Selasa, Mei 17, 2022
BerandaBerita TerbaruKepemimpinan Abu Bakar Menjadi Kisah yang Menginspirasi dan Teladan

Kepemimpinan Abu Bakar Menjadi Kisah yang Menginspirasi dan Teladan

Kepemimpinan Abu Bakar As Siddiq menjadi kisah yang perlu untuk kita ketahui karena sebagai teladan serta menginspirasi dalam kehidupan.

Kita tahu bahwa Abu Bakar As Siddiq merupakan khalifah yang pertama. Bukan hanya sahabat saja, tetapi Abu Bakar juga mertua dari Rasulullah.

Lebih tepatnya merupakan ayah Aisyah. Sebagai sahabat sekaligus mertua, Abu Bakar juga sangat baik kepada Nabi Muhammad serta terus membantu dalam berdakwah. Jadi, bisa dikatakan khalifah pertama ini berkiprah sejak Rasulullah SAW wafat.

Perlu Anda ketahui, Rasulullah sebelum wafat juga tidak sempat mewariskan kepemimpinannya kepada siapa akan diwariskan.

Sehingga hal tersebut menyebabkan munculnya desas-desus kepemimpinan tentang siapa yang berhak dan pantas pemimpin agama Islam selanjutnya. Dalam hal ini, Abu Bakar turut menjadi pertimbangan.

baca juga: Sejarah Kaisar Nero, Kepemimpinan Kaisar Romawi yang Sangat Kejam

Ketahui Kepemimpinan Abu Bakar As Siddiq dalam Islam

Setelah terjadi beberapa musyawarah yang sifatnya cukup serius, menyebabkan Abu Bakar menjadi orang yang terpilih guna menduduki posisi sebagai seorang khalifah menggantikan kepemimpinan Rasulullah SAW yang telah wafat.

Mertua dari Rasulullah ini menjadi khalifah dalam rentang waktu yang singkat. Bisa terbilang, khalifah pertama ini menjabat selama 2 tahun lebih.

Tetapi perlu Anda ketahui bahwa dalam waktu yang singkat tersebut, Abu Bakar mendapatkan banyak cobaan. Meskipun demikian, hal tersebut tidak menjadikannya menyerah begitu saja.

Justru hal ini yang menjadi penyebab dalam kepemimpinan Abu Bakar memiliki prestasi membanggakan.

Bukan tidak mungkin seseorang yang mengaku Islam tetapi tidak mengetahui bagaimana sejarah kepemimpinan Abu Bakar dalam mendakwahkan agama.

Untuk itu, bagi Anda yang belum mengetahui, berikut ini sedikit kisah kepemimpinan dari khalifah pertama tersebut.

baca juga: Keteladanan Abu Bakar Mengajarkan Keikhlasan untuk Urusan Islam

Menumpas Kelompok yang Memerangi Islam

Untuk kepemimpinan Abu Bakar As Siddiq pertama bisa kita lihat dari keberhasilan menumpas kelompok-kelompok yang memerangi agama Islam.

Perlu Anda tahu bahwa pada masa kepemimpinan khalifah pertama banyak sekali bermunculan konspirasi nabi palsu.

Hal tersebut menyebabkan adanya Perang Yamamah yang melibatkan pasukan Musailamah Al-Kadzab dengan pasukan muslim.

Akan tetapi, atas usaha Abu Bakar dan izin Allah, kaum musliminlah yang memenangkan perang tersebut. Walaupun, banyak penghafal Al-Qur’an yang wafat.

baca juga: Kisah Teladan Nabi Hud, Tidak Sombong, Berakhlak Baik, dan Taat

Mulai Modifikasi Al-Qur’an

Karena gugurnya para penghafal Al-Qur’an pada Perang Yamamah tersebut, membuat umat muslim khawatir.

Apabila para penghafal Al-Qur’an terus berguguran, bukan tidak mungkin jika sudah tidak ada lagi penghafal Al-Qur’an yang ada di dunia ini.

Hal itulah yang menyebabkan Umar akhirnya memberikan saran kepada khalifah pertama guna membukukan Al-Qur’an.

Semula Abu Bakar tidak setuju, sebab Uswatun Hasanah kita tidak membutuhkannya. Tetapi setelah Umar menjelaskan, akhirnya ayah Aisyah ini menyetujui.

Hal ini juga merupakan kepemimpinan Abu Bakar. Dalam pembukuan Al-Qur’an, Zaid Bin Tsabit yang menjadi pemimpin, lalu Zaid menyerahkan kepada khalifah pertama.

Kekuasaan Islam

Tidak hanya itu saja yang merupakan kepemimpinan Abu Bakar. Sebab Abu Bakar juga melakukan perluasan wilayah agama Islam.

Sebuah jurnal manajemen pemerintah khalifah Abu Bakar As Siddiq dalam pengembangan dakwah Islam tahun 2018 menjelaskan bahwasannya bentuk pemerintahan dari khalifah pertama itu sangatlah ideal.

Alasannya adalah Abu Bakar memberikan ruang bagi rakyat untuk melakukan partisipasi terhadap urusan pemerintah.

Hal ini juga yang berdampak pada pengembangan agama Islam. Salah satunya yakni penyebaran Islam dipimpin oleh Usamah bin Zaid bin Haritsah ke Suriah.

Sejatinya, pasukan ini sudah dipersiapkan. Persiapannya saja sudah mulai ketika Rasulullah masih hidup. Namun karena Rasulullah wafat, tertundalah agenda tersebut untuk beberapa waktu.

Hingga pada akhirnya pada masa kepemimpinan Abu Bakar As Siddiq. Sehingga Abu Bakar yang harus meneruskan persiapan pasukan tersebut.

Pada intinya, semasa hidup ayah Aisyah ini hanya ia gunakan untuk menyelesaikan urusan umat.

Bisa terbilang juga khalifah pertama ini tidak mempunyai waktu untuk mengurusi kebutuhan keluarganya. Sama seperti halnya gelar yang Abu Bakar dapatkan yakni As Siddiq. Artinya adalah jujur.

Sehingga kepemimpinan Abu Bakar As Siddiq selalu amanah dan bersikap jujur dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin. Hal ini sesuai dengan tuntunan dari Allah SWT dan Rasulullah SAW. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -