Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita TerbaruTasyahud Awal dan Akhir Menjadi Bagian Penting dalam Salat

Tasyahud Awal dan Akhir Menjadi Bagian Penting dalam Salat

Tasyahud awal dan akhir menjadi bagian dalam salat yang tidak bisa kita tinggalkan. Apakah tasyahud tersebut sama?

Bagi kita yang muslim dan bukan hanya sekedar Islam KTP saja, tentunya menjawab pertanyaan tersebut sangatlah mudah. Walaupun perbedaan tersebut tipis.

Tidak hanya itu, waktu pelaksanaannya juga berbeda. Seperti yang sudah kita ketahui, tasyahud awal dilakukan pada rakaat kedua. Tasyahud akhir kita lakukan pada rakaat terakhir.

Untuk salat subuh mungkin berbeda dari 4 waktu salat fardhu sebelumnya. Seperti yang kita tahu bahwa salat subuh terdiri dari 2 rakaat saja. Sehingga tidak ada tasyahud awal di salat fardhu ini, melainkan hanya tasyahud akhir saja.

Apabila kita mencari kesamaan, tentunya keduanya itu dilakukan setelah kita melakukan sujud terakhir pada jumlah rakaat tersebut. Bacaan mengenai tasyahud awal dan akhir, kita baca ketika salat fardhu maupun salat sunnah.

baca juga: Waktu Terbaik Shalat Tahajud dalam Islam Agar Do’a Terkabul

Mengenal Tasyahud Awal dan Akhir dalam Salat

Saat kita akan melaksanakan salat sunnah maupun fardhu, nyatanya attahiyat menjadi salah satu bacaan yang harus kita hafalkan sebelumnya. Terlebih bagi Anda yang baru belajar tentang salat.

Mungkin, akan sedikit merasa kesulitan ketika menghafal attahiyat. Sebab, bacaannya memang panjang. Bisa dikatakan juga, bacaan tersebut hanya dibolak-balik.

Tidak hanya itu, tahiyat awal dan akhir juga menjadi bacaan dalam salat yang terpanjang daripada bacaan duduk di antara dua sujud, ruku’, sujud, i’tidal, dan doa iftitah.

baca juga: Syarat Menjadi Imam dalam Islam yang Menyempurnakan Pahala Shalat

Bacaan Attahiyat

Bacaan tasyahud awal dan akhir di Indonesia terdapat beberapa pengucapan yang berbeda. Wajar memang, karena di Indonesia terdiri dari beberapa organisasi Islam.

Ada organisasi Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, MTA, Salafi, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, dan masih banyak organisasi Islam lainnya.

Meskipun yang kita ketahui bahwa Indonesia sebagai salah satu negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kenyataannya organisasi Islam menyebabkan adanya beberapa titik perbedaan. Namun, tentu saja sama-sama mengajarkan tauhid kepada Allah.

Hal ini juga berlaku pada bacaan tasyahud awal dan akhir ini. Tetapi sebelum kita membahas sedikit perbedaan tersebut, tahukah Anda bahwa batas tasyahud awal itu sampai lafaz apa?

Karena kita juga mengetahui bahwa tasyahud awal dan akhir merupakan suatu bacaan yang dibagi menjadi dua, namun tidak berat sebelah.

Pembagian tersebut akhirnya menyebabkan adanya istilah tasyahud awal dan tahiyat akhir. Apakah selama ini kita sudah melafazkan tasyahud awal maupun akhir sesuai dengan porsi timbangan tersebut?

Biasanya lafaz yang disebut sebagai attahiyat awal batasannya sampai pada lafaz syahadat. Tahukah lafaz syahadat itu seperti apa dan bagaimana?

Tepat sekali, “Ashadualla ilahailallah wa ashadu anna muhammadarrasulullah”. Setelah sampai pada lafaz tersebut, kita langsung berdiri untuk menjalankan rakaat yang berikutnya.

Apakah setelah kita membaca attahiyat sampai pada lafaz syahadat tersebut, untuk tasyahud akhirnya hanya meneruskan lafaz setelahnya atau mengulang kembali dari lafaz awal?

Terkadang pertanyaan seperti ini juga anak-anak tanyakan saat belajar ngaji di masjid ataupun praktik salat di sekolah.

Tentu saja kita harus mengulang kembali dari awal. Tidak boleh hanya membaca lafaz setelah syahadat tersebut.

baca juga: Menangis Saat Shalat Ternyata Berbahaya, Simak Penjelasannya

Hadis Bukhari

Dalam Hadis Riwayat Bukhari menjelaskan, “Rasulullah saat duduk pada rakaat kedua, duduk di atas kakinya sebelah kiri, dan menegakkan kaki sebelah kanannya. Akan tetapi, bila rakaat terakhir, Rasul justru memajukan kaki sebelah kiri serta menegakkan kaki kanan. Kemudian Rasul duduk di atas pinggulnya”.

Tasyahud awal dan akhir juga identik dengan kita menjulurkan jari telunjuk ketika sampai pada bacaan “Ashadualla ilahailallah wa ashadu anna muhammadarrasulullah”.

Karena semula tangan kita mengepal, kemudian setelah sampai pada lafaz tersebut tangan telunjuk kita harus menjulur.

Perlu Anda ketahui juga bahwa beberapa perbedaan terjadi pada pengucapan lafaznya. Ada yang “Attahiyatul mubarakatus”, ada juga yang membaca “Attahiyyatulillah wa shalawatu watthoyibah”.

Selain itu, perbedaan cara membaca attahiyat awal dan akhir juga bisa kita lihat dari “Sayyidina”. Berapa kelompok ada yang harus mengucapkan attahiyat dengan menyertakan “Sayyidina”.

Tapi beberapa pula tidak mengapa jika tidak menggunakan “Sayyidina”. Tapi semua itu bukanlah masalah besar. Karena perbedaan itulah yang menjadikan kita utuh dan terus memperkuat ukhuwah islamiyah.

Silakan saja Anda pilih bacaan tasyahud awal dan akhir yang menurut Anda itu benar. Pastikan juga Anda berpegang teguh dalam Al-Qur’an dan hadis. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -