Jumat, Mei 27, 2022
BerandaBerita TerbaruKegunaan Senyawa Haloalkana, Jenis, dan Sifatnya, Apa Saja?

Kegunaan Senyawa Haloalkana, Jenis, dan Sifatnya, Apa Saja?

Kegunaan senyawa haloalkana seringkali kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Apa sebenarnya senyawa haloalkana ini?

Ternyata, haloalkana adalah senyawa turunan alkana. Sesuai dengan namanya, haloalkana terdiri dari halogen dan alkana. Bagaimana sebenarnya senyawa kimia ini terbentuk? Apa manfaatnya untuk kehidupan?

Baca Juga: Gugus Fungsi Keton dalam Pembelajaran, Berikut Penjelasan Detailnya

Sifat, Klasifikasi, dan Kegunaan Senyawa Haloalkana

Haloalkana adalah sebuah senyawa yang memiliki peran besar dalam industri farmasi, plastik, bahkan hingga pertanian.

Senyawa ini masuk dalam kelompok kimia yang berasal dari turunan alkana. Haloalkana mengikat satu atau lebih unsur halogen. Untuk itulah, sifat fisik dari haloalkana bergantung kepada gaya antar molekul.

Gaya tersebut juga masih bergantung pada jenis atom, posisi atom halogen, dan panjang rantai karbonnya.

Haloalkana memiliki titik didih lebih tinggi daripada senyawa alkana dengan jumlah atom karbon (C) yang sama.

Hal itu disebabkan pada saat proses pembentukannya terjadi pergantian atom hidrogen menjadi halogen.

Halogen memiliki massa atom yang jauh lebih besar dari hidrogen. Senyawa haloalkana juga tidak akan larut dalam air.

Baca Juga: Gugus Fungsi Senyawa Karbon Memiliki Berbagai Golongan

Klasifikasi Haloalkana

Hibridisasi haloalkana terbagi menjadi dua macam, yaitu sp3 dan sp2.

1. Hibridisasi sp3

Artinya, atom karbon yang berkaitan dengan halogen memiliki kaitan tunggal. Berikut klasifikasinya:

  • Akil hailda
  • Alil halida
  • Benzil halida

2. Hibridisasi sp2

Pada hibridisasi sp2, atom karbon yang berkaitan dengan halogen memiliki ikatan rangkap. Klasifikasinya:

  • Vinil halida
  • Aril halida

Kegunaan Haloalkana

Berikut ini beberapa kegunaan senyawa haloalkana, yaitu:

Karbon Tetraklorida (CCI4)

Senyawa ini memiliki titik didih 77 derajat Celcius dan tidak larut dalam air, CCI4 banyak digunakan untuk cuci kering (dry clean).

Selain itu, CCI4 juga bermanfaat untuk pemadam api akibat sifatnya yang tidak mudah terbakar.

Kloroform (CHCL3)

Memiliki titik didih 62 derajat Celcius, CHCL3 bermanfaat sebagai pelarut zat organik. Kloroform juga biasa digunakan untuk anestesi umum, namun senyawa ini terlalu berbahaya dan bisa mengakibatkan kerusakan hati.

Kloro Fluoro Karbon (Freon)

Kamu mungkin paling sering mendengar istilah senyawa haloalkana satu ini. Bagaimana tidak, istilah freon merupakan merek dagang dari sebuah perusahaan Dupont untuk hasil-hail kloro fluoro karbon.

Freon merupakan gas yang tidak berwarna dan memiliki titik didih rendah. Selain itu, freon juga tidak beracun, tak mudah berkarat, dan terbakar.

Freon sangat berguna untuk beberapa alat rumah tangga, seperti lemari es atau kulkas, Air Conditioner (AC), dan lain sebagainya.

Baca Juga: Senyawa Turunan Alkana Dengan Berbagai Gugus Fungsi yang Berbeda

Teflon (Tetra Fluoro Etilena)

Senyawa haloalkana teflon memiliki manfaat sebagai panci anti lengket dan berbagai alat masak lain.

Lapisan teflon terkenal tahan panas dan mampu mencegah makanan pada panci. Itulah mengapa saat ini banyak alat masak yang memanfaatkan senyawa ini.

Pahami sifat, klasifikasi, dan kegunaan senyawa haloalkana untuk kehidupan. Kamu bahkan bisa menemukannya dengan mudah di rumahmu. (R10/HR-Online)

- Advertisment -