Selasa, Januari 25, 2022
BerandaBerita TerbaruTabrakan Dua Matahari, Terdeteksi di Konstelasi Cygnus

Tabrakan Dua Matahari, Terdeteksi di Konstelasi Cygnus

Tabrakan dua matahari akan muncul di langit malam. Menurut perkiraan para ilmuwan, fenomena tersebut terjadi selama 6 bulan pada tahun 2022. Pengamat bintang akan menyaksikan kelahiran bintang baru. 

Rupanya tabrakan ini menghasilkan bintang baru dan 10 ribu kali lebih terang dari yang ada saat ini. Hal tersebut akan menjadi supernova atau titik bintang, ia akan meledak dan mati. 

Secara singkat akan mengungguli seluruh galaksi. Bahkan memancarkan lebih banyak energi daripada matahari kita. Ledakan dramatis akan terlihat dari Bumi tanpa menggunakan teleskop. 

Baca Juga: Tabrakan Galaksi Andromeda dan Bimasakti Diprediksi Astronom, Bagaimana Nasib Bumi?

Peristiwa Tabrakan Dua Matahari, Menciptakan Boom Star

Sebuah bintang tercipta 1.800 tahun silam setelah tabrakan dua matahari. Akhirnya menciptakan bintang baru yang dijuluki Boom Star. Dalam peristiwa langka seperti itu, biasanya hanya terlihat melalui teleskop.

Mengutip National Post, sebelum tabrakan terjadi, kedua bintang terlalu redup. Sulit terlihat tanpa bantuan teleskop yang kuat. 

Namun, pada tahun 2022 cahaya terang terpancar dari Nova Merah yang diciptakan. Kecerahannya meningkat 10 ribu kali lipat. 

Dengan begitu, akan terlihat dengan mata telanjang di konstelasi Cygnus. Sebelum redup secara bertahap, Boom Star selama 6 bulan akan menjadi salah satu bintang paling terang di langit. 

Baca Juga: Dua Galaksi Bertabrakan, Kejadian Mengerikan Ini Berhasil Diabadikan NASA

Peristiwa tersebut membuat para ilmuwan memiliki pandangan untuk pertama kalinya atas kelahiran bintang baru.

Dr. Robert Massey dari Royal Astronomical Society juga menyebutkan terkait kelahiran bintang baru. Terbentuk ketika perang Romawi dengan suku-suku Skotlandia.

Pada saat yang sama, dua bintang datang bersama dalam ledakan dasyat di luar angkasa jauh. Kelompok pertempuran dan suku Skotlandia tidak mengetahui hal itu.

Mereka kemudian memasang teleskop di dekat konstelasi Cygnus dan Pisces. Boom Star membutuhkan hampir dua milenium bagi cahayanya untuk mencapai Bumi.

Kemudian orang yang berada di konstelasi Cygnus, seperti di Inggris, dapat melihat tabrakan dua matahari.

Dengan catatan selalu berada di atas cakrawala dan sangat tinggi di langit pada musim panas. Bintang tersebut akan menambah pola bintang Palang Utara. 

Studi Tentang Dua Bintang

Berdasarkan studi tentang dua bintang, antara satu dengan lainnya mengorbit dalam lingkaran yang semakin berkurang. Tampaknya akan terjadi tabrakan. 

Baca Juga: Bumi Siaga Tinggi Akibat Dua Badai Matahari, Ini Perkiraan Dampaknya!

Jika prediksi tersebut benar, maka untuk pertama kalinya dalam sejarah, orang tua akan menunjuk ke titik gelap di langit.

Kemudian berkata, “Anak-anak, terdapat bintang yang bersembunyi di sana, tapi sebentar lagi akan menyala,” jelas Matt Walhout, dari Calvin College di Michigan.

Walhout adalah peneliti bintang tersebut bersama observatorium Apache Point dan University of Wyoming.

Tabrakan dua matahari menciptakan perubahan dramatis di langit. Karena siapa saja dapat melihatnya, bahkan dengan mata telanjang.

Jika prediksi benar, membuktikan jika tim dapat melacak spiral kematian bintang hingga titik ledakan terakhir. (R10/HR-Online)

- Advertisment -