Senin, Agustus 15, 2022
BerandaBerita TerbaruAtmosfer Planet Venus Jadi Alasan Tidak Bisa Ditinggali Makhluk Hidup

Atmosfer Planet Venus Jadi Alasan Tidak Bisa Ditinggali Makhluk Hidup

Atmosfer planet Venus selalu menjadi perbincangan. Bagaimana tidak, para ahli masih meneliti apa kandungan di dalamnya.

Beberapa waktu lalu muncul pendapat bahwa Venus dapat menjadi tempat alternatif selain Bumi untuk makhluk hidup tinggal setelah Mars.

Memang posisi Venus yang tidak jauh dari Bumi membuat hipotesis ini muncul. Namun, salah satu alasan lain adalah kandungan di dalam atmosfernya.

Baca Juga: Perbedaan Astronomi dan Astrologi, Ilmu Pasti serta Takhayul?

Alasan Atmosfer Planet Venus Berbahaya untuk Kehidupan

Dalam tata surya kita terdapat delapan planet yang memutari Matahari. Planet-planet tersebut menjadi tetangga Bumi.

Dari kedelapan planet yang ada, ternyata hanya Bumi yang terdapat kehidupan di dalamnya. Hal itu karena Bumi menyediakan beberapa kebutuhan penting makhluk hidup, seperti air dan oksigen.

Namun semenjak ilmu astronomi berkembang lebih canggih, ilmuwan berusaha mencari planet lain yang dapat makhluk hidup tinggali. Mereka mencari beberapa planet yang kebumian atau mirip Bumi.

Hal itu karena populasi di Bumi yang semakin tinggi. Venus adalah salah satu planet yang muncul dalam penelitian tersebut.

Kadar Air di Dalamnya Terlalu Rendah

Ilmuwan pernah menemukan gas fosfin di dalam Venus. Gas fosfin sendiri hanya ada di Bumi yang menjadi penunjang kehidupan.

Namun studi baru dari Nature Astronomy membuat harapan mencari planet pengganti pupus. Mereka mengatakan bahwa Venus tidak akan bisa menampung kehidupan.

Meski terdapat gas fosfin, ternyata atmosfer planet Venus mengandung sedikit air. Kadar air di dalamnya sangat rendah sehingga mikroba Bumi yang paling toleran tidak mampu menghadapi kekeringan.

Baca Juga: Teori Heliosentris dan Geosentris: Sejarah dan Pengertiannya

Ilmuwan menghitung aktivitas air dan tekanan uap pada molekul individu di awan atmosfer planet Venus.

“Kami menyimpulkan bahwa itu seratus kali lebih rendah dari Bumi. Bahkan bagi organisme paling tangguh sekalipun untuk bertahan hidup setelah kami meneliti kadar konsentrasi keefektifan molekul air di awan” jelas John Hallsworth.

Hallsworth juga menanggapi fosfin yang mikroorganisme di awan Venus hasilkan. Mikroorganisme dapat bertahan dan berkembang biak dalam tetesan air di atmosfer hanya ketika suhu memungkinkan.

Mikroorganisme di Bumi dapat bertahan hidup dalam kondisi ekstrem pada suhu minus 40 derajat Celcius dan aktivitas air dalam skala 0 sampai 1. Daya tahap hidup terendahnya adalah 0,585.

Sedangkan tingkat aktivitas dari air yang berada di molekul awan Venus hanya 0,004. Sistem kehidupan organisme sebagian besar tanpa terhidrasi, tidak aktif, maupun berkembang biak.

McKay dari NASA menyebut bahwa dalam hal ini Jupiter terlihat jauh lebih memungkinkan. Setidaknya Jupiter memiliki lapisan awan yang bisa memenuhi kebutuhan air. Meski begitu, menurutnya tetap tidak membuatnya layak terdapat kehidupan.

Terdapat Banyak Kandungan Karbon Dioksida dan Sulfur

Selain karena kurangnya kadar air di atmosfer yang membuat planet Venus tidak dapat menjadi pengganti Bumi, kandungan karbon dan sulfur di atmosfernya juga menjadi alasan lain.

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui bahwa Venus berada di urutan kedua dari Matahari. Itu berarti, Venus berada di depan Bumi.

Di depan Venus masih ada planet Merkurius yang sangat dengan Matahari. Meski begitu, ternyata Venus menjadi planet terpanas.

Hal itu berkaitan dengan kandungan karbon dioksida dan sulfur di dalam atmosfer planet Venus. Karbon dioksida adalah senyawa yang dapat menyimpan panas.

Di Venus terdapat karbon dioksida bersama sulfur dalam jumlah sangat banyak dan mengelilingi planet. Itulah kenapa panas tidak dapat planet lepaskan ke luar.

Hal ini berbeda dengan Merkurius yang meski berada di dekat Matahari tetap bisa melepaskan panasnya.

Baca Juga: Perbedaan Komet dan Asteroid yang Terlihat Mirip Namun Jauh Berbeda

Suhu di permukaan Venus mencapai 462 derajat Celcius. Panasnya seperti halnya efek rumah kaca di Bumi karena karbon dioksida dan sulfur di atmosfer planet Venus.

Ilmuwan pernah mengirimkan pesawat luar angkasa tanpa awak ke Venus untuk penelitian. Hasilnya adalah pesawat tersebut hanya mampu bertahan beberapa jam.

Pesawat luar angkasa berakhir hancur lebur akibat suhu yang sangat tinggi. Coba bayangkan jika ada makhluk hidup di sana?

Makhluk hidup seperti manusia akan langsung hangus terbakar saat sampai di planet Venus. Itulah kenapa planet ini tidak cocok sebagai Bumi kedua.

Selain kandungan di dalam atmosfer planet Venus, pada dasarnya setiap planet selain Bumi cenderung memiliki tingkat radiasi sinar ultraviolet yang tinggi sehingga tidak baik untuk makhluk hidup.