Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita PangandaranAl-Qur’an Dicoret Tulisan Provokasi di Pangandaran, NU: Penistaan!

Al-Qur’an Dicoret Tulisan Provokasi di Pangandaran, NU: Penistaan!

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Al-Qur’an dicoret tulisan provokasi ditemukan di Mushola Al Barokah, Dusun Bantarkalong, RT 02, RW 12, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran, Jawa Barat. Nahdlatul Ulama (NU) menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk penistaan agama.

Warga menemukan 9 buah Al-Qur’an sudah berisi coretan, Rabu (2/2/2022) sekitar pukul 17.30 WIB. Tulisan pada Al-Qur’an berbunyi ‘NU sesat’, NU ahli bid’ah, dan ‘NU Hindu’. Tulisan bernada provokasi juga terdapat di Kusen Cor dan Meja Kayu untuk mengaji.

Kader Ansor Ranting Desa Sidomulyo Bayu Santoso mengatakan, pihaknya tak bisa tinggal diam dengan tulisan provokasi di Al-Qur’an tersebut.

“Penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) ormas Islam melalui tulisan bernada provokasi dalam Al-Qur’an yang terjadi di Mushola Al Barokah ini sangat biadab,” ujar Bayu Santoso Kader Ansor Ranting kepada HR Online, Kamis (3/2/2022).

Lebih lanjut Bayu Santoso menambahkan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

“Kami sudah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian Polsek Pangandaran. Kepolisian langsung merespon dengan cepat, datang ke lokasi kejadian melakukan pengecekan,” katanya.

Bayu Santoso mendesak agar penegak hukum segera melakukan penyelidikan serta menuntaskan kasus ini. 

“Saya mewakili umat Islam khususnya Warga Nahdliyin Sidomulyo Pangandaran mendesak kepolisian menuntaskan kasus ini. Agar tidak terjadi perdebatan di tengah masyarakat,” katanya.

NU Kecam Aksi Al-Qur’an Dicoret Tulisan Provokasi di Pangandaran

Sementara Ketua Tanfidziyah Ranting NU Sidomulyo Kyai Imam Ibnu Hajar saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya merasa prihatin atas kejadian tersebut.

“Ternyata bibit-bibit gerakan intoleransi nampaknya sudah mulai menyusup ke Desa, khususnya Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran ini,” katanya.

Kyai Imam berharap pemerintah bisa mencegah tindakan-tindakan intoleransi.

“Ke depan kami sangat berharap kepada Pemerintah agar ikut andil secara masif bersama-sama dengan kami warga NU, agar hal intoleran yang lebih ekstrim lagi tidak akan terjadi di wilayah Pangandaran,” katanya.

Imam Ibnu Hajar juga mengimbau kepada seluruh Kader Ansor Banser Sidomulyo agar tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut.

“Kita serahkan sepenuhnya kejadian ini kepada pihak yang berwajib,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)