Rabu, Agustus 17, 2022
BerandaBerita PangandaranPengakuan Terduga Arisan Online Bodong di Pangandaran

Pengakuan Terduga Arisan Online Bodong di Pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Terduga pelaku arisan online bodong asal Pangandaran, Jawa Barat, DN dan JS, mengaku bahwa awalnya arisan yang mulai dari tahun 2018 tersebut berjalan dengan lancar.

“Sebelumnya mah normal, karena saat itu tidak ada lelang atau jual beli arisan,” kata DN kepada HR Online, Kamis (27/1/2022).

Namun, sambungnya, setelah bulan Oktober 2021, mulai ada yang lelang atau jual beli ke yang ikut arisan.

Baru setelah tanggal 19 Januari 2022, para nasabah arisan online yang dapat lelang pada mulai ramai. “Karena gak ada uang baru ramai,” ucapnya.

Terduga arisan online bodong mengaku, bahwa sistem jual beli atau lelang tersebut tidak menguntungkannya.

“Sebab, akibat dari sistem tersebut, pemasukan saya sedikit sedangkan pengeluaran banyak,” tuturnya.

Baca Juga : Pasutri Terduga Arisan Online Bodong Asal Pangandaran Ditangkap

Sehingga, sistem lelang arisan yang sama waktunya membuatnya bingung untuk menyiapkan uang yang akan dilelang oleh nasabah arisan.

DN mengaku dari Rp 3 juta dijual Rp 2 juta, bonus dirinya Rp 1 juta untuk mencari nasabah lagi.

Sejak tanggal 19 Januari 2022 itulah ia mulai gali lubang untuk menutup. Sebab nasabah yang belum dapat arisan online melapor kepadanya.

“Uangnya gak saya pakai buat beli mobil atau apa. Saya malah rugi dan malah nguntungkeun batur (menguntungkan orang lain),” ucapnya.

Sementara terkait dengan suaminya, JS, ia mengakui bahwa suaminya itu tidak pernah mengontrol, tapi tahu tentang arisan online tersebut.

Karena banyak yang melaporkan, akhirnya pihak kepolisian mengamankan pasangan suami istri terduga arisan online bodong, warga Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya. (Madlani/R5/HR-Online/Editor-Adi)