Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita TerbaruMaryam Binti Imran, Wanita Salihah yang Menjadi Teladan

Maryam Binti Imran, Wanita Salihah yang Menjadi Teladan

Maryam binti Imran menjadi salah satu teladan bagi wanita zaman sekarang. Nama tersebut, pastinya juga sudah tidak asing lagi di telinga kita.

Perempuan tersebut lahir di Nashirah, Nazareth, Palestina dari pasangan Hannah binti Faqudha serta Ali Imran bin Matsan.

Ibu dari Maryam merupakan adik dari istri Nabi Zakaria. Dengan begitu, bisa dikatakan Maryam merupakan keponakan dari Nabi Zakaria. Anak Nabi Zakaria sendiri juga merupakan seorang nabi, yakni Yahya as.

Menyebut nama Maryam, apa yang terlintas pertama di kepala Anda? Perempuan suci, ibunya Nabi Isa, wanita yang hamil tanpa suami, atau bagaimana?

Sebenarnya semua itu benar. Sebab itu juga, Siti Maryam mempunyai keteladanan bagi wanita.

baca juga: Keteladanan Siti Maryam Mengajarkan Banyak Hal Kepada Wanita

Mengenal Maryam Binti Imran, Wanita yang Mulia

Kisah Maryam terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Rasulullah SAW sendiri juga menyebutkan bahwa wanita tersebut merupakan golongan muslimah terbaik yang akan masuk surga.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa wanita tersebut berasal dari keturunan keluarga Imran. Keluarga tersebut juga merupakan keluarga terbaik yang ada dalam sejarah kehidupan manusia.

Allah juga memberikan penghargaan tertinggi kepada Maryam. Kisah Maryam tentu tidak luput dari cobaan Allah SWT.

Akan tetapi, sejak kecil Maryam binti Imran selalu mempunyai kedekatan dengan Allah SWT. Hal tersebut bisa kita lihat ketika ia selalu membiasakan untuk banyak melakukan ibadah. Berdoa dan bermunajat kepada Allah juga tak pernah ia lupakan.

baca juga: Menundukkan Pandangan Bagi Wanita Hal Penting Harus Diperhatikan

Wanita Terpilih

Seperti yang sudah dijelaskan, Allah meninggikan derajat bagi Maryam. Sehingga namanya kekal abadi di Al-Qur’an.

Dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 42 yang artinya adalah “Ingatlah saat malaikat Jibril berkata: Wahai Maryam, sungguh Allah telah memilih kamu, sucikanmu, serta melebihkanmu atas segala wanita yang ada di dunia ini”.

Hal tersebut juga menjadi salah satu bukti bahwa apa yang terjadi kepada Maryam merupakan kuasa dan ketetapan Allah.

Apalagi wanita tersebut memang terkenal sebagai perempuan yang lebih memilih menghabiskan waktunya untuk beribadah kepada Allah daripada mengurus kehidupan dunia.

Ternyata ketaatan Maryam tersebut membuat Allah ingin menitipkan sesuatu yang sangat besar. Bahkan tidak ada wanita yang sanggup menerima beban dari Allah tersebut, kecuali Maryam.

Kehidupan Maryam yang zaman dulu juga tidak bisa kita temukan pada kehidupan wanita zaman sekarang. 

Dalam kisahnya, Maryam merupakan wanita yang salihah, selalu menjaga pandangannya terhadap mereka yang bukan mahram, selalu berdoa, rajin berpuasa, serta menjaga diri dari hal-hal yang dilarang oleh Allah.

baca juga: Keistimewaan Siti Khadijah Jadi Inspirasi untuk Para Wanita Muslimah

Mengandung Tanpa Memiliki Suami

Maryam binti Imran mengandung tanpa mempunyai suami. Hal tersebut terdapat dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 12. Tetapi ingatlah, Maryam merupakan wanita yang benar-benar salihah.

Cobaan tersebut pastinya sangat berat bagi Maryam. Karena hal tersebut menyebabkan orang-orang sekitar mencela, menghina, dan merendahkan harga diri seorang wanita yang salihah, mulia, serta terbaik di hadapan Allah SWT.

Sabar dan Tabah

Dengan adanya hinaan dan cacian dari orang-orang sekitar, tidak menjadikannya menyerah ataupun menggugurkan kandungan karena janin yang terdapat dalam rahim Maryam tersebut tidak mempunyai ayah.

Maryam paham betul bahwa semua itu merupakan titipan Allah SWT. Anak dari Imran tersebut menjaga dengan baik dan benar titipan yang sudah Allah berikan kepadanya.

Hingga pada akhirnya, lahirlah seorang anak laki-laki. Ia adalah Nabi Isa. Jika kita berpikir menggunakan logika, apakah bisa seorang wanita tiba-tiba mengandung tanpa mempunyai suami?

Jika hal tersebut terjadi dalam kehidupan sekarang, pasti menimbulkan perdebatan. Namun tidak untuk kehidupan Maryam binti Imran.

Meskipun orang-orang sekitar itu membenci Maryam, tetapi Allah justru membenarkan hal tersebut. Tidak heran apabila kita menjadikan kisah Maryam binti Imran sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Terlebih lagi bagi para wanita.

Ibu dari Maryam

Untuk mendapatkan sosok Maryam binti Imran, ibunya yakni Hannah menunggu dengan kesabaran yang luar biasa. Sebab, Allah memang menjadikannya sebagai perempuan yang tak kunjung mempunyai keturunan.

Walaupun demikian, Hannah tidak berputus asa. Dirinya selalu mengharapkan untuk mempunyai anak meskipun sampai akhir usianya nanti.

Hal tersebutlah yang menjadikan Allah menghadirkan Maryam untuk mengisi hari-hari sepinya. Sebagai ungkapan syukur karena Allah telah menghadirkan Maryam dalam rahim Hannah, akhirnya istri Imran ini bernazar.

Nazar tersebut berada dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 35. Artinya adalah “Ingatlah saat istri Imran berkata, Wahai Tuhanku sungguh aku telah nazar kepada Engkau, anak yang ada dalam kandunganku ini nantinya akan menjadi hamba yang salihah serta berkhidmat di Baitul Maqdis. Untuk itu, terimalah nazarku ini. Sungguh, hanya Engkaulah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”.

Saat melahirkan Maryam binti Imran, Hannah mengirimkannya ke Baitul Maqdis. Sehingga menyebabkan pengasuhan Maryam diberikan kepada Nabi Zakaria yang merupakan pamannya. (Muhafid/R6/HR-Online)