Rabu, Januari 19, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariKasus HIV/AIDS di Banjarsari Ciamis Turun pada Akhir 2021

Kasus HIV/AIDS di Banjarsari Ciamis Turun pada Akhir 2021

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kasus HIV/AIDS di Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami penurunan pada akhir tahun 2021. Menurunnya angka kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut tak lepas dari rutinnya melakukan sosialisasi serta pendataan secara rutin.

Kepala UPTD Puskesmas Banjarsari, dr. Emay Marlina mengatakan, selain sosialisasi, pihaknya juga melakukan pendampingan secara berkala.  

Dengan begitu, masyarakat pun dapat memahami mengenai kasus HIV/AIDS, sehingga banyak yang mau merubah perilaku.

“Kita juga melakukan mobile VCT (Voluntary Counselling and Testing) ke populasi umum dan populasi khusus. Hasilnya alhamdulillah ada penurunan angka,” terangnya, Rabu (05/01/2022).

Baca Juga : Penderita HIV/AIDS Banyak Ditemukan di Kecamatan Ciamis dan Banjarsari

dr. Emay menyebutkan, dari catatan yang dimiliki PKM Banjarsari, kasus HIV/AIDS di Banjarsari sejak tahun 2014 sampai akhir tahun 2021 tercatat sebanyak 43 kasus. Dari jumlah sebanyak itu, ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) yang hidup ada 25 orang dan meninggal 18 orang.

Sedangkan, pasien PDP (pengobatan) sebanyak 32 orang, dengan catatan aktif pengobatan sebanyak 20 orang, DO 6 orang, dan meninggal sebanyak 6 orang.

“HIV/AIDS sebenarnya tidak bisa sembuh. Adapun konsumsi obat ARV itu hanya untuk  meningkatkan ketahanan tubuh, bukan untuk menyembuhkan,” jelas dr. Emay.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Agus Sudarisman mengatakan, kasus HIV/AIDS di wilayah binaannya juga mengalami penurunan.

“Awalnya ada empat kasus. Namun, dari empat kasus itu tiga orang diantaranya meninggal dunia, dan kini tinggal menyisakan satu orang dalam pengobatan,” katanya.

Pihaknya pun mengajak kepada masyarakat serta para remaja khususnya, untuk tetap menjaga kesehatan.

“Hindari pergaulan bebas dan tetap jaga kesehatan agar kita selalu terbebas dari virus yang mematikan dan belum ada obatnya itu,” tandas Agus. (Suherman/R3/HR-Online/Editor-Eva)

- Advertisment -