Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaTeknologiAplikasiGoogle Privacy Sandbox Membatasi Pelacakan Chrome di Android

Google Privacy Sandbox Membatasi Pelacakan Chrome di Android

Google Privacy Sandbox sengaja dirilis Google untuk membatasi pelacakan di Android. Kehadirannya membantu mengembangkan reputasi pada privasi. Bahkan termasuk pada peningkatan opsi bagi konsumen.

Teknologi kini semakin maju dan berkembang bahkan sangat terasa di era serba digital seperti saat ini. Google sendiri telah meluncurkan teknologi privacy Sandbox untuk mengusulkan beberapa aplikasi yang penerapannya pada browser.

Sehingga memberikan kemungkinan kompromi antara kebutuhan pengguna dalam menjaga privasi dan keinginan jaringan iklan maupun situs pelacak preferensi pengunjung.

Sebenarnya secara prakteknya konfrontasi hanya memperburuk situasi saja. Misalnya dalam pengenalan cookie pemblokiran yang digunakan untuk melacak mengakibatkan pengguna teknologi alternatif lebih intensif.

Selain itu, metode sidik jari browser yang mencoba membedakan pengguna dari massa umum. Sehingga bisa diatur berdasarkan pengaturan pribadi untuk menjaga privasi.

Namun demi kenyamanan dan keamanan kini Google berencana untuk menciptakan teknologi terkini. Privacy Sandbox menjadi solusi tepat mengatasi jaringan periklanan untuk menjaga privasi pengguna.

Baca Juga: Cara Mengaktifkan Private Safe di HP, Simpan Data Penting Lebih Aman!

Google Privacy Sandbox Berbasis Android

Google memang sengaja merencanakan membatasi pelacakan data pada browser Chrome berbasis Android. Inovasi tersebut disebut dengan Privacy Sandbox yang memiliki fungsi sebagai pelacak pada seluruh situs web.

Sebenarnya fitur yang satu ini sudah bisa dimanfaatkan pada Chrome. Namun untuk saat ini google membawakan pembaruan Privacy Sandbox di Android untuk peningkatan privasi.

Tujuan hadirnya inovasi fitur dari Google tersebut untuk mengembangkan teknologi penggunanya. Sehingga tidak hanya dari peningkatan privasi saja, namun memberikan kemungkinan pengalaman periklanan yang efektif dan personal untuk aplikasi seluler.

Sebenarnya fitur Google ini sudah ada sejak Agustus 2019. Upaya kolaboratif open source untuk mengembangkan serangkaian teknologi baru dalam bentuk standar web. Latar belakang adanya teknologi ini sebagai inisiatif adanya berbagai masalah yang muncul sebelumnya.

Baca Juga: Aplikasi Browser Terbaik Aman dan Cepat, Berikut Daftar Pilihannya!

Tujuan Utama Fitur Privacy Sandbox

Seperti yang sudah berlangsung sebelumnya jika fitur terbaru google Privacy Sandbox memperkenalkan solusi periklanan yang lebih privat. Secara khusus teknologi ini akan membantu penggunanya dalam membatasi penggunaan data bersama pihak ketiga.

Sehingga dapat berjalan tanpa perlu pengenal lintas aplikasi seperti advertising ID. Namun untuk pengujiannya baru pihak google lakukan. Itu pun menurut keterangan yang ada. Sehingga merencanakan fitur platform iklan yang ada setidaknya selama dua tahun.

Perencanaan dan pengujian tersebut untuk memberitahukan substansi sebelum perubahan di masa mendatang. Selain itu, untuk tujuan dari Privacy Sandbox sebagai alat untuk membangun bisnis digital yang berkembang.

Agar web tetap terbuka dan dapat diakses oleh semua orang. Seperti yang sudah ada sebelumnya, cookies telah memunculkan masalah dalam teknologi ini sebelumnya.

Sehingga adanya google Privacy Sandbox mampu menghentikan cookie pihak ketiga saat ada solusi baru. Bahan akan mendukung penggunaan web dan model bisnis tanpa memungkinkan pengguna terlacak secara individual. 

Baca Juga: Convert PPT ke Google Slide dengan Mudah, Ini Caranya!

Efek Fitur Privacy Sandbox untuk Bisnis

Sebenarnya dengan hadirnya fitur google Privacy Sandbox membantu memudahkan banyak hal. Bahkan untuk bidang bisnis akan mendapatkan efek baik yang cukup banyak.

Mulai dari perubahan strategi marketing, penurunan efektivitas platform iklan hingga adanya perubahan mekanisme platform iklan.

Dengan adanya fitur teknologi terbaru google membantu perubahan dari berbagai segi. Bahkan hal ini termasuk cukup menguntungkan bagi penggunanya.

Facebook Mendukung Privacy Sandbox

Sistem operasi google Android hampir lebih dari 85% pemilik smartphone seluruh dunia yang menggunakannya. Adanya fitur berteknologi dari google mampu bekerja dengan optimal.

Google juga membatasi pelacakan Android dengan cara menghapus ID iklan. Adapun beberapa aplikasi yang mendukung inovasi ini termasuk facebook.

Berbeda dengan perangkat Apple yang menerapkan fitur yang bernama Transparansi Pelacak Aplikasi. Ini membuat pengembang terpaksa melakukan pelacakan bagi pengguna iPad atau iPhone.

Sayangnya hingga saat ini belum juga muncul detail lebih jelasnya. Entah kapan sistem bisa mulai berjalan. Namun website resmi android sendiri saat ini telah memiliki informasi dan time frame yang terkait teknologi ini.

Google meluncurkan teknologi ini yang bersifat multi tahun. Selanjutnya akan berencana hadir melalui Play Store melalui Android 13 yang telah berfokus pada privasi. Dengan tujuan menghadirkan google Privacy Sandbox untuk membangun privat di Android. (R10/HR-Online)