Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita CiamisAntisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemkab Ciamis Siapkan 128 BOR

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemkab Ciamis Siapkan 128 BOR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis, Jawa Barat, sudah menyiapkan 128 Bed Occupancy Rate (BOR). Langkah tersebut dalam upaya mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19, yang saat ini sudah mulai terlihat di beberapa daerah.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengatakan, saat ini Kabupaten Ciamis berada di PPKM Level 1. Namun, demikian ancaman terhadap gelombang ketiga Covid-19 saat ini sudah luar biasa.

Pasalnya, di beberapa daerah besar di Indonesia sudah ditemukan varian baru yakni varian Omicron, yang penularannya sangat cepat dari varian virus sebelumnya.

Oleh karena itu, untuk pertahankan level 1 ini, pihaknya akan terus a memperketat kembali penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Selain itu juga meningkatkan cakupan vaksinasi,” kata Herdiat, saat kegiatan Pelantikan Himpunan Peternak Domba di Aula Dinas Pendidikan Ciamis, Rabu (2/2/2022).

Menurutnya, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Ciamis, saat ini sebanyak 7 orang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah sebelumnya zero. 

“Iya ada kasus baru lagi ditemukan di Ciamis,” ucapnya.

Lebih lanjut Herdiat menambahkan, bahwa 7 orang positif Covid-19 tersebut, umumnya pelaku perjalanan ada yang dari luar daerah dan kembali ke Ciamis.

“Itu masih varian Delta, bukan varian baru atau Omicron,” tegasnya.

Herdiat menuturkan, pihaknya saat ini telah melakukan berbagai upaya agar tidak terjadi lonjakan gelombang ketiga kasus Covid-19.

Salah satunya adalah, Satgas Covid-19 di setiap daerah kembali dimaksimalkan untuk mengingatkan prokes ke masyarakat.

“Kita juga telah siapkan 128 BOR yang tersebar di beberapa rumah sakit di Ciamis. Mudah-mudahan, saja tidak terisi. Jadi artinya tidak ada lonjakan kasus di Ciamis,” tuturnya.

Herdiat berpesan kepada masyarakat, agar selalu menerapkan protokol kesehatan dan juga menjalani vaksinasi Covid-19. Karena, penurunan level nantinya akan berpengaruh pada perekonomian. 

“Jika level 2 atau 3 kita akan ada batasan. Jadi perekonomian juga berpengaruh karena dibatasi. Kalau level 1 itu kan bisa leluasa. Intinya prokes harus tetap diterapkan jangan sampai kendor,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor-Adi)