Sabtu, Mei 21, 2022
BerandaBerita BanjarPenyaluran BPNT di Kota Banjar Bisa Dicairkan dengan Uang Tunai

Penyaluran BPNT di Kota Banjar Bisa Dicairkan dengan Uang Tunai

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Penyaluran BPNT di Kota Banjar, Jawa Barat, bisa dalam bentuk uang tunai. Sebelumnya penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai itu hanya berupa sembako.

Kepala Dinas Sosialisasi P3A Kota Banjar, Suryamah, melalui Kabid. Perlindungan dan Jamsos, Hani Supartini mengatakan, hal itu dilakukan dalam rangka percepatan penyaluran bantuan kepada para KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

“Betul, bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai. Itu pertimbangan dari pusat untuk melakukan percepatan penyaluran bantuan,” kata Hani Supartini, Selasa (04/01/2022).

Hani menjelaskan, penyaluran BPNT tersebut berdasarkan Surat Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor S-289/MS/C/12/2021, tentang Penyaluran Bantuan Sosial Melalui Tunai. Berlakunya dari tanggal 28 sampai 31 Desember 2021.

Namun, karena masih banyaknya KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) yang belum terdistribusikan dan melakukan transaksi, maka pemerintah pusat memberikan penambahan waktu hingga 15 Januari 2022 mendatang.

Baca Juga : Penyaluran Program Sembako, Dinsos P3A Kota Banjar Tambah Jumlah Bantuan untuk KPM

“Memang kemarin berlakunya sampai akhir Desember. Tetapi dari pemerintah pusat ada penambahan waktu lagi sampai 15 Januari 2022. Untuk nanti kedepannya kita nunggu instruksi dari pusat saja,” jelasnya.

Hani menambahkan, dalam penyaluran BPNT di Kota Banjar, para keluarga penerima manfaat mendapatkan nominal yang bervariatif. Tetapi untuk pencairannya tetap di agen e-warong, karena kartunya e-wallet.

Selain itu, terkait permasalahan saldo kosong yang terjadi beberapa waktu lalu akibat belum terdaftar data berbayar, maka akan masuk ke gelombang berikutnya.

“Yang masalah saldo kosong kemarin, itu juga sekarang sudah ada isinya. Karena masuk ke gelombang sekarang. Jadi, baru ditransfer oleh pusat,” terang Hani.

Menurutnya, dengan cara tunai maka penyaluran BPNT bisa lebih simpel dan efektif, sehingga meminimalisir adanya barang dengan kualifikasi kurang baik. Meski begitu, pasti ada saja plus minusnya.

“Kalau uang ada kemungkinan untuk belanja keperluan lain. Tapi saya yakin ibu-ibu penerima bantuan pastinya untuk belanja sembako,” pungkas Hani. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)

- Advertisment -