Jumat, Desember 2, 2022
BerandaBerita BanjarKota Banjar Level 3 PPKM, Keterisian BOR di RSUD Banjar Meningkat

Kota Banjar Level 3 PPKM, Keterisian BOR di RSUD Banjar Meningkat

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Kasus Covid-19 terus melonjak menjadikan Kota Banjar masuk level 3 PPKM yang sebelumnya masuk kategori PPKM level 2.

Bahkan, lonjakan kasus tersebut juga berimbas pada naiknya keterisian tempat tidur atau BOR (Bed Occupancy Rate) pasien Covid-19 di RSUD Kota Banjar, Jawa Barat.

Direktur Utama RSUD Kota Banjar, dr. Agus Budiana Eka Putra mengatakan, berdasarkan data per tanggal 22 Februari 2022, jumlah keterisian BOR rumah sakit mencapai sekitar 33 persen.

Dari 54 jumlah bed yang tersedia, sebanyak 18 bed sudah terisi pasien Covid-19. Sementara sisanya sebanyak 36 bed masih kosong atau belum terisi.

“Sampai hari ini ada 18 pasien yang masuk perawatan RSUD. Jadi untuk keterisian bed masih di bawah 40 persen,” terangnya kepada HR Online, Selasa (22/02/2022).

Baca Juga : Satgas Covid-19 Kota Banjar Disiplinkan Warga Agar Terapkan 3M

Lebih lanjut dr. Agus Eka menyebutkan, dari 18 bed yang terisi itu, sebanyak 10 pasien merupakan pasien positif kategori gejala sedang dan berat. Selebihnya merupakan pasien suspek.

Pihak RSUD Kota Banjar saat ini akan memaksimalkan fasilitas yang ada. Belum ada rencana untuk menambah jumlah bed karena yang tersedia sekarang masih mencukupi. Begitu pula dengan ruang isolasi.

Terpisah, Jubir Satgas Covid-19 Kota Banjar, Agus Nugraha menyampaikan, saat ini Kota Banjar masuk level 3 PPKM.

Ia menyebutkan, berdasarkan data per 22 Februari ini terjadi penambahan lagi 74 orang. Sehingga jumlah konfirmasi aktif menjadi 284 orang.

Dari jumlah kasus konfirmasi aktif sebanyak itu, 14 orang menjalani perawatan di Rumah Sakit Asih Husada, dan 7 orang di RSUD Banjar. Sedangkan, 263 orang lainnya menjalani isolasi secara mandiri.

“Dari data tersebut, jumlah pasien yang ada di rumah sakit sebanyak 21 orang. Kami ingatkan lagi masyarakat tetap waspada dengan terjadinya lonjakan ini,” tandanya. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor-Eva)