat ke-109 dalam susunan mushaf Al-Qur’an.

Surat ini turun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, sehingga termasuk kelompok surat Makkiyah. 

baca juga: Kandungan Surat An-Nasr Menjadi Bukti Akan Adanya Pertolongan Allah

Isi Kandungan Surat Al-Kafirun

Nama Al-Kafirun diambil dari awalan surat ini, yakni berkaitan dengan seruan pada orang-orang kafir. Al-Kafirun mempunyai arti orang-orang kafir. 

Isi kandungan surat Al-Kafirun ini berupa perintah dari Allah kepada seluruh umat Islam agar senantiasa menjauhkan diri dari segala bentuk kemusyrikan. 

Dengan kata lain, menghindari bentuk peribadatan yang menyerupai orang-orang kafir. 

Adapun isi kandungan lengkap dari surat yang terdiri dari 6 ayat ini adalah Allah menjelaskan jika terdapat perbedaan antar sifat Tuhan yang sembahan umat Nabi Muhammad SAW dengan Tuhan yang sembahan orang kafir. 

Pasalnya, Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. 

Selain mempunyai perbedaan sifat Tuhan dari keduanya, dalam hal ini juga menjelaskan tentang perbedaan pelaksanaan ibadah. 

Isi kandungan surat Al-Kafirun yang terakhir adalah menekankan mengenai sikap toleransi antar umat beragama. 

baca juga: Fadilah Membaca Surat Al-Kahfi, Beri Pertolongan di Hari Kiamat Kelak

Asbabun Nuzul Surat Al-Kafirun

Mengutip dari buku Asbabun Nuzul oleh Imam as-Suyuthi, Ath-Thabrani, serta Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas jika suku Quraisy menyeru Rasulullah SAW supaya mendapat harta dan menjadi orang terkaya di Mekkah. 

Kemudian orang-orang Quraisy akan menikahkan Rasulullah SAW dengan wanita yang ia inginkan. 

Orang Quraisy berkeinginan agar Nabi Muhammad SAW tidak mencela Tuhan mereka. Lalu meminta untuk menyembah Tuhan mereka dalam satu tahun.

Rasulullah SAW menanggapi orang-orang Quraisy seraya berkata, “Aku akan menanti apa yang Tuhanku turunkan untukku.”

Allah SWT pun menurunkan firman-Nya, “Katakanlah (Muhammad). Wahai orang-orang kafir!” hingga akhir ayat surat Al-Kafirun.

Terdapat kisah lain oleh Abdurrazaq dari Wahab, ia berkata, “Orang-orang kafir Quraisy berkata kepada Nabi Muhammad SAW, Jika engkau setuju, ikutilah kami setahun dan kami akan kembali kepada agamamu setahun pula”

Kemudian Allah SWT kembali menurunkan firman-Nya, “Katakanlah (Muhammad). Wahai orang-orang kafir!” sampai akhir ayat surat. Ibnul Mundzir juga meriwayatkan hadis yang sama dari Ibnu Juraji. 

Di dalam Tafsir Ibnu Katsir, terdapat penjelasan tentang surat ini yang menyatakan mengenai pembebasan diri dari apa yang diperbuat oleh orang musyrik. 

Kandungan surat Al-Kafirun juga memerintahkan untuk membersihkan diri dari berbagai bentuk kemusyrikan. 

baca juga: Manfaat Membaca Surat Al-Falaq, Melindungi dari Segala Jenis Godaan

Keutamaan Surat Al-Kafirun

Surat Al-Kafirun apabila kita amalkan sehari-hari, maka akan memberikan banyak manfaat. Karena mempunyai beberapa keutamaan sebagai berikut:

1. Mengajak Toleransi Beragama

Kandungan surat Al-Kafirun sangat terkenal dengan ajakan untuk bertoleransi antar umat beragama. Dalam Al-Qur’an, terdapat anjuran agar umat Islam menghormati penganut agama lain. 

Seperti dalam ayat terakhir dalam surat Al-Kafirun yang memiliki arti “Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

2. Surat yang Ditakuti Iblis

Iblis sangat takut dengan surat Al-Kafirun. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui kandungan di dalamnya.

Ibnu Abbas meriwayatkan hal tersebut. Menurutnya, tidak ada surat yang iblis takuti, kecuali surat Al-Kafirun. 

Di dalam Al-Qur’an tidak ada yang lebih menyeramkan selain Qul Ya Ayyuhal-Kafirun bagi para iblis. Karena ia merupakan tauhid dan pembebasan dari kemusyrikan.

3. Pahala Membaca Al-Qur’an Sama dengan Seperempat Al-Qur’an

Syeikh Ibnu Abbas berpendapat jika empat kali membaca surat Al-Kafirun sama dengan mengkhatam Al-Qur’an. 

Hal tersebut bukan berarti umat Islam tidak perlu membaca Al-Qur’an. Akan tetapi, hendaknya membacanya setiap hari. 

4. Membaca Surat Al-Kafirun Menjelang Tidur Terbebas dari Kemusyrikan

Dalam sabda Rasulullah SAW mengatakan jika sebaiknya membaca Qul ya Ayyuhal-kafirun, lalu pergi untuk tidur.

Sesungguhnya ayat dalam surat Al-Kafirun tersebut membebaskan dari kemusyrikan, berdasar hadis riwayat Abu Dawud asal Farwah bin Naufal.

Surat Al-Kafirun sering dijadikan sebagai bacaan jelang tidur karena kandungan di dalamnya sebagai isyarat jika seorang muslim harus beribadah kepada Allah SWT.

Senantiasa menjaga iman, dari membuka mata hingga menutup mata supaya terhindar dari kemusyrikan dan kekafiran. Kandungan surat Al-Kafirun penting kita pahami. (Muhafid/R6/HR-Online)