Minggu, Januari 16, 2022
BerandaBerita TerbaruKisah Teladan Nabi Hud, Tidak Sombong, Berakhlak Baik, dan Taat

Kisah Teladan Nabi Hud, Tidak Sombong, Berakhlak Baik, dan Taat

Kisah teladan Nabi Hud menjadi salah satu contoh dalam kehidupan sehari-hari. Nabi Hud sendiri merupakan salah satu dari 25 nabi yang wajib untuk kita imani.

Lebih tepatnya, Hud berada di urutan ke-4 setelah nabi pertama Adam As, Nabi Idris, dan Nabi Nuh.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa keberadaan Nabi Hud juga tidak akan terlepas dari nabi yang sebelumnya, yakni Nabi Nuh, termasuk sebagai nabi ulul azmi.

Nabi Hud itu merupakan cucu dari Nabi Nuh. Lebih tepatnya merupakan keturunan dari Sam Bin Nuh.

Semua kisah nabi menjadi teladan yang baik untuk kehidupan manusia. Terdapat hikmah yang bisa kita ambil.

Namun jika kita melihat kisah dari Nabi Hud semasa hidupnya, terdapat beberapa hal yang memang menjadi teladan baik untuk kehidupan manusia saat ini.

baca juga: Keteladanan Zaid Bin Tsabit, Sosok Pemberani dan Bertanggung Jawab

Inilah Kisah Teladan Nabi Hud As yang Mulia

Sudah tahukah Anda mengenai bagaimana sebenarnya kisah nabi yang satu ini? Banyak orang yang mengenal bahwa kisah teladan Nabi Hud mempunyai akhlak mulia dan tidak sombong.

Bahkan untuk menghindari sifat sombong itu sendiri, nabi ini juga mempunyai usaha keras. Sombong merupakan salah satu penyakit hati yang tidak seharusnya kita miliki. Karena hal itu juga bukanlah teladan yang baik.

Bahkan Allah SWT sendiri juga membenci orang-orang yang bersifat sombong. Sombong sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an, lalu juga diperjelas kembali dengan adanya kisah-kisah nabi terdahulu yang menjadi teladan dan wajib untuk kita imani.

Dahulunya Nabi Hud hidup di daerah yang bernama Al Ahqaf. Ia hidup bersama kaum A’ad. Lebih tepatnya sekarang tempat tinggal nabi ini berada di utara Hadramaut, Yaman.

Sebenarnya, saat itu kaum A’ad hidup dengan berbagai kemakmuran. Mereka juga mempunyai keunggulan dalam beberapa hal.

Misalnya ada dalam bidang peradaban yang bagus, harta dan ternak yang banyak. Lalu tanah yang subur dan air melimpah.

Tetapi, apa yang terjadi sebenarnya? Apakah hal tersebut membuat mereka bersyukur atau malah kufur?

Justru kaum tersebut mengingkari kenikmatan yang sudah Allah berikan kepada mereka. Salah satu bentuk pengkhianatan terhadap nikmat yang sudah Allah berikan tersebut adalah mereka menyembah berhala.

Terdapat dua berhala yang diberi nama khusus, yakni Shamud dan Alhattar. Mereka menganggap bahwa berhala tersebut akan memberikan kehidupan dan kebahagiaan.

Disamping itu, kaum yang hidup berdampingan dengan Nabi Hud ini juga menjadikan berhala untuk menolak datangnya musibah dan kejahatan. Mereka tidak menyadari padahal semua itu sudah menjadi kuasa Allah SWT.

baca juga: Keteladanan Nabi Zulkifli, Raja yang Luar Biasa Sabar

Mengutus Hud

Melihat kejadian yang tidak seharusnya terjadi kepada kaum A’ad tersebut, Allah kemudian mengutus Nabi Hud guna mengajarkan Islam kepada mereka dan mendakwahi.

Akan tetapi, semua tidak berjalan dengan mulus. Mereka tak menerima ajaran yang diberikan oleh Nabi Hud.

Nah di sinilah kisah teladan Nabi Hud bermula. Adanya tantangan dan tentangan dari kaum Nabi Hud, menyuruh nabi untuk membuktikan apa yang sudah diucapkan.

Tetapi kuasa Allah adalah kenyataan. Allah yang mengutus Nabi Hud, Allah pula yang memberikan pertolongan.

baca juga: Keteladanan Zubair bin Awwam, Berani dan Rela Berkorban Demi Islam

Menginginkan Azab dari Allah SWT

Dengan tujuan untuk membuktikan apa yang Nabi Hud ajarkan, justru kaum A’ad itu menginginkan azab dari Allah SWT sebagai bukti.

Jika kita bandingkan dengan kehidupan manusia sekarang ini, apakah manusia saat ini bersifat seperti itu? Menentang apa yang menjadi perintah Allah, bahkan menginginkan azab.

Padahal dalam Al-Qur’an sendiri sudah jelas, azab Allah sangatlah pedih. Tetapi, semua itu bukanlah halangan bagi Allah.

Mungkin juga azab kepada kaum Nabi Hud sejajar dengan apa yang sudah mereka lakukan kepada Allah SWT. Tidak mensyukuri nikmat yang sudah Allah berikan kepada mereka, tapi justru mengingkarinya.

Meskipun dalam kehidupan Nabi Hud As berhadapan dengan orang-orang yang sombong dan tidak mensyukuri nikmat, tidak membuat hidupnya ikut menyembah berhala.

Nabi Hud tetap percaya terhadap apa yang sudah menjadi ketentuan Allah SWT untuknya. Tak heran jika kisah teladan Nabi Hud memang patut untuk kita contoh.

Angin yang Membinasakan

Sebab, kaum Nabi Hud menginginkan azab dari Allah sebagai bukti kekuasaan, menentang ajaran dari Nabi Hud, bersifat sombong, dan mengingkari nikmat yang sudah Allah berikan kepada mereka, membuat Allah memberikan azab.

Dalam firman Allah surat Al Haqqah ayat 6-8 menjelaskan tentang azab yang Allah berikan kepada kaum A’ad.

Kaum tersebut Allah binasakan dengan adanya angin topan selama 7 malam 8 hari terus-menerus. Angin tersebut menyebabkan kaum A’ad simpangan seolah seperti batang pohon kurma yang kosong. Tidak ada satu pun yang tersisa.

Jadi, kisah teladan Nabi Hud yang bisa kita ambil untuk kehidupan manusia yaitu mempunyai sikap tidak sombong, mensyukuri nikmat, dan mempunyai akhlak bagus meskipun dalam menyiarkan Islam tidak berjalan mulus.

Kisah teladan Nabi Hud inilah yang perlu untuk kita jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -