Sabtu, Januari 29, 2022
BerandaBerita CiamisSiswa SMAN 1 Ciamis Jadi Korban Dugaan Penganiayaan Saat Pramuka

Siswa SMAN 1 Ciamis Jadi Korban Dugaan Penganiayaan Saat Pramuka

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Ciamis, Jawa Barat, jadi korban dugaan penganiayaan saat kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, Sabtu (8/1/2022).

Bahkan, tiga siswa sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka pada bagian wajah dan tubuhnya. 

Kejadian tersebut tentu membuat para orang tua siswa resah. Bahkan salah satu orang tua siswa yang menjadi korban penganiayaan, akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. 

Orang Tua Siswa Korban Dugaan Penganiayaan Lapor ke Polres Ciamis

Salah satu orang tua korban, Mamay, mengaku geram atas apa yang terjadi pada anaknya tersebut.

Maka dari itu, ia bersama orang tua lain hari ini, Rabu (12/1/2022), melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ciamis.

Hal itu, agar pihak kepolisian bisa mengusut tuntas anaknya yang jadi korban dugaan penganiayaan saat kegiatan ekstrakurikuler Pramuka tersebut. 

“Tadinya melaporkannya mau kemarin. Karena kemarin itu mati lampu dan berkas laporannya belum komplet, jadi baru bisa hari ini,” ucapnya kepada HR Online, Rabu (12/1/2022).

“Setelah ada laporan ini kami harap kejadian ini tidak terulang lagi,” harap Mamay.

Kronologis Dugaan Penganiayaan Versi Orang Tua Korban

Mamay menuturkan, bahwa korban (anaknya) yang merupakan siswa SMAN 1 Ciamis kelas X, mengikuti kegiatan latihan Pramuka pada hari Sabtu (8/1/2022).

“Latihan Pramuka itu, karena bulan nanti katanya akan dilaksanakan kegiatan Hiking Rally pada ekstrakurikuler tersebut,” tuturnya. 

Saat latihan yang dilakukan di salah satu rumah alumni di Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, anak-anak itu disuruh membuat lingkaran oleh kakak-kakak pembinanya.

Setelah itu, kakak kelasnya tersebut menyuruh mereka untuk saling pukul atau gampar antar sesama rekannya sendiri. 

Jika masih kuat atau bertahan meski saling gampar dengan rekan-rekan sekelasnya, maka kakak kelasnya akan menambahnya.

“Itu apabila anak-anak masih kuat untuk menerima gamparan. Kalau tidak kuat ya berhenti,” ucapnya.

Menurutnya, setelah menerima gamparan dari kakak pembinanya, anaknya mengalami luka lebam pada bagian wajahnya. Selain itu pada bagian bibirnya juga sedikit sobek.

“Kalau temannya anak saya, pundaknya yang sakit dan wajahnya juga lebam,” tuturnya. 

Polres Ciamis Lakukan Lidik

Sementara itu, Kasi Humas Polres Ciamis, Iptu. Magdalena membenarkan ada orang tua siswa yang melaporkan kejadian tersebut.

Magdalena mengatakan, untuk kasus siswa SMAN Ciamis jadi korban dugaan penganiayaan, pihaknya baru menerima laporan dari pihak keluarga korban hari ini sekitar pukul 10.00 WIB.

“Berdasarkan laporan dari mereka, korban sementara itu sebanyak tiga orang yang mengalami luka-luka,” katanya, Rabu (12/1/2022).

Lebih lanjut Magdalena menambahkan pihaknya akan melakukan lidik terlebih dahulu. Mencari informasi sejauh mana kejadian dugaan penganiayaan tersebut.

“Nanti kita akan beritahu kembali jika nanti ada perkembangan lagi. Yang jelas saat ini kami akan lakukan lidik terlebih dahulu,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, HR Online belum berhasil mengkonfirmasi pihak SMA Negeri 1 Ciamis. (Ferry/R5/HR-Online/Editor-Adi)

- Advertisment -