Selasa, Januari 25, 2022
BerandaBerita TerbaruMengapa Mikasa Membunuh Eren di Attack On Titan, Dihasut Ymir?

Mengapa Mikasa Membunuh Eren di Attack On Titan, Dihasut Ymir?

Penggemar anime Attack On Titan banyak yang bertanya mengapa Mikasa membunuh Eren Jaeger, padahal ia sangat mencintai anak dari Grisha Jaeger itu. Apakah ada hasutan dari Ymir yang punya dendam hingga 2000 tahun?

Sebenarnya ada beberapa jawaban untuk pertanyaan ini. Ada yang memang logis namun tak sedikit juga jawaban versi konspirasi.

Ini Jawaban Mengapa Mikasa Membunuh Eren

Dalam manga Attack On Titan Chapter 138 dan 139, terlihat Mikasa menebas leher Eren. Padahal Mikasa pada awalnya sangat mencintai Eren Jaeger.

Baca Juga: Alasan Levi Lebih Populer Dibandingkan Eren Jaeger di Attack On Titan

Berikut ini alasan dari pembunuhan Mikasa terhadap Eren:

Untuk Menghentikan Rumbling

Mikasa membunuh Eren untuk menghentikan Rumbling. Ini adalah salah satu jawaban yang masuk akal. Karena saat itu gerombolan Wall Titan sedang meratakan dunia.

Mikasa yang bergabung dengan pasukan Aliansi yang merupakan musuh dari Eren mau tidak mau meratakan dunia, agar peradaban tidak punah.

Sedangkan Eren ingin meratakan dunia dan hanya menyisakan bangsa Eldia saja di muka bumi. Tapi Mikasa, Levi, Hanji hingga Connie menolak hal tersebut.

Ymir Mengatur Agar Mikasa Membunuh Eren

Ada alasan kedua mengapa Mikasa membunuh Eren di Attack On Titan, yaitu karena settingan dari Ymir sang pendahulu Titan. 

Sejatinya ia telah mati, namun ada penyesalan yang amat dalam hingga pikirannya itu masih ada meskipun sudah 2000 tahun.

Ymir memiliki penyesalan karena tidak membunuh Raja Fritz di masa lalu. Ia membenci sekaligus mencintai raja yang menjadi suaminya tersebut.

Selain itu, Ymir sendiri memiliki hasrat untuk membunuh Raja Fritz karena memiliki selir yang sangat banyak. Namun rasa cintanya itu mengurungkan niatnya dalam mengeksekusi sang raja.

Baca Juga: Alasan Levi Ackerman Tak Mati di Attack On Titan Terkuak

Malahan ketika raja akan ditombak entah dipanah orang, Ymir malah menyelamatkannya, sehingga dirinya tewas seketika.

Ymir ingin melihat keturunannya membunuh orang yang paling dicintai. Mikasa pun terpilih olehnya.

Hingga akhirnya Ymir mengatur agar bisa menyaksikan seseorang membunuh  orang yang paling dicintai.

Padahal Mikasa ini sangat bucin kepada Eren. Mikasa bahkan rela menjadi anjing peliharaan anak dari Grisha Jaeger tersebut.

Hingga akhirnya, Mikasa pun membunuh Eren sosok manusia yang paling dicintainya. Ymir melihat hal tersebut dari beda alam dan roh sehingga pikirannya pun akhirnya tenang.

Mikasa Benci Eren Karena Menghamili Historia

Ada teori lainnya juga yang mendasari Mikasa membunuh sahabatnya di Attack On Titan. Salah satu karakter manusia terkuat dalam anime Attack On Titan tersebut benci Eren dan Historia.

Sebelum rumbling terjadi, terlihat scene di mana Historia sang ratu Eldia sedang hamil. Semuanya setuju bahwa anak dalam perut Historia itu adalah bayi Eren.

Mikasa pun akhirnya benci kepada Eren dan Historia sehingga bergabung dengan pasukan Aliansi menentang para Jaegeris.

Daripada Historia yang memiliki Eren lebih baik Mikasa membunuh sahabatnya itu. Ada peribahasa yang menyebutkan, lebih baik membunuh orang yang dicintai daripada harus dimiliki orang lain.

Mikasa pun akhirnya memenggal Eren dengan tameng sekaligus menghentikan Rumbling. Konon karena ia tidak rela orang yang paling ia cintai tersebut bersama dengan Historia.

Eren Sengaja Dibunuh Oleh Mikasa

Teori terakhir mengapa Mikasa membunuh Eren adalah kesengajaan dari pelaku Rumbling ini.

Baca Juga: Pasca Eren Mati di Attack on Titan, Begini Kondisi Dunia

Lantaran Eren ingin memberikan ingatannya kepada Mikasa mengapa dia melakukan hal tersebut. Sehingga kebenaran akan terungkap.

Eren sendiri melakukan Rumbling bukan tanpa sebab, ia menginginkan dua sahabatnya Mikasa dan Armin itu bisa hidup damai meskipun nyawanya jadi taruhan.

Itulah beberapa jawaban mengapa Mikasa membunuh Eren dalam Attack On Titan. Tapi ini hanya teori saja, sebagai fans kamu bisa menambahkan atau membantah. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

- Advertisment -