Sabtu, Oktober 1, 2022
BerandaBerita TerbaruAdab Mendengar Adzan, Ketahui dan Amalkan Karena Datangkan Pahala

Adab Mendengar Adzan, Ketahui dan Amalkan Karena Datangkan Pahala

Adab mendengar adzan harus diamalkan. Dalam satu hari kita mendengarkan adzan sebanyak 5 kali. Hal ini juga terpaku pada kewajiban umat muslim untuk menjalankan salat wajib.

Kita paham betul bahwasanya adzan menjadi pertanda panggilan dari Allah yang menunjukkan waktu salat telah tiba.

Tidak sedikit orang yang menanyakan bagaimana adab ketika adzan berkumandang. Mengapa hanya sekedar adzan saja tapi mempunyai adab?

Mungkin sebagian orang juga akan menanyakan hal ini. Kita juga mengetahui bahwasanya adab lebih penting daripada ilmu.

Itulah sebabnya mengapa dalam kehidupan sehari-hari umat Islam harus mengutamakan adab daripada ilmu. Orang yang berilmu belum tentu beradab.

baca juga: Adab Berbicara dengan Orang Tua, Ini yang Harus Diperhatikan!

Inilah Adab Mendengar Adzan yang Benar

Sebagai umat Islam, sudah menjadi kewajiban untuk mengikuti sunah-sunah yang Rasulullah ajarkan kepada kita.

Salah satunya Rasul mengajarkan tentang bagaimana adab yang baik ketika kita mendengarkan adzan. Kita sebagai umat muslim memang sunah untuk menjawab panggilan adzan.

Tetapi tidak hanya itu saja yang harus kita lakukan ketika panggilan Allah tersebut berkumandang. Pada kenyataannya, agama Islam juga mengajarkan untuk kita mengamalkan beberapa adab saat mendengarkan seruan Allah tersebut.

Apakah selama ini Anda sudah mengamalkannya? Apabila belum, jangan lupa membaca istighfar dan berikut ini penjelasannya untuk Anda.

baca juga: Adab ke Kamar Mandi, Amalkan Saat Memasukinya!

Tidak Boleh Berbicara

Untuk adab mendengar adzan yang pertama adalah kita tidak boleh berbicara. Sebagai seorang muslim, kita disarankan untuk diam atau tidak berbicara saat mendengarkan adzan. Hal ini bertujuan untuk menghormati adzan yang merupakan panggilan dari Allah SWT.

Apabila seseorang mendengar seruan Allah, hukumnya sunah untuk mendengarkan dengan perhatian. Bahkan ia juga harus mengulangi setiap baris dengan perlahan setelah muadzin selesai mengumandangkan.

Tetapi dalam hal ini terdapat beberapa lafadz tidak boleh kita ucapkan sama dengan yang muadzin ucapkan.

baca juga: Adab Berjabat Tangan dalam Islam, Hal Penting yang Harus Diperhatikan

Menirukannya

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bukan hanya harus mendengarkan saja, melainkan adab mendengar adzan kita juga harus menirukan lafadz tersebut.

Tetapi untuk lafadz “hayya alash shalah” dan “hayya alal falah”, tidak boleh untuk kita lafadzkan sama dengan muadzin.

Lebih tepatnya kita menirukan dengan melafadzkan “Laa hawla wala quwwata illa billah”. Artinya adalah tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah SWT.

Dalam hal ini, Imam Malik juga pernah mengisahkan saat nabi berkata, “Ketika terdengar suara adzan, ulangilah apa yang muadzin lafadzkan”.

Menghentikan Aktivitas

Bukan hanya tidak boleh berbicara saja yang merupakan adab mendengar adzan, melainkan segala hal aktivitas yang kita lakukan pada saat itu harus kita hentikan. Jadi, menghentikan aktivitas untuk mendengarkan, kemudian menjawabnya.

Dalam hadis riwayat Muslim, apabila sudah datang waktu untuk melaksanakan salat, hendaklah salah satu di antara kalian mengumandangkan adzan.

Membaca Doa

Seperti pada umumnya, setelah adzan selesai berkumandang, maka ada anjuran untuk membaca doa. Bisa dikatakan doa setelah adzan itu panjang.

Berbeda dengan doa ba’da iqomah. Namun semua sudah menjadi kewajiban untuk kita guna mengikuti sunah-sunah yang Nabi SAW ajarkan. Termasuk adab mendengar adzan.

Tetapi doa ba’da adzan tersebut memiliki arti, “Wahai Allah, Tuhan yang memiliki seruan sempurna dan menegakkan salat ini, limpahkanlah karuniamu kepada Nabi Muhammad yang mempunyai kedudukan serta keutamaan paling tinggi, limpahkanlah kepadanya tempat terbaik dan terpuji yang telah Engkau janjikan”.

Berdoa Kepada Allah SWT

Bukan hanya harus membaca doa khusus setelah adzan saja, melainkan juga ada anjuran memanfaatkan waktu antara adzan dan iqomah untuk berdoa kepada Allah SWT. Pasalnya, waktu tersebut merupakan waktu yang mustajab.

Sebagaimana dalam hadis riwayat Abu Daud nomor 489, artinya adalah doa antara adzan dan iqomah tidak akan tertolak.

Ada baiknya kita memanfaatkan waktu tersebut untuk mendoakan semua yang menjadi hajat dan keinginan kita. Lakukan semua dengan ikhlas dan hanya berharap kepada Allah saja.

Mari bersama mengamalkan adab di atas. Harapannya, Allah melimpahkan pahala kepada kita dan mengabulkan semua doa kita.

Dengan mengamalkan adab mendengar adzan, tentu saja manfaat dan keuntungannya tak hanya bisa dirasakan kala di dunia saja, melainkan juga akhirat kelak. (Muhafid/R6/HR-Online)