Selasa, Mei 17, 2022
BerandaBerita PangandaranPasutri Terduga Arisan Online Bodong Asal Pangandaran Ditangkap

Pasutri Terduga Arisan Online Bodong Asal Pangandaran Ditangkap

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pihak kepolisian mengamankan dua pasangan suami istri (pasutri) terduga arisan online bodong.

Keduanya adalah JS (24) dan DN (19), warga Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat. 

Kapolsek Padaherang, Polres Ciamis, Iptu Aan Supriatna mengungkapkan, pasutri tersebut berdasarkan data sementara sudah merugikan 44 nasabah.

“Adapun nilai kerugian dari masing-masing nasabah bervariatif jumlahnya,” ungkap Iptu Aan, kepada awak media, Rabu malam (26/1/2022).

Lebih lanjut Iptu Aan menambahkan, korban mayoritas adalah warga Padaherang, Mangunjaya Kabupaten Pangandaran.

Selain itu, sebagian juga warga Kalipucang, Parigi Kabupaten Pangandaran, dan juga Banjarsari Kabupaten Ciamis.

“Sementara korban yang melapor ke kami ada 44 orang. Adapun total kerugian kurang lebih Rp 990 juta,” ucapnya.

Cara Terduga Arisan Online Bodong Asal Pangandaran Menarik Nasabah

Sementara untuk menarik para calon nasabah, pasang suami istri ini memanfaatkan media sosial (medsos).

Sementara untuk setor arisan, korban melakukan transaksi dengan cara transfer. “Yaitu lewat mobile banking maupun BRILink,” terangnya.

Ia menuturkan, kedua terduga arisan bodong online ini seolah-olah menawarkan kepada warga.

Terutama masyarakat yang akan berobat maupun operasi bahkan yang akan melaksanakan hajatan,” tutur Iptu Aan.

Menurutnya, korban arisan bodong ini kemungkinan bisa bertambah. Bahkan ada informasi dari masyarakat (yang lapor), korban arisan bodong ini ada juga warga Bandung maupun yang domisili Jakarta.

“Saat saya tanya kepada pelaku istri (DN), mengakui mulai arisan online sejak tahun 2018,” ucapnya.

Mengamankan Pelaku Setelah Ada Laporan dari Korban

Pihaknya saat ini mengamankan kedua terduga pelaku arisan online di Mapolsek Padaherang, Polres Ciamis.

Setelah menangkap pelaku, pihaknya kemudian juga melakukan pendataan korban yang ada di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya. Selain itu juga Polres Padaherang sudah melakukan interogasi kepada para korban.

Lebih lanjut Iptu Aan mengatakan, ada sebagian besar dari warga Banjarsari, yang melakukan pelaporan ke Polsek Banjarsari.

“Korban dari Banjarsari ini termasuk yang mengalami kerugian besar sampai Rp 180 juta. Begitu juga warga Desa Pangandaran ada yang kerugiannya sampai senilai Rp 190 juta,” katanya.

Pihaknya menangkap pelaku terduga arisan online bodong, setelah adanya laporan dari korban.

Sebelumnya, para nasabah berbondong-bondong mendatangi rumah pasutri tersebut. “Ada satu korban yang langsung menghubungi Polsek Padaherang. Kemudian, kami langsung mengamankan pasutri tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang korban asal Desa Mangunjaya, Nur’aeni mengaku bahwa ia masih ada kaitan saudara dengan pelaku terduga arisan online.

Sehingga, ia pun sebelumnya tidak merasa khawatir dan curiga saat terduga mengajaknya untuk ikut arisan.

“Saya sudah setor uang lelang arisan sebanyak Rp 5.300.000. Tapi jika ditotalkan sekitar Rp 9 jutaan. Saya hanya berharap uang bisa kembali,” singkatnya. (Madlani/R5/HR-Online/Editor-Adi)

- Advertisment -