Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita TerbaruSejarah Penemuan Proton, Partikel Subatomik dalam Fisika

Sejarah Penemuan Proton, Partikel Subatomik dalam Fisika

Sejarah penemuan proton bermula dari sebuah eksperimen pada tahun 1886. Saat itu Eugene Goldstein menggunakan tabung gas sebagai alat bantunya.

Proton adalah salah satu dari tiga komponen atom. Pada awalnya, teori penemuan atom hanya menemukan bahwa hanya adala muata negatif dan netral.

Tentunya hal itu membuat kejanggalan. Tidak mungkin bahwa atom hanya bermuatan netral atau negatif saja. Dari situlah penelitian mengenai proton berlanjut.

Baca Juga: Pengertian Massa Jenis Fisika Lengkap dengan Contoh dan Rumusnya

Awal Mula Sejarah Penemuan Proton

Jika berbicara tentang proton, tentu akan terhubung dengan elektron dan neutron. Hal itu karena ketiganya adalah inti dari atom.

Proton adalah jenis partikel subatomik yang partikel tersebut sangat minimum membentuk sebuah atom. Proton juga masuk ke dalam keluarga fermion karena bermuatan positif.

Awal mula penemuan proton terjadi pada tahun 1815. Saat itu, seorang kimiawan asal Inggris, William Prout mengungkapkan bahwa semua atom terdiri dari atom hidrogen atau protyles.

Lalu, ahli fisika dari Jerman bernama Eugen Goldstein mulai melaksanakan sebuah eksperimen pertama pada tahun 1886. Pada saat itu, Eugen menemukan sinar kanal atau ion yang memiliki muatan positif dan terbuat dari gas.

Eugene lalu mengamati bahwa setiap raso dari muatan terhadap massa ion hidrogen merupakan yang paling tinggi di antara semua gas.

Selain itu, ia juga mengamati ion hidrogen yang memiliki ukuran paling kecil di antara semua gas terionisasi lainnya.

Dengan penemuan elektron, para ilmuwan semakin percaya bahwa ada muatan lain di dalam sebuah atom.

Jika partikel penyusun atom hanya elektron, maka jumlah massa elektron akan lebih kecil daripada dengan massa sebutir atom.

Akhirnya Eugen Goldstein melakukan sebuah eksperimen menggunakan tabung gas yang memiliki katode. Tabung itu juga sudah diberi lubang yang berisi aliran listrik. 

Gas yang berada di belakang katode ternyata menyala. Melalui eksperimen itu, maka terbukti bahwa ada sinar positif ke arah berlawanan melewati lubang katode.

Baca Juga: Asteroid yang Pernah Jatuh ke Bumi, Paling Baru Terjadi di 2013!

Penemuan Proton oleh Rutherford

Sejarah penemuan proton masih berlanjut hingga seorang ahli fisika Selandia Baru bernama Ernest Rutherford. Ia adalah penemu sebenarnya dari nama Proton.

Rutherford melakukan penelitian pada awal tahun 1900-an. Saat itu, penemuan proton berdasarkan percobaan reaksi nuklir yang memicu muntahan atom.

Ia mengembangkan model atom yang berbentuk seperti Tata Surya. Pada awalnya, Rutherford menduga bahwa inti atom hanya terdiri dari hidrogen.

Ilmuwan itu juga menyebut bahwa sebagian besar dari volume atom hanya berupa ruang kosong. Partikel bermuatan negatif tersebar di luar inti atom, sama dengan muatan positif inti atom itu sendiri.

Baca Juga: Perkembangan Model Atom dari Teori Demokritus Hingga Schrodinger

Rutherford menjelaskan bahwa di dalam inti atom, partikel netral berfungsi untuk mengikat partikel positif, sehingga tidak saling menolak.

Melalui eksperimen tersebut, ia memprediksi jari-jari atom sekitar 8-10 cm dengan jari-jari intinya 1-13 cm.

Penamaan dari sejarah penemuan proton berasal dari bahasa Yunani ‘protos’ yang memiliki arti pertama. (R10/HR-Online)

- Advertisment -